Nama : Steven Nataniel Kasim
NPM : 2415061093
Kelas : PSTI B
ANALISIS VIDEO PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bukan sekadar mata kuliah wajib, melainkan fondasi utama dalam membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa nasionalisme, semangat kebersamaan, serta pola pikir kritis dan demokratis. PKn berakar pada nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta berbagai regulasi penting, seperti Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang pertahanan dan keamanan, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional, serta kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengatur kurikulum PKn di perguruan tinggi. Sejak zaman pra-kemerdekaan, pendidikan ini telah menjadi alat penting dalam menjaga identitas bangsa serta menanamkan kesadaran bernegara di kalangan generasi muda.
Di tingkat perguruan tinggi, PKn memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kehidupan sosial dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap negara. Melalui PKn, mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya menjunjung tinggi demokrasi, serta bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pendidikan ini juga bertujuan untuk membangun karakter yang kuat, meningkatkan kesadaran hukum, serta menanamkan sikap kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial, politik, dan lingkungan yang terus berkembang.
Di era digital yang penuh dinamika ini, PKn menghadapi tantangan baru, mulai dari perubahan kurikulum, dampak globalisasi, hingga ancaman radikalisme dan maraknya disinformasi yang dapat mengikis rasa nasionalisme generasi muda. Oleh karena itu, PKn harus terus berkembang dan beradaptasi agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. Pendidikan ini tidak hanya harus mencetak mahasiswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berkomitmen terhadap bangsa, serta siap menghadapi tantangan global. Ke depannya, PKn diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing tinggi, serta mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas Indonesia.