Kiriman dibuat oleh Serli Priskila Putri 2411011080

Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080

Assalamuallaikum, selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua, izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan video yang telah di berikan.
Materi yang disampaikan oleh Supriyono, M.Pd pada video tentang Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Dasar Nilai dalam Pengembangan Ilmu adalah untuk mengetahui pentingnya Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan dan penelitian, diharapkan pengembangan ilmu pengetahuan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat serta menjaga identitas budaya bangsa.
Berikut adalah tanggapan mengenai isi materi tersebut:
1. Dasar Nilai Budaya: Supriyono menjelaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia harus berakar pada nilai-nilai budaya bangsa. Saat ini, banyak program studi yang berkembang lebih berorientasi pada kebutuhan pasar, sehingga nilai-nilai Pancasila sering kali terabaikan. Hal ini mengakibatkan perkembangan ilmu yang tidak mencerminkan karakter dan identitas bangsa.
2. Tantangan Globalisasi: Video ini juga menyoroti tantangan globalisasi yang membuat Indonesia lebih banyak menjadi konsumen teknologi daripada produsen. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai panduan untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tidak hanya mengikuti arus global tanpa mempertimbangkan nilai-nilai lokal.
3. Pragmatism dan Konsumerisme: Supriyono menggarisbawahi bahwa pragmatisme yang mendominasi pengembangan ilmu dapat mengarah pada orientasi yang tidak jelas. Ketika ilmu pengetahuan dikembangkan tanpa memperhatikan ideologi bangsa, hasilnya bisa menjadi kurang bermanfaat bagi masyarakat. Pancasila diharapkan dapat memberikan arah dan tujuan yang jelas dalam pengembangan ilmu.
4. Kewajiban Ilmuwan: Ia menekankan bahwa setiap ilmuwan memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi terhadap negara dengan menggunakan ilmunya berdasarkan nilai-nilai Pancasila. Ini menunjukkan bahwa ilmuwan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan inovasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa inovasi tersebut sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila.
Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080
Assalamuallaikum, selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua, Izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan vidio yang telah di berikan.

Video yang berjudul "Cara Mempertahankan Ideologi di Era Digital" membahas pentingnya mempertahankan ideologi Pancasila dalam konteks perkembangan teknologi dan media digital. Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila di era digital serta langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Berikut adalah tanggapan mengenai isi materi dan masalah yang dibahas dalam video tersebut :

Video tersebut menjelaskan bahwa era digital, dengan fenomena seperti Internet of Things, membawa tantangan baru bagi ketahanan ideologi di Indonesia. Dengan lebih dari 212 juta pengguna internet, ancaman dari ideologi asing menjadi semakin dekat dan nyata, sehingga penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai Pancasila. Pancasila diidentifikasi sebagai ideologi yang dapat menyatukan bangsa Indonesia. Video ini mengutip pidato Soekarno yang menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan keberagaman bangsa. Ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sangat penting dalam menghadapi tantangan ideologis di era digital. Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang rentan terhadap pengaruh ideologi asing dan misinformasi. Oleh karena itu, video ini menekankan perlunya penguatan ideologi Pancasila di kalangan pemuda untuk membangun ketahanan nasional. Video ini juga mencakup berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan ideologi Pancasila, baik secara kultural maupun struktural. Ini mencakup sosialisasi empat pilar kebangsaan dan pendidikan kewarganegaraan, serta kegiatan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi

Salah satu masalah utama yang dibahas adalah risiko adiksi terhadap ideologi asing yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi perhatian serius karena interaksi bebas di dunia digital dapat memudahkan penyebaran ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Video ini menyebutkan bahwa serangan ideologis dari luar dapat dianggap sebagai perang modern, di mana ideologi asing berusaha mempengaruhi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ketahanan ideologi Pancasila menjadi sangat penting untuk melawan pengaruh tersebut. Menjaga ketahanan ideologi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap warga negara. Setiap individu diharapkan berkontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080
Assalamuallaikum, selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua, Izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan vidio yang telah di berikan.

Video yang berjudul "Cara Mempertahankan Ideologi di Era Digital" membahas pentingnya mempertahankan ideologi Pancasila dalam konteks perkembangan teknologi dan media digital. Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mempertahankan ideologi Pancasila di era digital serta langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasi masalah tersebut.
Berikut adalah tanggapan mengenai isi materi dan masalah yang dibahas dalam video tersebut:

Video tersebut menjelaskan bahwa era digital, dengan fenomena seperti Internet of Things, membawa tantangan baru bagi ketahanan ideologi di Indonesia. Dengan lebih dari 212 juta pengguna internet, ancaman dari ideologi asing menjadi semakin dekat dan nyata, sehingga penting bagi masyarakat untuk waspada terhadap pengaruh negatif yang dapat merusak nilai-nilai Pancasila. Pancasila diidentifikasi sebagai ideologi yang dapat menyatukan bangsa Indonesia. Video ini mengutip pidato Soekarno yang menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan keberagaman bangsa. Ini menunjukkan bahwa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila sangat penting dalam menghadapi tantangan ideologis di era digital. Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang rentan terhadap pengaruh ideologi asing dan misinformasi. Oleh karena itu, video ini menekankan perlunya penguatan ideologi Pancasila di kalangan pemuda untuk membangun ketahanan nasional. Video ini juga mencakup berbagai strategi untuk memperkuat ketahanan ideologi Pancasila, baik secara kultural maupun struktural. Ini mencakup sosialisasi empat pilar kebangsaan dan pendidikan kewarganegaraan, serta kegiatan yang menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan toleransi

Salah satu masalah utama yang dibahas adalah risiko adiksi terhadap ideologi asing yang dapat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini menjadi perhatian serius karena interaksi bebas di dunia digital dapat memudahkan penyebaran ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Video ini menyebutkan bahwa serangan ideologis dari luar dapat dianggap sebagai perang modern, di mana ideologi asing berusaha mempengaruhi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, ketahanan ideologi Pancasila menjadi sangat penting untuk melawan pengaruh tersebut. Menjaga ketahanan ideologi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap warga negara. Setiap individu diharapkan berkontribusi dalam mempertahankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Nama : Serli Priskila Putri
NPM : 2411011080

Assalamuallaikum, selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua, Izinkan saya memberikan tanggapan terkait dengan vidio yang telah di berikan.
Permasalahan yang terjadi dalam video tersebut yaitu Jaksa Jovi mengkritik Nella Marsela di akun TikTok-nya, menuduhnya menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Kritik ini memicu reaksi dari Nella, yang kemudian melaporkan Jovi ke pihak berwajib. Kasus ini berlanjut ke ranah hukum setelah Nella merasa dirugikan oleh pernyataan Jovi. Pada video tersebut menampilkan rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI yang membahas situasi ini, melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan dan pihak terkait lainnya. Kasus ini menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi alat untuk menyampaikan kritik, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum. Ini mencerminkan tantangan dalam menggunakan platform digital untuk menyampaikan pendapat.

Video tersebut memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi dalam menggunakan media sosial di era digital serta pentingnya mematuhi nilai-nilai Pancasila dalam setiap interaksi di platform media sosial. Dalam konteks perkembangan teknologi dan media sosial yang harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, ada beberapa masalah yang muncul yaitu :
• Etika Berkomunikasi: Penggunaan media sosial harus memperhatikan etika dan tanggung jawab. Kritik yang disampaikan harus konstruktif dan tidak merugikan orang lain, sesuai dengan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
• Penyebaran Informasi Hoaks: Media sosial sering kali menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak benar. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila yang mengedepankan kebenaran dan kejujuran.
• Penghormatan terhadap Hak Orang Lain: Pancasila menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia. Konten yang bersifat menghina atau merugikan individu lain dapat melanggar prinsip ini.
• Tanggung Jawab Sosial: Setiap individu pengguna media sosial memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan konten yang positif dan mendidik, sejalan dengan tujuan menciptakan masyarakat yang adil dan makmur.