Posts made by Rifqi Faris Saputra

Assalamualaikum, selamat pagi bapak Roy, izin memperkenalkan diri
Nama : Rifqi Faris Saputra
NPM : 2411011143

izin memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan pada video yang berjudul "Pancasila Sebagai Sistem Etika"

Pentingnya Pancasila sebagai Sistem Etika

Video tersebut menyoroti urgensi penerapan Pancasila sebagai pedoman nyata dalam kehidupan, bukan sekadar jargon. Setiap warga negara, khususnya mahasiswa, perlu menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar pengambilan keputusan untuk membentuk pribadi yang etis dan berwawasan moral.

1. Perubahan Sosial dan Budaya: Perubahan yang pesat, terutama di kalangan muda, sering memicu perilaku negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Pancasila harus diinternalisasi agar generasi muda dapat menghadapi perubahan tanpa mengorbankan identitas budaya dan moral mereka.
2. Lunturnya Wibawa Pemerintahan: Ketidakpercayaan masyarakat pada pemerintah, yang sering disebabkan oleh korupsi dan ketidakadilan hukum, dapat mengurangi partisipasi publik. Pancasila harus menjadi landasan etika bagi pemerintah dalam bertindak adil dan transparan. Mahasiswa dan masyarakat perlu kritis dalam mendorong reformasi berdasarkan nilai Pancasila.
3. Ekonomi Liberal dan Kapitalisme: Ketimpangan ekonomi dapat meningkatkan kejahatan. Pancasila berperan sebagai panduan dalam menciptakan keadilan sosial dalam masyarakat.
4. Ketidakadilan Hukum: Ketika hukum tidak ditegakkan secara adil, masyarakat kehilangan kepercayaan. Ini bisa mengarah pada perilaku main hakim sendiri. Pancasila harus menjadi pedoman moral untuk menegakkan keadilan dan kebenaran di masyarakat.
5. Penyalahgunaan Teknologi: Kemajuan teknologi kerap memunculkan kejahatan baru, seperti penipuan online. Pancasila perlu berfungsi sebagai pedoman untuk penggunaan teknologi secara etis.

Pancasila sangat penting untuk dipahami dan diterapkan oleh mahasiswa sebagai sistem etika. Pancasila bukan sekadar jargon, tetapi menjadi pedoman dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Memahami tantangan seperti perubahan sosial budaya, lunturnya wibawa pemerintah, dan dampak kapitalisme, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan moralitas dan spiritualitas dalam diri mereka. Sebagai generasi penerus, mahasiswa bertanggung jawab untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, sehingga dapat menciptakan masyarakat yang beretika, adil, dan sejahtera. Pemahaman dan penerapan Pancasila ini membantu membangun tatanan kehidupan yang tertib, aman, dan harmonis bagi seluruh warga negara.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Menjawab Artikel

by Rifqi Faris Saputra -
Nama : Rifqi Faris Saputra
NPM : 2411011143

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi Pak Roy, Izin memberikan pendapat tentang artikel pertemuan ke sepuluh hari ini yang berjudul " Fungsi Filsafat Pancasila dalam Ilmu Pendidikan di Indonesia"

Artikel ini menyajikan pandangan yang komprehensif mengenai peran dan penerapan Pancasila sebagai dasar filosofis dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Beberapa poin penting dalam artikel tersebut layak mendapat tanggapan, baik dari sisi permasalahan yang dihadapi maupun hasil penelitiannya.

Permasalahan yang dihadapi

Permasalahan utama yang diidentifikasi dalam artikel adalah belum optimalnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan, yang berakibat pada berbagai isu sosial, seperti kemerosotan etika kolektif, peningkatan kenakalan remaja, dan tindak korupsi. Artikel ini dengan tepat menyoroti bahwa masalah-masalah tersebut menunjukkan adanya "kesenjangan ideologis" antara nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tantangan yang dihadapi juga termasuk sikap pendidik yang cenderung terfokus pada tugas masing-masing bidang studi dan kurang mengintegrasikan nilai Pancasila secara menyeluruh dalam praktik pendidikan.

Permasalahan ini menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita memerlukan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam membumikan Pancasila. Pendidikan yang berbasis nilai Pancasila harusnya tidak hanya diwujudkan dalam mata pelajaran kewarganegaraan, tetapi juga meresap dalam berbagai bidang studi lainnya, bahkan dalam pendekatan pendidikannya. Selain itu, profesionalisme guru menjadi krusial dalam mendukung pendekatan holistik ini, yang membutuhkan peningkatan komitmen dan pelatihan yang berkesinambungan.

Tanggapan Terhadap Hasil Penelitian

Hasil penelitian dalam artikel menekankan bahwa Pancasila seharusnya menjadi "ruh" atau jiwa pendidikan nasional yang bukan sekadar simbol, tetapi harus hidup dalam tindakan nyata. Artikel ini juga menyebutkan bahwa pengembangan pendidikan berbasis Pancasila dapat dicapai melalui dua pendekatan: kurikulum formal dan "hidden curriculum." Hidden curriculum menawarkan potensi untuk menanamkan nilai-nilai positif di luar pengajaran formal, menciptakan pengalaman belajar yang dapat membentuk karakter peserta didik secara tidak langsung.

Pendekatan yang disarankan sangat relevan, terutama untuk menghadapi berbagai masalah karakter yang terjadi saat ini. Memanfaatkan hidden curriculum bisa sangat efektif, karena memberikan kesempatan kepada pendidik untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila melalui contoh perilaku dan pengelolaan kelas, yang berpotensi lebih melekat pada peserta didik daripada pelajaran formal.

Namun, perlu dipertanyakan pula efektivitas dari hidden curriculum tanpa ada pengawasan dan pelatihan yang memadai bagi para pendidik. Tanpa komitmen dan pemahaman yang mendalam dari pendidik tentang nilai-nilai Pancasila, hidden curriculum berpotensi tidak berdampak besar. Maka, salah satu upaya tambahan yang dapat dilakukan adalah memastikan bahwa pelatihan dan pengembangan profesional bagi pendidik juga menekankan pentingnya Pancasila, bukan sekadar menghafal nilai-nilainya, tetapi benar-benar dihayati dalam kegiatan belajar-mengajar sehari-hari.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Jawab pertanyaan

by Rifqi Faris Saputra -
Nama : Rifqi Faris Saputra
NPM : 2411011143

Assalamulaikum , Selamat Pagi Pak Roy dan teman teman. Izinkan saya untuk memberikan jawaban terkait dengan materi MKU Pancasila pada hari ini.

Pancasila sebagai filsafat negara sangat penting karena ia merupakan dasar pemikiran, landasan nilai, dan pedoman bagi seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Dalam konteks ini, filsafat Pancasila mencakup nilai-nilai yang dirumuskan dalam kelima silanya, yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan, yang bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Sebagai mahasiswa, kita mempelajari Pancasila agar dapat memahami dan menghayati dasar negara kita secara lebih mendalam. Pancasila bukan hanya sekadar materi hafalan atau teori, tetapi juga prinsip hidup yang seharusnya menjadi landasan kita dalam berperilaku dan mengambil keputusan, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat. Di perguruan tinggi, kita diajak untuk menggali nilai-nilai ini secara kritis dan analitis, bukan hanya menerima mentah-mentah. Dengan pemahaman yang lebih mendalam, kita diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat identitas nasional dan menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, pentingnya Pancasila sebagai filsafat negara tidak terbatas pada hal teoritis saja. Pancasila mengajarkan kita untuk selalu menghargai perbedaan, menjunjung tinggi keadilan, dan mengutamakan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa, ini relevan karena kita hidup di tengah masyarakat yang plural dan dinamis. Memahami Pancasila sebagai landasan hidup dapat membantu kita menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, dan budaya dalam kehidupan bermasyarakat.