Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa
NPM : 2411011065
Kelas : A
Assalamualaikum wr.wb, izin Bpk Roy,
Tanggapan saya dalam memahami filsafat Pancasila tidak hanya tentang menghafal lima sila, tetapi lebih pada bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pandangan saya, Pancasila adalah cermin yang memantulkan harapan tentang bagaimana kita seharusnya hidup sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat.
Pancasila mengajarkan keseimbangan. Di satu sisi, kita diajak untuk mengembangkan rasa spiritualitas dan ketuhanan, sementara di sisi lain kita juga diajarkan untuk menghargai kemanusiaan dan keadilan. Di era modern ini, seringkali kita terjebak dalam hiruk-pikuk dunia yang individualism, di mana nilai-nilai kebersamaan dan persatuan perlahan memudar. Namun, Pancasila justru hadir untuk mengingatkan kita bahwa menjadi bagian dari masyarakat berarti berperan aktif dalam menjaga keseimbangan dan keadilan sosial.
Yang menarik menurut saya adalah Pancasila memberikan ruang untuk dialog dan diskusi. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung di dalamnya tidak menuntut kita untuk selalu sepakat, tetapi mengajarkan bahwa perbedaan adalah bagian dari kehidupan. Sebagai mahasiswa, kita berada di posisi yang unik untuk menyuarakan perubahan, tetapi juga belajar bahwa perubahan yang baik harus didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
Jadi bagi saya, filsafat Pancasila adalah pengingat bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita berkontribusi terhadap kebaikan bersama. Di tengah arus globalisasi yang cepat, Pancasila memberikan fondasi yang kokoh, agar kita tidak kehilangan arah atau jati diri sebagai bangsa yang menghargai kebhinekaan, solidaritas, dan keadilan sosial.
Seperti yang sudah dipaparkan dalam materi PPT dan Video Pembelajaran, kurang lebih inti dari materi yang saya pahami, Filsafat Pancasila adalah cara berpikir yang berlandaskan nilai-nilai dalam Pancasila sebagai dasar negara. Filsafat ini bertujuan memahami makna setiap sila dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Dalam filsafat ini, kita mempelajari tiga hal penting:
1. Ontologi – memahami hakikat manusia dan keberadaan kita.
2. Epistemologi – bagaimana kita memperoleh pengetahuan yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
3. Aksiologi – nilai-nilai utama yang harus kita junjung, seperti keadilan dan kemanusiaan.
Semua ini membantu kita menjalani hidup dengan lebih bermakna, sesuai dengan prinsip kebersamaan dan keadilan sosial.