Kiriman dibuat oleh Dimas Maulana 2411011113

Nama: Dimas Maulana
NPM: 2411011113
Kelas: B
Assalamualaikum wr.wb, selamat pagi Bapak Roy sebelumnya izin memberikan tanggapan terkait materi yang terdapat di video

1. Dinamika Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
- Sebagai Landasan Etika: Pancasila menjadi pedoman moral dalam pengembangan ilmu, memastikan ilmu digunakan untuk kebaikan dan kesejahteraan masyarakat.
- Mendukung Ilmu Multidisipliner: Nilai-nilai Pancasila mendorong pengembangan ilmu yang holistik, mempertimbangkan aspek manusia, sosial, dan lingkungan.
- Penyesuaian dengan Perkembangan Zaman: Pancasila bersifat fleksibel dan dapat diterapkan pada kemajuan teknologi serta perubahan global tanpa kehilangan nilai dasarnya.

2. Tantangan Pancasila dalam Pengembangan Ilmu
- Globalisasi dan Arus Nilai Asing: Dominasi nilai asing dalam perkembangan ilmu dapat menggeser nilai-nilai lokal yang berlandaskan Pancasila.
- Egoisme Ilmiah: Pengembangan ilmu seringkali fokus pada kepentingan individual atau kelompok, tidak sejalan dengan sila keadilan sosial.
- Pemanfaatan Ilmu untuk Kepentingan Negatif: Ilmu pengetahuan yang dikembangkan tanpa landasan nilai Pancasila dapat digunakan untuk eksploitasi, perusakan lingkungan, atau ketidakadilan.
- Kurangnya Integrasi Nilai Pancasila dalam Pendidikan: Tantangan dalam memasukkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pengembangan ilmu di sekolah dan perguruan tinggi.

3. Upaya Mengatasi Tantangan
- Memperkuat Pendidikan Karakter: Memasukkan nilai-nilai Pancasila dalam pengajaran sains, teknologi, dan humaniora.
- Peningkatan Kesadaran Etika Ilmu: Mendorong ilmuwan dan peneliti untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses penelitian dan penerapan ilmu.
- Kerjasama Multisektor: Menggalang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk memastikan ilmu dikembangkan sesuai dengan nilai Pancasila.
Assalamualaikum wr wb pak roy selamat sore
NAMA: Dimas Maulana
NPM: 2411011113

setelah saya menyaksikan video dengan seksama ada beberapa point penting yang saya dapatkan, antara lain adalah:
1. Perubahan Sosial-Budaya
Modernisasi membawa perubahan yang bisa merusak nilai-nilai tradisional. Contohnya, pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan bagi generasi muda. Pancasila sebagai sistem etika menawarkan kerangka untuk menjaga moralitas dalam menghadapi modernitas ini.

2. Lunturnya Wibawa Pemerintah
Ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah melemahkan semangat kebangsaan. Jika pemerintah tidak dijalankan dengan nilai-nilai Pancasila, maka semangat kebersamaan berkurang. Hal ini menekankan pentingnya integritas pejabat publik.

3. Kapitalisme dan Ketimpangan Ekonomi
Sistem ekonomi liberal yang mengejar keuntungan mengancam nilai-nilai keadilan sosial. Dengan memahami Pancasila, mahasiswa dapat kritis terhadap dampak kapitalisme berlebihan yang bisa merusak solidaritas sosial.

4. Ketidakadilan Hukum
Penegakan hukum yang tidak adil berdampak pada rasa percaya masyarakat. Pancasila mendorong penegakan hukum yang konsisten dan adil sebagai dasar hubungan antara warga negara dan negara.

5. Penyalahgunaan Teknologi
Teknologi modern, meski bermanfaat, juga membawa tantangan etis. Misalnya, penggunaan teknologi untuk tindakan negatif seperti peretasan atau penipuan. Pemahaman nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk memandu mahasiswa agar menggunakan teknologi secara positif
Nama: Dimas Maulana
NPM: 24111011113
Assalumalaikum selamat sore Bapak Roy, izin memberikan tanggapan pakk

Filsafat Pancasila memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem pendidikan di Indonesia. Sebagai dasar filsafat negara, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi acuan dalam membentuk karakter bangsa. Berikut adalah beberapa kesimpulan utama mengenai fungsi Filsafat Pancasila dalam pendidikan:

Landasan Nilai: Pancasila menjadi landasan nilai bagi pendidikan nasional. Nilai-nilai seperti Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menjadi pedoman dalam membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, dan cinta tanah air.
  
Identitas Nasional: Pendidikan yang berlandaskan Pancasila memberikan identitas nasional bagi peserta didik. Mereka akan memiliki rasa kebangsaan yang kuat dan mampu menghargai keberagaman serta persatuan bangsa.
Pembentukan Karakter: Pancasila berfungsi sebagai kompas dalam pembentukan karakter peserta didik. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan membantu peserta didik untuk mengembangkan sikap positif, seperti toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab.

Relevansi dengan Tujuan Pendidikan Nasional: Tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  
 
Tantangan dan Upaya: Meskipun penting, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan menghadapi berbagai tantangan, seperti pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi, dan perbedaan interpretasi terhadap nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terus-menerus untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam seluruh aspek pendidikan, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga lingkungan sekolah.