གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Steven Nataniel Kasim

MKU Pancasila TI A -> Forum Tanggapan Video 1

Steven Nataniel Kasim གིས-
Nama: Steven Nataniel Kasim
NPM: 2415061093
Kelas: PSTI -B

Masalah dalam video ini adalah dugaan penyalahgunaan fasilitas negara oleh Nella Maresella, yang memakai kendaraan dinas untuk kepentingan pribadi. Jaksa Jovi Andrea Bachtiar mengkritik tindakan tersebut, tetapi malah dihukum dan dipenjara, memunculkan isu terkait kebebasan berpendapat dan keadilan hukum. Hal ini juga menyoroti adanya perbedaan perlakuan hukum antara pejabat publik dan masyarakat umum, serta potensi penyalahgunaan kekuasaan.

Tuntutan:

1. Untuk Nella Maresella: Jika terbukti bersalah, sanksinya adalah pencabutan hak penggunaan kendaraan dinas dan pemberian sanksi administratif.


2. Untuk Jaksa Jovi Andrea Bachtiar: Tidak seharusnya ia dihukum, karena kritiknya merupakan tindakan sah. Proses hukum terhadapnya harus ditinjau ulang agar ia memperoleh keadilan.

Menurut saya, Kasus ini menunjukkan bagaimana penyalahgunaan kekuasaan dapat berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum. Ketika seseorang seperti Jaksa Jovi Andrea Bachtiar dihukum hanya karena menyuarakan kritik yang sah, hal ini memperlihatkan lemahnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat. Selain itu, perlakuan yang berbeda antara pejabat publik dan masyarakat biasa menciptakan kesan bahwa hukum tidak ditegakkan secara adil. Perlu ada reformasi serius dalam penegakan hukum agar kasus serupa tidak terulang dan kepercayaan publik terhadap institusi negara dapat dipulihkan.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Video Pembelajaran

Steven Nataniel Kasim གིས-
Nama : Steven Nataniel Kasim
NPM : 2415061093
Kelas : PSTI- B

Menurut saya, video "PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA" memberikan wawasan yang sangat penting tentang bagaimana Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara tetapi juga sistem etika yang relevan untuk kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Video ini membahas bagaimana nilai-nilai dalam Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, dan persatuan, dapat diterapkan dalam mengatasi tantangan modern seperti disinformasi, konflik sosial, dan pragmatisme politik. Selain itu, video ini juga menyoroti pentingnya generasi muda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tetap hidup dan diterapkan, terutama di era digital yang penuh dengan tantangan etika. Penekanannya pada harmoni sosial dan penghargaan terhadap perbedaan menjadi poin yang sangat relevan dalam konteks kehidupan bangsa saat ini. Secara keseluruhan, video ini mengingatkan kita akan pentingnya mempraktikkan nilai-nilai Pancasila secara nyata sebagai solusi untuk berbagai masalah sosial dan politik di era modern.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

Steven Nataniel Kasim གིས-
Nama : Steven Nataniel Kasim
NPM : 2415061093
Kelas : PSTI - B

Menurut saya, artikel "Pancasila sebagai Etika Politik di Period Pasca-Kebenaran" sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini, terutama dalam mengatasi dampak period pasca-kebenaran yang ditandai dengan maraknya hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian. Artikel ini dengan jelas menggambarkan bagaimana Pancasila, sebagai dasar negara sekaligus sistem etika, dapat menjadi pedoman ethical dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu poin penting dalam artikel ini adalah peran generasi muda sebagai agen perubahan. Penulis menyoroti perlunya meningkatkan literasi media dan kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam arus informasi palsu. Ini sangat tepat karena generasi muda merupakan pengguna utama media sosial, yang sering menjadi sumber disinformasi. Peningkatan literasi media, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat, adalah langkah konkret yang dapat memperkuat peran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, saya juga sepakat dengan artikel ini bahwa ada banyak tantangan dalam penerapan Pancasila sebagai etika politik, terutama dalam dunia politik yang sering kali pragmatis dan jauh dari nilai-nilai ethical. Pragmatisme politik yang menghalalkan segala cara, termasuk praktik cash legislative issues, menunjukkan lemahnya internalisasi nilai-nilai Pancasila, terutama di kalangan elit politik. Hal ini, menurut saya, menjadi salah satu kendala besar dalam mengembalikan etika politik yang selaras dengan Pancasila.Selain itu, artikel ini menawarkan solusi yang komprehensif, seperti penguatan pendidikan ethical berbasis Pancasila, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran etika, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Menurut saya, solusi-solusi ini sangat mendasar dan perlu segera diimplementasikan, mengingat tantangan time advanced yang semakin kompleks. Secara keseluruhan, menurut saya, artikel ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya Pancasila sebagai etika politik di time pasca-kebenaran. Diperlukan kerja sama antara pemerintah,

MKU Pancasila TI A -> Forum Diskusi 2

Steven Nataniel Kasim གིས-
Tantangan Pancasila sebagai filsafat bangsa makin kompleks, terutama di era globalisasi. Banyak warga, terutama generasi muda, kurang peduli akan pentingnya Pancasila sebagai identitas nasional. Untuk mengatasi hal ini, pendidikan Pancasila harus diintegrasikan ke semua mata pelajaran dan diterapkan lewat kegiatan sehari-hari di sekolah. Teladan dari guru dan tokoh masyarakat juga penting, begitu pula media sosial sebagai sarana edukasi. Pendekatan berbasis budaya lokal dapat memperkuat nilai kebangsaan. Dengan langkah ini, Pancasila dapat menjadi dasar moral yang nyata dan bukan sekadar teori.

MKU Pancasila TI A -> Tanggapan Artikel 1

Steven Nataniel Kasim གིས-
Artikel ini membahas peran filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia, khususnya sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai bangsa. Pancasila digambarkan memiliki pemikiran yang kritis, mendasar, rasional, dan komprehensif, yang penting sebagai fondasi nasional. Artikel ini menguraikan bahwa sistem pendidikan yang berakar pada Pancasila diharapkan mampu mengatasi tantangan sosial, seperti degradasi etika dan peningkatan kriminalitas, melalui penanaman nilai-nilai karakter yang sejalan dengan Pancasila.

Permasalahan yang dibahas mencakup penerapan Pancasila secara efektif dalam pendidikan di berbagai mata pelajaran, bukan hanya di bidang pendidikan kewarganegaraan. Tantangan lain adalah keterbatasan penerapan nilai-nilai Pancasila yang kerap dibatasi oleh fokus pengajaran sesuai bidang studi masing-masing guru. Artikel menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Pancasila dalam semua aspek pendidikan sebagai landasan untuk membentuk karakter bangsa yang kuat dan konsisten.