Nama: Arifin Ilham
NPM: 2411011088
Assalamualaikum Bu Nova, selamat siang.
izin memberikan tanggapan responsi di atas.
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi.
Jawaban:
Tim akan menjadi semakin populer karena tuntutan lingkungan organisasi yang makin kompleks dan kompetitif. Organisasi menyadari bahwa tugas-tugas besar dan dinamis tidak bisa ditangani sendiri-mereka butuh integrasi kompetensi, kreativitas, dan kerja sama dari banyak orang. Selain itu, tim memungkinkan pembagian beban kerja, saling menguatkan, dan kolaborasi lintas fungsi, yang membuat organisasi lebih responsif dan inovatif. Karena itu, organisasi mulai meninggalkan struktur yang terlalu terfragmentasi dan lebih banyak menerapkan model tim di berbagai proyek.
2. Bandingkan kelompok dengan tim.
Jawaban:
kelompok adalah sekumpulan orang yang berkumpul tetapi belum tentu memiliki tujuan bersama yang jelas. Biasanya mereka lebih fokus pada kepentingan pribadi masing-masing. Sedangkan tim, meskipun juga terdiri dari sekelompok orang, tetapi mereka memiliki tujuan kolektif, tanggung jawab bersama, serta sinergi yang kuat. Contoh di dalam kelompok perkuliahan, kelompok diskusi hanya sebatas berbagi pendapat, namun ketika berubah menjadi tim proyek, ada pembagian peran, kerja sama yang lebih terarah, dan komitmen untuk mencapai hasil akhir bersama.
3. Bandingkan 5 tipe tim.
Jawaban:
-Tim Fungsional (Functional Team): tim yang anggotanya berasal dari satu fungsi atau departemen yang sama, misalnya tim pemasaran.
-Tim Lintas Fungsional (Cross-functional Team): terdiri dari anggota dari berbagai departemen atau fungsi, untuk mengatasi masalah yang memerlukan perspektif berbeda.
-Tim Mandiri (Self-managed Team/Self-directed Team): tim yang diberikan otonomi besar untuk mengelola tugasnya sendiri, termasuk membuat keputusan internal.
-Tim Virtual (Virtual Team): anggotanya tersebar secara geografis atau waktu, berkolaborasi lewat media daring (video conference, chat, platform kolaborasi).
-Tim Pemecahan Masalah (Problem-solving / Task Force Team): dibentuk sementara untuk menyelesaikan masalah spesifik atau proyek tertentu.
4. Identifikasi karakteristik dari tim yang efektif.
Jawaban:
-Tujuan tim yang jelas dan dipahami bersama
-Komitmen anggota tim terhadap tujuan bersama
-Komunikasi terbuka dan jujur antar anggota
-Kepercayaan antar anggota
-Kerjasama dan saling mendukung
-Pembagian peran, tanggung jawab, dan tugas yang jelas
-Kepemimpinan yang memfasilitasi (bukan memaksakan)
-Pengelolaan konflik yang sehat
-Evaluasi dan umpan balik berkelanjutan
-Sinergi - hasil tim lebih besar dari jumlah kontribusi individual
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain Tim.
Jawaban:
Organisasi tidak cukup hanya membentuk tim di atas kertas, tetapi juga perlu membangun individu-individu yang mampu menjadi pemain tim sejati. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, organisasi harus memberikan pelatihan yang mengasah kemampuan bekerja sama, seperti keterampilan komunikasi, empati, dan manajemen konflik. Kedua, organisasi perlu menanamkan budaya bahwa keberhasilan bersama lebih penting daripada prestasi pribadi. Dengan begitu, anggota akan terbiasa untuk mengutamakan kepentingan tim, bukan hanya kepentingan diri sendiri.
Selain itu, pengalaman langsung juga sangat penting. Organisasi bisa memberi kesempatan bagi anggotanya untuk terlibat dalam proyek lintas divisi sehingga mereka belajar bagaimana bekerja dengan orang yang berbeda latar belakang. Tak kalah penting, organisasi juga harus membangun rasa kebersamaan melalui kegiatan bonding atau team building, karena dari sanalah tumbuh kepercayaan dan solidaritas. Di sisi lain, pemberian reward yang berbasis tim juga bisa mendorong setiap anggota untuk berkontribusi maksimal, bukan sekadar mencari pengakuan individu.
6. Jelaskan Kapan menggunakan para individual dan bukannya tim
Jawaban:
Terdapat situasi tertentu ketika organisasi lebih baik menggunakan individu dibanding tim. Misalnya, jika tugasnya membutuhkan keahlian khusus, lebih cepat dikerjakan oleh satu orang ahli daripada harus berdebat dalam tim. Selain itu, pekerjaan yang sifatnya sederhana, rutin, atau membutuhkan kerahasiaan tinggi lebih cocok dikerjakan individu. Contoh nyata, pembuatan desain poster seringkali lebih efisien jika diserahkan kepada satu orang desainer, bukan dibahas bersama-sama dalam tim.
NPM: 2411011088
Assalamualaikum Bu Nova, selamat siang.
izin memberikan tanggapan responsi di atas.
1. Analisis pertumbuhan popularitas tim dalam organisasi.
Jawaban:
Tim akan menjadi semakin populer karena tuntutan lingkungan organisasi yang makin kompleks dan kompetitif. Organisasi menyadari bahwa tugas-tugas besar dan dinamis tidak bisa ditangani sendiri-mereka butuh integrasi kompetensi, kreativitas, dan kerja sama dari banyak orang. Selain itu, tim memungkinkan pembagian beban kerja, saling menguatkan, dan kolaborasi lintas fungsi, yang membuat organisasi lebih responsif dan inovatif. Karena itu, organisasi mulai meninggalkan struktur yang terlalu terfragmentasi dan lebih banyak menerapkan model tim di berbagai proyek.
2. Bandingkan kelompok dengan tim.
Jawaban:
kelompok adalah sekumpulan orang yang berkumpul tetapi belum tentu memiliki tujuan bersama yang jelas. Biasanya mereka lebih fokus pada kepentingan pribadi masing-masing. Sedangkan tim, meskipun juga terdiri dari sekelompok orang, tetapi mereka memiliki tujuan kolektif, tanggung jawab bersama, serta sinergi yang kuat. Contoh di dalam kelompok perkuliahan, kelompok diskusi hanya sebatas berbagi pendapat, namun ketika berubah menjadi tim proyek, ada pembagian peran, kerja sama yang lebih terarah, dan komitmen untuk mencapai hasil akhir bersama.
3. Bandingkan 5 tipe tim.
Jawaban:
-Tim Fungsional (Functional Team): tim yang anggotanya berasal dari satu fungsi atau departemen yang sama, misalnya tim pemasaran.
-Tim Lintas Fungsional (Cross-functional Team): terdiri dari anggota dari berbagai departemen atau fungsi, untuk mengatasi masalah yang memerlukan perspektif berbeda.
-Tim Mandiri (Self-managed Team/Self-directed Team): tim yang diberikan otonomi besar untuk mengelola tugasnya sendiri, termasuk membuat keputusan internal.
-Tim Virtual (Virtual Team): anggotanya tersebar secara geografis atau waktu, berkolaborasi lewat media daring (video conference, chat, platform kolaborasi).
-Tim Pemecahan Masalah (Problem-solving / Task Force Team): dibentuk sementara untuk menyelesaikan masalah spesifik atau proyek tertentu.
4. Identifikasi karakteristik dari tim yang efektif.
Jawaban:
-Tujuan tim yang jelas dan dipahami bersama
-Komitmen anggota tim terhadap tujuan bersama
-Komunikasi terbuka dan jujur antar anggota
-Kepercayaan antar anggota
-Kerjasama dan saling mendukung
-Pembagian peran, tanggung jawab, dan tugas yang jelas
-Kepemimpinan yang memfasilitasi (bukan memaksakan)
-Pengelolaan konflik yang sehat
-Evaluasi dan umpan balik berkelanjutan
-Sinergi - hasil tim lebih besar dari jumlah kontribusi individual
5. Bagaimana organisasi dapat menciptakan para pemain Tim.
Jawaban:
Organisasi tidak cukup hanya membentuk tim di atas kertas, tetapi juga perlu membangun individu-individu yang mampu menjadi pemain tim sejati. Hal ini bisa dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, organisasi harus memberikan pelatihan yang mengasah kemampuan bekerja sama, seperti keterampilan komunikasi, empati, dan manajemen konflik. Kedua, organisasi perlu menanamkan budaya bahwa keberhasilan bersama lebih penting daripada prestasi pribadi. Dengan begitu, anggota akan terbiasa untuk mengutamakan kepentingan tim, bukan hanya kepentingan diri sendiri.
Selain itu, pengalaman langsung juga sangat penting. Organisasi bisa memberi kesempatan bagi anggotanya untuk terlibat dalam proyek lintas divisi sehingga mereka belajar bagaimana bekerja dengan orang yang berbeda latar belakang. Tak kalah penting, organisasi juga harus membangun rasa kebersamaan melalui kegiatan bonding atau team building, karena dari sanalah tumbuh kepercayaan dan solidaritas. Di sisi lain, pemberian reward yang berbasis tim juga bisa mendorong setiap anggota untuk berkontribusi maksimal, bukan sekadar mencari pengakuan individu.
6. Jelaskan Kapan menggunakan para individual dan bukannya tim
Jawaban:
Terdapat situasi tertentu ketika organisasi lebih baik menggunakan individu dibanding tim. Misalnya, jika tugasnya membutuhkan keahlian khusus, lebih cepat dikerjakan oleh satu orang ahli daripada harus berdebat dalam tim. Selain itu, pekerjaan yang sifatnya sederhana, rutin, atau membutuhkan kerahasiaan tinggi lebih cocok dikerjakan individu. Contoh nyata, pembuatan desain poster seringkali lebih efisien jika diserahkan kepada satu orang desainer, bukan dibahas bersama-sama dalam tim.