Posts made by Dzakiyah Khairunnisa _2411011065

Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa
NPM : 2411011065
Kelas : MKU Pancasila
Prodi : Manajemen

Jurnal “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” karya Syahrul Kemal secara umum mengangkat tema penting tentang bagaimana bela negara tidak hanya berlaku dalam konteks militer atau peperangan, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada masa sulit seperti pandemi. Penulis ingin menunjukkan bahwa dalam kondisi krisis global seperti COVID-19, setiap warga negara tetap memiliki tanggung jawab untuk mencintai dan mempertahankan negaranya, meskipun dengan cara yang sederhana dan sesuai kapasitas masing-masing.

Melalui pendekatan naratif yang bersifat persuasif, jurnal ini menekankan bahwa bela negara dapat diwujudkan dalam bentuk kepatuhan terhadap aturan pemerintah, menjaga kesehatan diri dan lingkungan, tidak menyebarkan hoaks, serta menunjukkan solidaritas sosial kepada sesama warga yang terdampak pandemi. Dalam hal ini, tindakan seperti diam di rumah, memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu, hingga menyemangati tenaga medis termasuk ke dalam bentuk aktualisasi bela negara.

Penulis juga mengaitkan semangat bela negara dengan landasan hukum yang kuat, seperti yang tercantum dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Pertahanan Negara. Ia menjelaskan bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga, dan bentuknya sangat luas serta bisa disesuaikan dengan profesi masing-masing.

Dari sisi isi, jurnal ini menyampaikan pesan penting tentang nasionalisme dan kepedulian sosial, namun secara teknis, penggunaan bahasa masih belum rapi dan terdapat banyak kekurangan dari sisi tata tulis dan struktur kalimat. Beberapa ide juga disampaikan secara berulang-ulang dan tidak terorganisasi dengan baik. Meskipun begitu, inti dari tulisan ini tetap tersampaikan, yakni bahwa bela negara adalah tanggung jawab bersama, dan pandemi merupakan momentum yang tepat untuk merefleksikan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Secara keseluruhan, jurnal ini menggugah kesadaran bahwa mencintai tanah air bukanlah hal besar yang harus selalu diwujudkan lewat tindakan heroik, tetapi juga bisa diwujudkan dari hal kecil yang dilakukan dengan niat tulus dan kesadaran penuh terhadap pentingnya menjaga keutuhan bangsa, terutama di masa-masa krisis seperti pandemi COVID-19.
Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa
NPM : 2411011065
Kelas : MKU Pancasila
Prodi : Manajemen


Video berjudul “Ketahanan Nasional - Pendidikan Kewarganegaraan” menyampaikan pesan penting mengenai bagaimana suatu bangsa, khususnya Indonesia, perlu memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai masalah yang datang, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Ketahanan nasional dijelaskan sebagai kemampuan menyeluruh yang melibatkan banyak aspek kehidupan negara.

Penjelasan dalam video ini membagi ketahanan nasional ke dalam dua kelompok besar yang disebut Asta Gatra, yaitu tiga unsur alam (geografi, sumber daya alam, dan penduduk) serta lima unsur sosial (ideologi, politik, ekonomi, budaya, dan keamanan). Setiap unsur ini saling mendukung satu sama lain agar negara bisa tetap kuat, stabil, dan sejahtera.

Ancaman terhadap negara tidak hanya berupa serangan militer, tetapi juga bisa berupa pengaruh budaya asing, perpecahan sosial, hingga tekanan ekonomi. Maka dari itu, diperlukan keterlibatan semua pihak—bukan hanya pemerintah, tetapi juga rakyat, khususnya generasi muda—untuk ikut menjaga dan memperkuat negara dari dalam.

Video ini sangat membantu dalam menjelaskan materi yang sering dianggap sulit. Dengan penyampaian yang jelas dan ringkas, konsep ketahanan nasional menjadi lebih mudah dipahami, terutama oleh pelajar. Ini menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam membentuk sikap cinta tanah air dan kepedulian terhadap negara.

Kesimpulannya, menjaga ketahanan nasional adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendidikan, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, serta kesadaran untuk melestarikan budaya dan nilai-nilai kebangsaan, Indonesia dapat tetap kokoh menghadapi tantangan zaman.
Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh, izin Pak Roy 
Nama : Dzakiyah Khairunnisa Yusfa 
NPM : 2411011065 

Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, di mana perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sering kali lebih terfokus pada kebutuhan pasar global daripada mengakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia karena nilai-nilainya yang bersifat universal namun tetap mencerminkan jati diri bangsa. Nilai-nilai Pancasila, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan, memberikan pedoman moral dan etika yang kokoh bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Alasan Pancasila Penting dalam Ilmu Pengetahuan:
1. Landasan Etika dan Moral
Pancasila membantu memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap manusia, lingkungan, dan bangsa.

2. Mencegah Kapitalisme Berlebihan
Kapitalisasi ilmu seringkali mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Dengan Pancasila, ilmu diarahkan untuk kepentingan seluruh rakyat, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar global.

3. Menjaga Kemandirian Bangsa
Dalam menghadapi globalisasi, Pancasila dapat menjadi panduan untuk menciptakan ilmu yang berakar pada budaya bangsa, sehingga memperkuat daya saing dan kemandirian Indonesia.

4. Mengatasi Pragmatisme dan Konsumerisme
Pancasila memberikan nilai-nilai luhur yang dapat melawan pola pikir pragmatis dan konsumtif dengan mendorong pengembangan ilmu yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan bangsa.

5. Mengintegrasikan Budaya dan Religi
Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan, ilmu pengetahuan diharapkan tetap mencerminkan nilai-nilai budaya dan keagamaan yang merupakan identitas bangsa Indonesia.

Kesimpulannya, tanpa landasan nilai-nilai Pancasila, ilmu pengetahuan di Indonesia berisiko kehilangan arah dan hanya berfungsi sebagai alat pasar. Pancasila memberikan kerangka untuk memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan tidak hanya relevan secara global tetapi juga mendukung pembangunan bangsa yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sekian dari saya, mohon maaf apabila ada kesalahan kata, Terimakasih.