Posts made by Tisya Aulia Anggraeni

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Tisya Aulia Anggraeni -
Nama: Tisya Aulia Anggraeni
NPM: 2413053097
Kelas: 3C

1. Metode yang Digunakan

Kelebihan:
- Guru menggunakan metode demonstrasi dan ceramah interaktif, terlihat dari cara Bu Beti memperkenalkan diri sambil menunjukkan KTP sebagai media nyata.
- Ada unsur student-centered, karena siswa duduk berkelompok sehingga berpotensi mendukung diskusi.

Kekurangan:
- Interaksi guru–siswa tampak masih minim pada bagian video yang terlihat; sebagian siswa terlihat pasif.
- Metode belum sepenuhnya menstimulasi keaktifan verbal siswa (lebih banyak guru yang berbicara daripada siswa).


2. Media yang Digunakan

Kelebihan:
- Menggunakan media nyata (KTP) yang relevan dengan topik perkenalan.
- Penggunaan visual tambahan seperti title “Perkenalan” dapat menarik perhatian.

Kekurangan:
- Media masih terbatas, tidak terlihat penggunaan media pendukung lain seperti gambar, kartu identitas tiruan untuk setiap siswa, atau alat bantu visual lain.
- Tidak tampak pemanfaatan teknologi sederhana seperti LCD/slide atau papan tulis secara aktif.


3. Penguasaan Materi oleh Guru

Kelebihan:
- Guru tampak percaya diri, penyampaian jelas, dan bahasa mudah dipahami.
- Penguasaan konsep perkenalan diri terlihat baik karena guru memberi contoh konkret (menunjukkan identitas diri).

Kekurangan:
- Pada cuplikan yang terlihat, guru belum menggali lebih dalam pemahaman siswa tentang materi (misalnya menanyakan kembali atau memberi latihan langsung).
- Belum terlihat adanya penguatan konsep atau variasi penjelasan.


4. Pengelolaan Kelas

Kelebihan:
- Kelas tersusun rapih, siswa telah duduk dalam kelompok.
- Guru berada di posisi yang tepat (depan kelas) dengan gestur yang jelas.

Kekurangan:
- Beberapa siswa tampak kurang fokus, terutama di bagian belakang dan samping.
- Guru belum terlihat melakukan classroom scanning (mengamati seluruh kelas) karena fokus kamera tertuju pada penyampaian guru saja.
- Aktivitas kelas tampak masih teacher-centered, beberapa siswa terlihat hanya menunggu.


5. Skor Penilaian Guru Bu Beti (1–100)

Berdasarkan potongan video yang terlihat, saya berikan:
Skor: 83 / 100

Alasan:
- Penyampaian jelas dan percaya diri (nilai tinggi).
- Media dan metode cukup baik namun masih bisa ditingkatkan.
- Pengelolaan kelas memadai, tetapi tingkat keaktifan siswa masih terlihat kurang.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Tisya Aulia Anggraeni -
Nama: Tisya Aulia Anggraeni
NPM: 2413053097

1. Contoh Masalah Sosial Kontekstual: Ketimpangan Sosial Ekonomi
Ketimpangan sosial ekonomi merupakan perbedaan mencolok antara kelompok masyarakat kaya dan miskin dalam hal pendapatan, pendidikan, dan akses terhadap layanan publik seperti kesehatan, pekerjaan, serta perumahan. Di Indonesia, ketimpangan ini tampak jelas antara masyarakat perkotaan dan pedesaan. Masyarakat kota lebih mudah mendapatkan pendidikan berkualitas dan pekerjaan bergaji tinggi, sedangkan masyarakat di pedesaan sering kali tertinggal secara ekonomi. Akibat dari kondisi ini, muncul kecemburuan sosial, konflik horizontal, serta perasaan tidak adil di tengah masyarakat. Jika dibiarkan, ketimpangan dapat menyebabkan rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan menghambat pembangunan nasional.

2. Solusi
Untuk mengatasi ketimpangan sosial ekonomi, perlu dilakukan beberapa langkah strategis. Pertama, pemerintah harus memperluas akses pendidikan dan pelatihan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan taraf hidup. Kedua, perlu adanya pemerataan pembangunan ekonomi, seperti penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik di daerah tertinggal untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Ketiga, diterapkan kebijakan redistribusi pendapatan melalui sistem pajak progresif dan subsidi tepat sasaran agar kesejahteraan masyarakat miskin dapat meningkat tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam program pemberdayaan ekonomi berbasis lokal untuk mendorong kemandirian dan mengurangi ketergantungan.

3. Teori yang Relevan
a. Teori Konflik (Karl Marx)
Menurut Karl Marx, ketimpangan sosial ekonomi muncul karena adanya perbedaan kepemilikan alat produksi antara kelas borjuis (pemilik modal) dan proletar (pekerja). Ketika kekuasaan ekonomi hanya dikuasai oleh segelintir orang, maka kelas bawah akan terus tertindas. Oleh karena itu, solusi yang relevan adalah menciptakan kebijakan ekonomi yang lebih adil dan berpihak pada rakyat kecil, seperti distribusi sumber daya dan kesempatan yang merata.

b. Teori Fungsionalisme Struktural (Talcott Parsons)
Parsons berpendapat bahwa masyarakat akan berjalan seimbang jika setiap bagian dalam sistem sosial menjalankan fungsinya dengan baik. Namun, ketimpangan yang terlalu besar dapat mengganggu keseimbangan tersebut. Oleh karena itu, pemerintah harus berperan aktif dalam menciptakan kebijakan sosial-ekonomi yang memastikan setiap lapisan masyarakat dapat berfungsi dan berkontribusi terhadap kestabilan sosial.

4. Kesimpulan
Ketimpangan sosial ekonomi merupakan masalah serius yang dapat memicu konflik dan ketidakstabilan sosial. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya terpadu melalui pemerataan pembangunan, pendidikan yang merata, serta kebijakan ekonomi yang berkeadilan. Berdasarkan teori konflik Karl Marx dan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, solusi terhadap ketimpangan ini adalah dengan menciptakan sistem sosial yang adil dan seimbang. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup harmonis, sejahtera, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.