Kiriman dibuat oleh TRIA ALITASARI ALITA

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

oleh TRIA ALITASARI ALITA -
Nama :Tria Alitasari
npm:2413053088
kelas:3C

1. Metode yang Digunakan

Kelebihan

-Variatif: Terlihat penggunaan metode diskusi kelompok, tanya jawab, pemutaran video, dan presentasi. Ini membuat pembelajaran tidak monoton.
-Student-centered: Siswa aktif berdiskusi dan mempresentasikan hasil kelompok.
-Ada ice breaking: Menyanyi “Lagu Permukaan Bumi” membuat suasana kelas lebih hidup.


Kekurangan

-Instruksi diskusi tidak terlihat sangat jelas dalam cuplikan; bisa jadi ada kelompok yang kurang fokus.
-Waktu kegiatan inti tampak panjang, sehingga risiko siswa mulai jenuh.
-Belum terlihat penguatan atau refleksi pribadi siswa di akhir pembelajaran.

2. Media yang Digunakan

Kelebihan
-Menggunakan PPT, video pembelajaran, dan gambar untuk mengenalkan kenampakan alam.
-Proyektor digunakan dengan cukup baik dan tampak jelas di layar.
-Media mendukung visualisasi materi geografi sehingga siswa lebih mudah memahami.

Kekurangan
-Pencahayaan kelas sangat terang, sehingga layar proyektor agak kurang kontras.
-Media hanya berfokus pada tayangan visual; tidak ada media manipulatif atau benda konkret yang bisa disentuh siswa.
-Belum tampak penggunaan lembar kerja kelompok yang rapi dan seragam.


3. Penguasaan Materi oleh Guru

Kelebihan
-Guru terlihat percaya diri, menjelaskan dengan bahasa yang jelas.
-Tampak menguasai materi tentang jenis-jenis kenampakan alam.
-Menempatkan media sesuai materi (PPT dan video relevan).


Kekurangan
-Tidak terlalu terlihat pendalaman materi seperti memberikan contoh lokal di sekitar siswa.
-Penguatan konsep seperti perbedaan buatan–alami belum tampak jelas dari cuplikan.


4. Pengelolaan Kelas

Kelebihan
-Penataan meja berbentuk kelompok, sangat mendukung diskusi.
-Siswa tampak terlibat aktif, tidak hanya diam.
-Guru bergerak dari depan ke kelompok (meski tidak terlihat intens dalam cuplikan).


Kekurangan
-Beberapa siswa tampak kurang fokus saat menonton video (terlihat dari posisi duduk yang tidak menghadap layar).
-Guru belum tampak menggunakan strategi pengelolaan kelompok seperti pembagian peran (penulis, pembaca, ketua, pelapor).
-Saat presentasi, belum terlihat aturan atau struktur yang kuat agar semua kelompok mendapat giliran merata.


5. Skor untuk Bu Beti (Rentang 1–100)

Berdasarkan cuplikan:

Aspek Skor

Metode 85
Media 80
Penguasaan materi 88
Pengelolaan kelas 78


Total Rata-rata: 83/100

Skor yang saya berikan untuk Bu Beti: 83/100

Pembelajaran sudah sangat baik, kreatif, dan variatif, hanya perlu peningkatan kecil pada pengelolaan kelas dan kedalaman materi.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

oleh TRIA ALITASARI ALITA -
Tria Alitasari
2413053088

Deskripsi Masalah

Di banyak sekolah dasar, masih ditemukan perilaku siswa yang membuang sampah sembarangan, tidak peduli terhadap kebersihan kelas, dan kurang memahami dampak lingkungan dari perilaku tersebut. Hal ini menyebabkan lingkungan sekolah menjadi kotor dan tidak nyaman untuk belajar.

Analisis Teori yang Relevan

Menurut Teori Sosialisasi (Emile Durkheim), perilaku sosial seseorang dibentuk oleh lingkungan sosialnya. Sekolah berperan penting sebagai agen sosialisasi yang menanamkan nilai-nilai dan norma sosial, termasuk kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, Teori Pembelajaran Sosial (Albert Bandura) menyatakan bahwa anak belajar melalui pengamatan dan peniruan terhadap perilaku orang lain, terutama guru dan teman sebaya.

Solusi

1. Pembiasaan dan Keteladanan: Guru dan staf sekolah memberikan contoh nyata dalam menjaga kebersihan.


2. Program Sekolah Bersih: Membentuk tim kebersihan kelas dan jadwal piket rutin yang terpantau.


3. Pendidikan Karakter: Mengintegrasikan nilai kepedulian lingkungan dalam pembelajaran IPS dan kegiatan ekstrakurikuler.


4. Pemberian Penghargaan: Kelas terbersih diberikan apresiasi setiap bulan untuk memotivasi siswa.



Kesimpulan

Masalah sosial di lingkungan sekolah dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan lingkungan sosial sekolah. Dengan penerapan teori sosialisasi dan pembelajaran sosial, siswa dapat membangun kesadaran dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan.