Kiriman dibuat oleh Dimas Maulana 2411011113

Nama: Dimas Maulana
NPM: 2411011113
Assalamualaikum, selamat sore Bapak Roy sebelumnya saya izin menjawab pertanyaan diatas

Menurut saya pancasila sangat penting perannya sebagai filsafat negara, saya sendiri memiliki banyak alasan antara lain adalah
1. karena pancasila adalah landasan hidup kita sebagai warga negara Indonesia
2. pancasila adalah cerminan dari bangsa kita
3. pancasia berperan sebagai dasar hukum negara Indonesia
Jadi bagi saya peranan pancasila sebagai filsafat sangat penting karena mengingat negara kita adalah negara hukum, bagaimana bisa negara hukum seperti kita tidak punya acuan hukum dan acuan hukum kita sendiri yaitu adalah pancasila

Lalu mengapa pancasila menjadi filsafat negara yang harus kita pelajari hingga saat ini sampai di perguruan tinggi?
menurut saya pncasila perlu menjadi filsafat negara yang harus kita pelajari hingga saat ini sampai perguruan tinggi adalah agar kita sebagai mahasiswa harus mempunyai pemikiran yang terbuka dan kritis tetapi tidak menyimpang dari norma dan nilai nilai pancasila itu sendiri, kita sebagai mahasiswa juga harus paham bagaimana kita hidup saling berdampingan di dalam perbedaan dan semua itu bisa kita pelajari dan kita pahami lewat pancasila sebagai filsafat negara.
Kita adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai jiwa pemimpin dan bagi saya pemimpin yang baik dan benar adalah pemimpin yang mempunyai jiwa pancasila di dalam dirinya

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum diskusi

oleh Dimas Maulana 2411011113 -
Nama : Dimas Maulana
NPM : 2411011113

Assalamualaikum, Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman. Izinkan saya memberi tanggapan tentang artikel yang telah diberikan

Pendidikan Pancasila di era globalisasi menghadapi dinamika dan tantangan yang kompleks. Meskipun Pancasila merupakan dasar negara kita, namun relevansinya terus dipertanyakan seiring dengan perubahan zaman. Tantangan utama yang dihadapi antara lain:

Kurangnya Relevansi: Pancasila seringkali dianggap tidak relevan dengan permasalahan kontemporer, sehingga minat generasi muda terhadapnya menurun.
Pengaruh Budaya Asing: Arus globalisasi membawa masuk berbagai budaya asing yang dapat menggeser nilai-nilai Pancasila.
Perkembangan Teknologi Informasi: Penggunaan teknologi informasi yang tidak bijak dapat menyebarkan informasi yang salah dan merusak nilai-nilai Pancasila.
Pluralisme Nilai: Keberagaman nilai dan keyakinan di masyarakat dapat menimbulkan konflik dalam memahami dan mengimplementasikan Pancasila.
Implikasi dan Solusi

Untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan beberapa upaya, antara lain:

Membuat Pancasila Relevan: Pendidikan Pancasila harus disesuaikan dengan konteks zaman dan permasalahan yang dihadapi generasi muda. Nilai-nilai Pancasila harus dikaitkan dengan isu-isu aktual, seperti lingkungan, teknologi, dan sosial.
Integrasi ke dalam Kurikulum: Nilai-nilai Pancasila harus diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran, tidak hanya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Hal ini akan membuat pembelajaran Pancasila lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Pemanfaatan Teknologi Informasi: Teknologi informasi harus dimanfaatkan secara positif untuk mendukung pembelajaran Pancasila. Misalnya, dengan membuat media pembelajaran yang interaktif dan menarik.
Penguatan Peran Guru: Guru memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa. Guru perlu memiliki kompetensi yang memadai dalam mengajarkan Pancasila.
Keterlibatan Seluruh Komponen Masyarakat: Pendidikan Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang nilai-nilai Pancasila.
Kesimpulan Akhir

Pendidikan Pancasila di era globalisasi merupakan tantangan yang besar, namun bukan tidak mungkin untuk diatasi. Dengan upaya yang sistematis dan berkelanjutan, kita dapat memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila tetap relevan dan menjadi pedoman hidup bagi generasi muda Indonesia.

Secara ringkas, pendidikan Pancasila harus:

Relevan: Sesuai dengan zaman dan permasalahan kontemporer.
Terintegrasi: Dimasukkan ke dalam berbagai mata pelajaran.
Teknologi-based: Memanfaatkan teknologi informasi.
Berbasis guru: Guru memiliki peran sentral.
Komprehensif: Melibatkan seluruh komponen masyarakat.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi

oleh Dimas Maulana 2411011113 -

Nama : Dimas Maulana

NPM :2411011113

Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuhu, Selamat Pagi Bapak Roy, Izinkan saya untuk memberikan tanggapan terkait dengan materi dan video pembelajaran MKU Pancasila hari ini 

setelah saya menyimak materi dan juga video tentang filsafat pancasila saya mendapatkan beberapa point penting dan kesimpulan, yaitu sebagai berikut:

Pengertian Filsafat
Istilah ‘filsafat’ secara etimologis merupakan padanan kata falsafah (Arab) dan philosophy (Inggris) yang berasal dari bahasa Yunani  (philosophia).
Kata philosophia merupakan kata majemuk yang terususun dari kata philos atau philein yang berarti kekasih, sahabat, mencintai dan kata sophia yang berarti kebijaksanaan, hikmat, kearifan, pengetahuan.

Pengertian Filsafat Pancasila
1. Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila.
2. Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
3. Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the faounding father kita, yang dituangkan dalam suatu sistem (Ruslan Abdul Gani).
4. Filsafat Pancasila memberi pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla (Notonagoro).

Sila-sila Pancasila merupakan satu-kesatuan sistem yang bulat dan utuh. Dengan kata lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka itu bukan Pancasila

Inti sila-sila Pancasila meliputi:
1. Tuhan, yaitu sebagai kausa prima
2. Manusia, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
3. Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
4. Rakyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong
5. Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.