Kiriman dibuat oleh Dzakiyah Khairunnisa _2411011065

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum diskusi

oleh Dzakiyah Khairunnisa _2411011065 -
Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa
NPM : 2411011065
Kelas : A

Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, izin menanggapi mengenai artikel yang di berikan.

Artikel "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi: Tinjauan Literatur" karya Yohanes Mihit mengulas bagaimana pendidikan Pancasila menghadapi perubahan dan tantangan di era globalisasi. Globalisasi membawa perubahan besar, seperti kemajuan teknologi, penyebaran budaya asing, dan perubahan cara pandang hidup masyarakat, khususnya generasi muda. Hal ini berdampak pada bagaimana nilai-nilai Pancasila diterima dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam Pancasila, seperti gotong royong, persatuan, dan keadilan sosial, semakin sulit ditanamkan karena adanya pengaruh budaya asing yang lebih mementingkan individualisme dan materialisme. Globalisasi membuat banyak orang, terutama anak muda, lebih tertarik pada gaya hidup yang mementingkan kebebasan pribadi dan kurang peduli dengan kebersamaan atau kepentingan bersama. Akibatnya, Pancasila sering dianggap ketinggalan zaman dan kurang relevan dengan realitas sekarang.

Penulisnya juga menyoroti bahwa cara mengajarkan Pancasila di sekolah sering kali dianggap kurang menarik dan tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan yang terlalu teoritis dan formal membuat siswa sulit memahami esensi Pancasila dan merasa bahwa pelajaran ini tidak berhubungan langsung dengan kehidupan nyata mereka. Oleh karena itu, Yohanes Mihit menyarankan agar pendidikan Pancasila diubah dengan pendekatan yang lebih kreatif dan interaktif, sehingga siswa bisa lebih terlibat dan memahami nilai-nilai tersebut dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna.

Selain itu, artikel ini membahas kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar di era globalisasi. Di tengah kesenjangan ini, nilai-nilai keadilan sosial dalam Pancasila perlu ditegaskan kembali, agar semua lapisan masyarakat bisa merasakan keadilan. Pendidikan Pancasila diharapkan tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada penerapannya dalam menghadapi masalah nyata, seperti ketidakadilan sosial.

Secara keseluruhan, artikel ini menekankan pentingnya pendidikan Pancasila yang lebih relevan, kreatif, dan adaptif untuk menghadapi tantangan globalisasi, agar nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi

oleh Dzakiyah Khairunnisa _2411011065 -
Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa
NPM : 2411011065
Kelas : A


Assalamualaikum wr.wb, izin Bpk Roy, 
Tanggapan saya dalam memahami filsafat Pancasila tidak hanya tentang menghafal lima sila, tetapi lebih pada bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pandangan saya, Pancasila adalah cermin yang memantulkan harapan tentang bagaimana kita seharusnya hidup sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat.

Pancasila mengajarkan keseimbangan. Di satu sisi, kita diajak untuk mengembangkan rasa spiritualitas dan ketuhanan, sementara di sisi lain kita juga diajarkan untuk menghargai kemanusiaan dan keadilan. Di era modern ini, seringkali kita terjebak dalam hiruk-pikuk dunia yang individualism, di mana nilai-nilai kebersamaan dan persatuan perlahan memudar. Namun, Pancasila justru hadir untuk mengingatkan kita bahwa menjadi bagian dari masyarakat berarti berperan aktif dalam menjaga keseimbangan dan keadilan sosial.

Yang menarik menurut saya adalah Pancasila memberikan ruang untuk dialog dan diskusi. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung di dalamnya tidak menuntut kita untuk selalu sepakat, tetapi mengajarkan bahwa perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Sebagai mahasiswa, kita berada di posisi yang unik untuk menyuarakan perubahan, tetapi juga belajar bahwa perubahan yang baik harus didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Jadi bagi saya, filsafat Pancasila adalah pengingat bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita berkontribusi terhadap kebaikan bersama. Di tengah arus globalisasi yang cepat, Pancasila memberikan fondasi yang kokoh, agar kita tidak kehilangan arah atau jati diri sebagai bangsa yang menghargai kebhinekaan, solidaritas, dan keadilan sosial.

Seperti yang sudah dipaparkan dalam materi PPT dan Video Pembelajaran, kurang lebih inti dari materi yang saya pahami, Filsafat Pancasila adalah cara berpikir yang berlandaskan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai dasar negara. Filsafat ini bertujuan memahami makna setiap sila dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Dalam filsafat ini, kita mempelajari tiga hal penting:

1. Ontologi – memahami hakikat manusia dan keberadaan kita.
2. Epistemologi – bagaimana kita memperoleh pengetahuan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Aksiologi – nilai-nilai utama yang harus kita junjung, seperti keadilan dan kemanusiaan.

Semua ini membantu kita menjalani hidup dengan lebih bermakna, sesuai dengan prinsip kebersamaan dan keadilan sosial.