Kiriman dibuat oleh Farika Zahra Azhimah

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

oleh Farika Zahra Azhimah -
Nama : Farika Zahra Azhimah
NPM : 2413053091
Kelas : 3C

1. Metode yg digunakan
Kelebihan: Dalam video tersebut, sudah menggunakan metode pembelajaran yaitu Problem Based Learning (PBL) dan sudah menerapkan Student centered (pembelajaran berfokus pada siswa)
Kekurangan: Ada beberapa sintak fase dalam metode Problem Based Learning (PBL) yang tidak diterapkan

2. Media yg digunakan
Kelebihan: Sudah memanfaatkan teknologi yang ada yaitu dengan menggunakan Layar proyektor sebagai media pembelajaran untuk menampilkan video pembelajaran dan PPT serta guru sudah membuat LKPD untuk dikerjakan oleh peserta didik dengan tujuan untuk mengukur sejauh mana peserta didik memahami materi pembelajaran yang telah disampaikan 
Kekurangan: Video yang ditampilkan tidak terlihat jelas dikarenakan pencahayaan yang tidak baik

3. Penguasaan materi oleh guru
Kelebihan: Dalam video tersebut, guru sudah cukup menguasai materi tentang Kenampakan alam, Litosfer, Atmosfer, Hidrosfer yang ingin disampaikan kepada peserta didik. Guru tersebut tidak hanya meminta peserta didiknya untuk menyimak video pembelajaran dan PPT yg ditampilkan tetapi juga meminta peserta didik untuk berdiskusi memecahkan sebuah masalah yang ada pada permasalahan yang ditampilkan di dalam PPT
Kekurangan: Guru cenderung mengandalkan metode ceramah yang hanya berfokus pada penyampaian informasi secara lisan, sehingga berpotensi membuat siswa bosan dalam pembelajaran dan sulit untuk mengukur pemahaman secara mendalam per tiap peserta didik. Walaupun hanya ada sedikit waktu untuk berdiskusi

4. Pengelolaan kelas
Kelebihan: Dalam video tersebut, guru sudah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan menerapkan beberapa kegiatan motivasi seperti menyanyikan lagu serta bermain ice breaking
Kekurangan: Terlalu bergantung pada satu metode pengelolaan tertentu dapat membatasi kemampuan guru dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa yang beragam

5. Skor untuk guru bu Bety dalam video tersebut yaitu 80

Learning Social Science -> Tugas mandiri

oleh Farika Zahra Azhimah -
Farika Zahra Azhimah
2413053091
*Masalah Sosial: Ketimpangan Infrastruktur Pendidikan di Indonesia

Ketimpangan infrastruktur pendidikan di Indonesia adalah masalah sosial yang serius, karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan dan kesempatan belajar bagi siswa, terutama di daerah-daerah terpencil atau miskin. Ketimpangan infrastruktur pendidikan dapat dilihat dari beberapa aspek, seperti:
1. Keterbatasan fasilitas pendidikan, seperti gedung sekolah, ruang kelas, dan peralatan belajar.
2. Keterbatasan akses ke teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah-sekolah.
3. Keterbatasan sumber daya manusia, seperti guru dan tenaga pendidik yang berkualitas.

*Dampak Ketimpangan Infrastruktur Pendidikan di Indonesia
Ketimpangan infrastruktur pendidikan dapat mempengaruhi kesempatan belajar bagi siswa dan memperburuk ketimpangan sosial-ekonomi di Indonesia. Dampaknya dapat meliputi:
1. Kualitas pendidikan yang rendah, seperti di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terpencil)
2. Kesempatan belajar yang terbatas.
3. Ketimpangan sosial-ekonomi yang meningkat.
4. Kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

*Solusi dari permasalahan
1. Pemerataan Anggaran dan Pembangunan Sekolah melalui kebijakan afirmatif bagi daerah 3T.
2. Pemanfaatan Teknologi Digital seperti platform belajar daring berbasis offline.
3. Distribusi Guru dan Fasilitas Secara Proporsional dengan insentif bagi guru di daerah terpencil.
4. Peningkatan akses ke teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di sekolah-sekolah.
5. Peningkatan kebijakan afirmatif untuk meningkatkan akses ke pendidikan bagi kelompok-kelompok yang kurang beruntung.
6. Kemitraan Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan.

*Landasan Teori
Menurut Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons), lembaga pendidikan berfungsi menjaga keseimbangan sosial melalui pemerataan kesempatan belajar. Ketimpangan infrastruktur mengganggu fungsi tersebut dan menimbulkan ketidakadilan sosial.
Selain itu, Teori Keadilan Sosial John Rawls menekankan bahwa akses pendidikan harus adil bagi semua, terutama kelompok yang paling kurang beruntung.

*Kesimpulan
Ketimpangan infrastruktur pendidikan mencerminkan ketidakadilan sosial yang harus segera diatasi melalui pemerataan kebijakan, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor agar seluruh anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara.