གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Serli Priskila Putri 2411011080

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Jawab pertanyaan

Serli Priskila Putri 2411011080 གིས-
Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080

Assalamualaikum, selamat pagi Pak Roy, izin menjawab pertanyaan yang telah bapak berikan tentang seberapa penting pancasila sebagai filsafat negara, dan mengapa pancasila menjadi filsafat negara harus dipelajari hingga di perguruan tinggi.

Pancasila sebagai filsafat negara memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter kehidupan berbangsa dan bernegara. Filsafat Pancasila adalah konsep pemikiran yang berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bernegara di Indonesia. Pancasila sebagai filsafat mengandung pemikiran, nilai, dan pandangan yang membentuk ideologi Pancasila.. Nilai-nilai Pancasila dapat dijadikan sebagai sumber acuan untuk menentukan hal-hal yang sesuai dan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Pancasila sebagai filsafat memiliki peran yang sangat penting dalam membimbing masyarakat untuk dapat mengetahui kemana arah yang harus mereka pilih dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Pancasila penting sebagai filsafat negara:
1. Landasan Ideologis Negara
Pancasila berfungsi sebagai landasan ideologis yang mengarahkan seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi pedoman dalam pembuatan hukum, kebijakan, dan institusi negara, sehingga membantu menjaga keutuhan dan stabilitas negara.
2. Pemersatu Bangsa
Dalam konteks keragaman suku, agama, dan budaya di Indonesia, Pancasila berperan sebagai pemersatu. Prinsip Bhinneka Tunggal Ika mencerminkan semangat toleransi dan keragaman, yang sangat penting untuk menjaga harmoni antarwarga negara.
3. Panduan Etika dan Moral
Pancasila memberikan panduan etika dan moral bagi warga negara. Nilai-nilai seperti kemanusiaan yang adil dan beradab serta keadilan sosial mendorong tindakan yang menghormati martabat manusia dan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.
4. Pedoman dalam Pembangunan
Prinsip-prinsip Pancasila juga menjadi acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional, mendorong upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
5. Dasar Pendidikan Nasional
Pancasila merupakan bagian integral dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis nilai-nilai Pancasila membantu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran nasional dan etika yang baik.

Mengapa Pancasila Harus Dipelajari Hingga Perguruan Tinggi?

Pendidikan Pancasila adalah mata kuliah yang sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada generasi muda. Karena Pendidikan Pancasila memberikan pedoman dalam mengkaji dan memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan Pancasila juga mampu menciptakan karakter individu yang paham tentang hak dan kewajibannya sebagai warga negara. Jadi, dapat disimpulkan mengapa Pancasila tetap harus dipelajari hingga pada tingkat perguruan tinggi adalah karena mata kuliah ini menuntut mahasiswa untuk berpikir secara terbuka, kritis, sistematis, komprehensif, dan mendasar sebagaimana ciri-ciri pemikiran filsafat.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi

Serli Priskila Putri 2411011080 གིས-
Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080

Assalamualaikum, Selamat siang Pak Roy, Izin memberikan tanggapan terkait materi yang telah disampaikan melalui power point dan video

- Pengertian Filsafat : Secara Etimologis Filsafat berasal dari Bahasa Yunani "Philosophia" yang terdiri dari kata " Phile" yang artinya cinta dan "Sophia" yang artinya kebijaksanaan. Dengan demikian secara harfiah philosophia berarti mencintai kebijkasanaan.
Ada dua pengertian filsafat yaitu filsafat dalam arti proses dan dalam arti produk, filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup, filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis.
Pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti produk, sebagai pandangan hidup, dan dalam arti praktis.
Ini karena Filsafat Pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bagi bangsa Indonesia.

- Aliran-aliran filsafat :
a. Filsafat Rasional (menekankan penggunaan akal).
b.Filsafat Materialisme( lebih menekankan materi).
c. Filsafat individualisme (individu).
d.Filsafat Hedonisme (kesenangan).
Dalam hal ini, Pancasila mengambil yang terbaik dari berbagai aliran filsafat tersebut.

- Pancasila sebagai Sistem Filsafat :
Pancasila dipandang sebagai sistem filsafat karena beberapa alasan penting:
a. Nilai dan Pandangan: Pancasila mengandung pandangan nilai dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila. I
b. Hasil Perenungan Mendalam: Pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam oleh para pendiri bangsa Indonesia.
c. Sila-Sila yang Saling Melengkapi: Pancasila terdiri dari lima sila yang saling melengkapi dan tidak bertentangan. Setiap sila memiliki fungsi dan kedudukan tersendiri, tapi bersama-sama merepresentasikan satu kesatuan utuh dan bulat. Dengan kata lain, apabila tidak bulat dan utuh atau satu sila dengan sila lainnya terpisah-pisah maka itu bukan Pancasila.
Dengan demikian Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki ciri khas yang berbeda dengan sistem-sistem filsafat lainnya, seperti materialisme, idealisme, rasionalisme, liberalisme, komunisme dan sebagainya. Keseluruhannya dimaksudkan untuk mencapai tujuan tertentu

-Wawasan Filsafat
a. Ontologis : upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
b. Epistemologis : Upaya untuk mencari sumber pengetahuan dan kebenaran dari Pancasila.
c. Aksologis : membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
Ketiga bidang tersebut dapat dianggap mencakup kesemestaan.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum diskusi

Serli Priskila Putri 2411011080 གིས-

Nama : Serli Priskila Putri

NPM : 2411011080

Kelas : A


Assalamualaikum, selamat siang  Pak Roy, izinkan saya untuk memberikan tanggapan terkait artikel yang bapak lampirkan mengenai Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila  di Era Globalisasi.

Pendidikan Pancasila merupakan salah satu aspek penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, bertujuan untuk membentuk karakter bangsa yang berdasarkan pada lima prinsip utama yang terkandung dalam Sila-Sila Pancasila. Namun, terdapat tantangan- tantangan dalam upaya penyebarannya. Tantangan tersebut meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan pemahaman oleh pendidik yang sering kali harus berurusan dengan perbedaan pandangan dan interpretasi terhadap Pancasila. Pendidikan Pancasila ditantang oleh perubahan karakteristik generasi muda yang menjadi peserta didiknya. Generasi muda saat ini lahir dan tumbuh di era internet dan media sosial, memiliki gaya belajar yang berbeda, seperti visual, audio, kinestetik, dan interaktif. Mereka cenderung individualis, pragmatis, konsumtif, hedonis, dan apatis terhadap nilai-nilai Pancasila. Masyarakat Indonesia saat ini juga mengalami perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi.
Pendidikan Pancasila harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini, mengakomodasi dinamika sosial, serta menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila dalam konteks masyarakat yang berkembang. Selain itu, Indonesia juga  adalah negara dengan keberagaman budaya dan agama. Pendidikan Pancasila harus mampu mengakomodasi nilai-nilai lokal serta mengajarkan toleransi, menghormati perbedaan, dan memperkuat persatuan dalam kerangka globalisasi yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar. Para pendidik dan pemangku kebijakan pendidikan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, mengintegrasikannya dalam kurikulum, dan mengajarkan generasi muda tentang arti pentingnya bagi pembangunan bangsa yang adil, beradab, dan berkelanjutan .
Tantangan lain yang dihadapi dalam Pendidikan Pancasila yakni Pendidikan Pancasila harus tetap relevan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat . Dalam era keterhubungan global, nilai-nilai Pancasila harus dapat bersaing dan tetap relevan di kalangan masyarakat yang semakin terkoneksi dengan informasi dari seluruh dunia.
Tantangan lain yaitu permasalahan sumber daya, terutama di daerah-daerah terpencil, termasuk akses terhadap literatur dan materi pendukung mengenai Pancasila.
Simpulan :
Pendidikan Pancasila merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan bangsa Indonesia.
Pendidikan ini harus mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda, mengatasi tantangan dari perubahan sosial dan teknologi, mengakomodasi keberagaman budaya, dan memastikan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.
Tantangan yang dihadapi meliputi penyesuaian dengan globalisasi, peningkatan kualitas guru, integritas kurikulum, penggunaan teknologi, dan peran dalam membentuk karakter bangsa yang adil, beradab, dan berkelanjutan.
Pendidikan Pancasila adalah inti identitas bangsa Indonesia dan landasan konstitusional, politik, serta sosial. Ini membutuhkan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya keluarga. Dalam menghadapi era globalisasi, di mana teknologi berperan besar maka literasi digital yang bijak harus dikembangkan sebagai bagian dari pendidikan Pancasila. Generasi muda harus mampu menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Pancasila akan berhasil jika melibatkan keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat. Dengan pendekatan ini, generasi muda Indonesia akan memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, siap menghadapi perubahan, membangun persatuan, dan menjaga integritas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang.