Nama : Aris Krisna Setiawan
NPM: 2411011125
Kelas: MKU PKN R20
Prodi: S1 Manajemen
Setelah mencermati video mengenai konsep Ketahanan Nasional, saya menemukan bahwa materi yang disampaikan sangat esensial dan relevan dalam memahami dinamika keberlangsungan sebuah bangsa. Video ini berhasil menyajikan gambaran komprehensif mengenai Ketahanan Nasional sebagai suatu kondisi dinamis yang mencakup keuletan, ketangguhan, dan kemampuan bangsa untuk mengembangkan potensi guna menghadapi berbagai bentuk ancaman. Penjelasan mengenai sumber ancaman, baik internal maupun eksternal, serta sifatnya yang langsung atau tidak langsung, memberikan perspektif yang mendalam tentang kompleksitas tantangan yang harus dihadapi.
Pembagian antara Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial) sangat membantu dalam membedah elemen-elemen pembentuk kekuatan nasional. Saya menyadari bahwa faktor geografis, kekayaan alam, dan kapasitas penduduk (Trigatra) merupakan fondasi yang harus dipahami secara mendalam. Namun, sebagai seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan kuat pada interaksi sosial dan pembangunan masyarakat, fokus saya secara khusus tertuju pada elaborasi aspek sosial yang disajikan dalam Pancagatra.
Dalam konteks Pancagatra, video ini menguraikan lima aspek krusial yang secara inheren membentuk karakter dan ketahanan suatu bangsa dari dalam. Saya akan menanggapi setiap poin dengan analisis yang lebih mendalam:
Ideologi: Penjelasan mengenai ancaman terhadap Pancasila (misalnya, ideologi komunis) menyoroti pentingnya penanaman dan pengamalan nilai-nilai dasar negara. Sebagai mahasiswa, saya melihat bahwa tantangan ideologi ini tidak hanya datang dari paham-paham ekstrem, tetapi juga dari erosi nilai-nilai luhur akibat globalisasi dan individualisme. Peran perguruan tinggi dalam mengawal pemahaman Pancasila menjadi krusial dalam membentuk karakter generasi penerus yang berpegang teguh pada jati diri bangsa.
Politik: Sorotan terhadap potensi ketidakbebasan berpendapat dan dominasi satu suara dalam sistem politik merupakan peringatan penting. Demokrasi yang sehat menuntut partisipasi aktif dan ruang dialog yang setara bagi seluruh elemen masyarakat. Bagi kami mahasiswa, ini adalah panggilan untuk lebih kritis terhadap kebijakan, aktif dalam menyuarakan aspirasi, dan menjadi agen kontrol sosial yang konstruktif demi terciptanya tatanan politik yang inklusif dan akuntabel.
Ekonomi: Isu persaingan tidak sehat dengan pengusaha asing dan dominasi ekonomi global adalah tantangan nyata. Video ini secara implisit menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Sebagai mahasiswa, ini mendorong saya untuk berpikir tentang bagaimana inovasi, pengembangan kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi gempuran ekonomi global. Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan pengembangan potensi lokal menjadi sangat vital.
Sosial Budaya: Ancaman terhadap hilangnya tradisi dan identitas budaya bangsa adalah hal yang paling menyentuh perhatian saya. Budaya adalah cerminan peradaban dan akar identitas sebuah bangsa. Fenomena akulturasi dan asimilasi yang tidak terkontrol dapat mengikis kearifan lokal. Oleh karena itu, upaya pelestarian, revitalisasi, dan promosi budaya lokal melalui berbagai platform, termasuk digital, menjadi tanggung jawab kolektif, khususnya bagi kami generasi muda.
Pertahanan Keamanan (Hankam): Meskipun sering dikaitkan dengan institusi militer, video ini menegaskan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bela negara adalah fondasi Hankam yang kuat. Tantangan terhadap persatuan dan kesadaran bela negara menunjukkan bahwa kohesi sosial adalah prasyarat utama. Ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang memupuk rasa nasionalisme dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.
NPM: 2411011125
Kelas: MKU PKN R20
Prodi: S1 Manajemen
Setelah mencermati video mengenai konsep Ketahanan Nasional, saya menemukan bahwa materi yang disampaikan sangat esensial dan relevan dalam memahami dinamika keberlangsungan sebuah bangsa. Video ini berhasil menyajikan gambaran komprehensif mengenai Ketahanan Nasional sebagai suatu kondisi dinamis yang mencakup keuletan, ketangguhan, dan kemampuan bangsa untuk mengembangkan potensi guna menghadapi berbagai bentuk ancaman. Penjelasan mengenai sumber ancaman, baik internal maupun eksternal, serta sifatnya yang langsung atau tidak langsung, memberikan perspektif yang mendalam tentang kompleksitas tantangan yang harus dihadapi.
Pembagian antara Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial) sangat membantu dalam membedah elemen-elemen pembentuk kekuatan nasional. Saya menyadari bahwa faktor geografis, kekayaan alam, dan kapasitas penduduk (Trigatra) merupakan fondasi yang harus dipahami secara mendalam. Namun, sebagai seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan kuat pada interaksi sosial dan pembangunan masyarakat, fokus saya secara khusus tertuju pada elaborasi aspek sosial yang disajikan dalam Pancagatra.
Dalam konteks Pancagatra, video ini menguraikan lima aspek krusial yang secara inheren membentuk karakter dan ketahanan suatu bangsa dari dalam. Saya akan menanggapi setiap poin dengan analisis yang lebih mendalam:
Ideologi: Penjelasan mengenai ancaman terhadap Pancasila (misalnya, ideologi komunis) menyoroti pentingnya penanaman dan pengamalan nilai-nilai dasar negara. Sebagai mahasiswa, saya melihat bahwa tantangan ideologi ini tidak hanya datang dari paham-paham ekstrem, tetapi juga dari erosi nilai-nilai luhur akibat globalisasi dan individualisme. Peran perguruan tinggi dalam mengawal pemahaman Pancasila menjadi krusial dalam membentuk karakter generasi penerus yang berpegang teguh pada jati diri bangsa.
Politik: Sorotan terhadap potensi ketidakbebasan berpendapat dan dominasi satu suara dalam sistem politik merupakan peringatan penting. Demokrasi yang sehat menuntut partisipasi aktif dan ruang dialog yang setara bagi seluruh elemen masyarakat. Bagi kami mahasiswa, ini adalah panggilan untuk lebih kritis terhadap kebijakan, aktif dalam menyuarakan aspirasi, dan menjadi agen kontrol sosial yang konstruktif demi terciptanya tatanan politik yang inklusif dan akuntabel.
Ekonomi: Isu persaingan tidak sehat dengan pengusaha asing dan dominasi ekonomi global adalah tantangan nyata. Video ini secara implisit menekankan pentingnya kemandirian ekonomi. Sebagai mahasiswa, ini mendorong saya untuk berpikir tentang bagaimana inovasi, pengembangan kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat menjadi benteng pertahanan dalam menghadapi gempuran ekonomi global. Pendidikan yang relevan dengan kebutuhan pasar dan pengembangan potensi lokal menjadi sangat vital.
Sosial Budaya: Ancaman terhadap hilangnya tradisi dan identitas budaya bangsa adalah hal yang paling menyentuh perhatian saya. Budaya adalah cerminan peradaban dan akar identitas sebuah bangsa. Fenomena akulturasi dan asimilasi yang tidak terkontrol dapat mengikis kearifan lokal. Oleh karena itu, upaya pelestarian, revitalisasi, dan promosi budaya lokal melalui berbagai platform, termasuk digital, menjadi tanggung jawab kolektif, khususnya bagi kami generasi muda.
Pertahanan Keamanan (Hankam): Meskipun sering dikaitkan dengan institusi militer, video ini menegaskan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bela negara adalah fondasi Hankam yang kuat. Tantangan terhadap persatuan dan kesadaran bela negara menunjukkan bahwa kohesi sosial adalah prasyarat utama. Ini menggarisbawahi pentingnya pendidikan kewarganegaraan yang memupuk rasa nasionalisme dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.