Posts made by Steven Nataniel Kasim

MKU PSTI A dan B 2024 -> FORUM ANALISIS JURNAL

by Steven Nataniel Kasim -
Nama: Steven Nataniel Kasim
NPM: 2415061093
Kelas: PSTI B

Jurnal berjudul "Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia melalui Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani" yang ditulis oleh Aulia Rosa Nasution membahas pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membangun karakter generasi muda Indonesia. Penulis menekankan bahwa setelah jatuhnya Orde Baru, Indonesia mengalami transisi menuju sistem demokrasi yang lebih terbuka. Namun, dalam proses ini masih banyak tantangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip demokrasi yang sesungguhnya dan maraknya praktik politik yang menyimpang. Oleh karena itu, PKn berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, hak asasi manusia (HAM), serta membangun budaya demokrasi yang lebih matang.

Jurnal ini juga menyoroti bahwa di tingkat perguruan tinggi, PKn harus dikembangkan agar lebih relevan dengan tuntutan zaman. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami konsep demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan pendekatan yang lebih partisipatif, PKn dapat menjadi sarana untuk membentuk mahasiswa yang berpikir kritis, memiliki kesadaran hukum, serta aktif dalam menjaga integritas dan persatuan bangsa. Secara keseluruhan, jurnal ini menegaskan bahwa PKn bukan hanya sekadar mata kuliah wajib, tetapi juga menjadi fondasi dalam mencetak warga negara yang cerdas, berintegritas, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.
Nama : Steven Nataniel Kasim
NPM : 2415061093
Kelas : PSTI B

ANALISIS VIDEO PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI PERGURUAN TINGGI
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) bukan sekadar mata kuliah wajib, melainkan fondasi utama dalam membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa nasionalisme, semangat kebersamaan, serta pola pikir kritis dan demokratis. PKn berakar pada nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta berbagai regulasi penting, seperti Undang-Undang No. 20 Tahun 1982 tentang pertahanan dan keamanan, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai sistem pendidikan nasional, serta kebijakan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang mengatur kurikulum PKn di perguruan tinggi. Sejak zaman pra-kemerdekaan, pendidikan ini telah menjadi alat penting dalam menjaga identitas bangsa serta menanamkan kesadaran bernegara di kalangan generasi muda.

Di tingkat perguruan tinggi, PKn memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap kehidupan sosial dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap negara. Melalui PKn, mahasiswa diberikan pemahaman mendalam mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, pentingnya menjunjung tinggi demokrasi, serta bagaimana mereka dapat berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Selain itu, pendidikan ini juga bertujuan untuk membangun karakter yang kuat, meningkatkan kesadaran hukum, serta menanamkan sikap kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial, politik, dan lingkungan yang terus berkembang.

Di era digital yang penuh dinamika ini, PKn menghadapi tantangan baru, mulai dari perubahan kurikulum, dampak globalisasi, hingga ancaman radikalisme dan maraknya disinformasi yang dapat mengikis rasa nasionalisme generasi muda. Oleh karena itu, PKn harus terus berkembang dan beradaptasi agar tetap relevan dengan tuntutan zaman. Pendidikan ini tidak hanya harus mencetak mahasiswa yang cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berkomitmen terhadap bangsa, serta siap menghadapi tantangan global. Ke depannya, PKn diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, berdaya saing tinggi, serta mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas Indonesia.

MKU Pancasila TI A -> Forum Menanngapi video 2

by Steven Nataniel Kasim -
Nama: Steven Nataniel Kasim
NPM: 2415061093
Kelas: PSTI -B

Di era digital seperti sekarang, ada kebutuhan mendesak untuk merevitalisasi ideologi Pancasila dengan pendekatan yang lebih modern dan inklusif. Strategi utama yang perlu diterapkan adalah merancang kurikulum yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat secara mudah dan menarik.

Pemerintah perlu mengembangkan materi Pancasila yang adaptif dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan narasi yang relevan. Fokusnya adalah membuat konsep-konsep nasionalisme lebih mudah dipahami, terutama oleh generasi muda yang cenderung kurang tertarik pada pembahasan teoritis yang rumit.

Menurut Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Saidurahman, pembinaan ideologi Pancasila harus dilakukan melalui dua jalur. Pertama, jalur struktural dengan memaksimalkan peran lembaga resmi seperti Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam sosialisasi. Kedua, jalur kultural yang melibatkan institusi pendidikan untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Keberhasilan dari upaya ini tidak hanya diukur dari meningkatnya toleransi masyarakat, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah yang berkeadilan. Sinergi antara pembinaan ideologis yang tepat dan kebijakan sosial yang merata menjadi kunci dalam menjaga relevansi Pancasila di tengah perkembangan zaman.

Tujuan akhirnya adalah mentransformasi Pancasila menjadi pedoman hidup yang dinamis, mampu menjawab tantangan masyarakat digital, sekaligus mempertahankan esensi nilai-nilai luhur kebangsaan. Dengan pendekatan yang relevan dan menyentuh seluruh elemen masyarakat, Pancasila dapat tetap menjadi fondasi utama dalam membangun bangsa yang inklusif, toleran, dan berdaya saing di era global. Hal ini penting untuk memastikan bahwa ideologi Pancasila tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diimplementasikan dalam tindakan nyata di berbagai aspek kehidupan masyarakat.