གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2411011036_ Clara Dwi Adhelina

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 2

2411011036_ Clara Dwi Adhelina གིས-
Nama: Clara Dwi Adhelina
NPM: 2411011036

Izin menanggapi video tersebut.

Menurut saya, sebagai warga negara Indonesia kita wajib mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara kita dari pengaruh-pengaruh ideologi asing seperti liberalisme, komunisme, sosialisme, hingga radikalisme yang sangat bertentangan.

Era digital bagi generasi muda sangat berpengaruh terhadap ketahanan ideologi Pancasila, generasi muda adalah kelompok yang rentan menerima dan terpengaruh ideologi asing. Oleh karena itu, sebagai generasi muda harus bisa menanamkan dan memperkuat nilai-nilai ideologi agar tidak luntur dengan menyaring informasi dan perubahan yang ada.

Untuk tetap mempertahankan nilai ideologi di era digital, khususnya bagi mahasiswa dan siswa harus diadakan pendidikan dan sosialisasi, termasuk sosialisasi empat pilar untuk membangun kesadaran ideologi yang kuat.

Selain itu, menjaga keutuhan dan ketahanan ideologi adalah peran wajib seluruh warga negara Indonesia, yang menekankan pada kolaborasi dan implementasi nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Permasalahan yang dibahas berkaitan dengan peningkatan penggunaan internet dan media digital sehingga ancaman ideologi asing mudah masuk dan memengaruhi masyarakat, apalagi merupakan yang mudah terhasut dan menerima informasi dari luar secara suka rela tanpa memilah. Informasi yang beredar memengaruhi krisis identitas masyarakat, sehingga masyarakat perlu beradaptasi dengan perubahan tanpa menghilangkan identitas nasionalnya secara efektif.

Kekuatan dan pondasi ketahanan pancasila sebagai ideologi di era digital adalah tanggung jawab bersama dalam menghadapi perubahan dan adaptasi ideologi-ideologi baru tanpa meninggalkan ideologi nasional kita. Peran aktif dari semua kalangan masyarakat sangat penting dalam menjaga persatuan, identitas, dan kesejahteraan bersama.

Sekian, terima kasih.

MKU Pancasila Manajemen A -> forum tanggapan video 1

2411011036_ Clara Dwi Adhelina གིས-
Nama: Clara Dwi Adhelina
NPM: 2411011036
Selamat sore Pak Roy dan teman-teman semuanya. Izinkan saya menanggapi video pembelajaran pada pertemuan ke-empat belas ini.
Pada video tersebut ada tiga poin penting yang menjadi sorotan kasus ini, yakni;
  1. Upaya Kriminalisasi: Jaksa Jovi mengklaim dirinya menjadi korban kriminalisasi setelah menyampaikan kritik terhadap penggunaan mobil dinas oleh Nela Marcela di media sosial. Tuduhan dalam dakwaan menyatakan bahwa Jaksa Jovi menuduh Nela Marcela menggunakan mobil dinas untuk tujuan tertentu, yang dibantah keras oleh Jovi. Ia menegaskan bahwa kritiknya hanya bertujuan untuk mendorong penggunaan aset negara yang lebih bertanggung jawab.
  2. Perbuatan Sewenang-wenang: Jaksa Jovi juga melaporkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Siti Kholijah Arahab, mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut berdampak pada reputasinya di institusi hukum.
  3. Upaya Pemberhentian: Jaksa Jovi mengungkapkan adanya upaya dari Siti Kholijah untuk memecatnya. Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan terhadap perilaku penggunaan mobil dinas semata-mata demi transparansi dan penegakan hukum.
Pada video berisikan kasus upaya kriminalisasi, perbuatan sewenang-wenang, dan upaya pemberhentian dialami jaksa Jovi Andre yang dilaporkan ke Komisi 3 DPR. Hal itu terjadi akibat perbuatannya yang mengritik Nella Marsela melalui media sosial Tiktok pribadinya mengenai permasalahan penggunaan mobil dinas sebagai kepentingan pribadi.

Nilai-nilai Pancasila mengedepankan keadilan sosial, keterbukaan dan transparansi, kemanusiaan yang adil dan beradab, serta tanggung jawab. Dalam konteks ini:
  1. Menerapkan sikap keadilan sosial: Dalam situasi dan menghadapi kritik, penting untuk memastikan bahwa setiap individu menerima perlakuan yang adil dan sama di hadapan hukum. Pihak hukum harus melihat dan mendengar kesaksian dua pihak, supaya tidak berat sebelah, dan dalam penyelesaian masalah harus dilakukan dengan berdasarkan fakta dan bukti yang kuat, bukan semata-mata berdasarkan asumsi yang merugikan.
  2. Sifat keterbukaan dan transparansi: Dalam bidang hukum sangat penting menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pihaknya, hal itu dilakukan dengan cara menjaga keterbukaan dan transparansi dalam menangani masalah yang muncul.
  3. Sifat kemanusiaan yang adil dan beradab : Pada proses hukum, penting untuk memastikan bahwa seluruh pihak diperlakukan dengan beradab, sama dan setara dalam menghadapi martabat manusia, hal itu digunakan untuk mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur.
  4. Sikap tanggung Jawab: Sebagai pengguna media sosial harus paham dalam menyikapi dan bertindak dalam menanggapi sesuatu. Bisa saja, ungkapan sederhana dan tindakan yang kita lakukan akan menimbulkan petaka dan konsekuensi yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan. Begitu juga bagi pihak yang diberikan fasilitas, terlebih fasilitas pemerintah harus digunakan sesuai dengan prosedur, aturan, dan ketentuan yang berlaku.
Kita tahu bahwa sekarang ini adalah eranya perkembangan IPTEK yang semakin tinggi, sebagai pengguna harus bijak dalam menggunakannya. Sebagai pengguna medsos harus pintar dalam menjaga etika komunikasi, dan pendidikan literasi digital.

Sekian, terima kasih.
Nama: Clara Dwi Adhelina
NPM: 2411011036

Selamat siang Pak Roy dan teman-teman semuanya, izin kan saya memberi tanggapan terkait video “Pancasila Sebagai Sistem Etika”.

Penjabaran materi terkait “Pancasila Sebagai Sistem Etika”, memberikan pemahaman bagi pendengar bahwa, etika menjadi suatu ilmu pengetahuan normatif terkait nilai baik dan buruk, benar ataupun salah. Sebagai sistem etika Pancasila menuntut relevansi nilai-nilai, khususnya untuk menuntun bangsa dan mahasiswa di pendidikan dalam bersikap dan bertingkah laku untuk mampu mengembangkan moralitas dalam diri, sehingga sikap spiritualitas berbangsa dan bernegara mampu dicapai. Pancasila sebagai way of life bukan hanya sebagai jargon atau bacaan saat upacara, namun sebagai pedoman hidup yang nyata.

Sebagai sistem etika sering mengalami pasang surut, seperti;
1. Perubahan tatanan kehidupan sosial dan budaya masyarakat, sehingga generasi muda dihadapkan pada keadaan berbeda yang mengarah pada hal-hal negatif, seperti pergaulan bebas, dan kenakalan remaja.
2. Wibawa pemerintah yang luntur, hal ini memicu ketidakpercayaan warga negara terhadap pemerintah, sehingga memicu apatis terhadap program yang dirancang pemerintah.
3. Muncul konsep liberal dan kapitalisme yang menimbulkan dampak ketimpangan kehidupan masyarakat, sehingga keresahan, peningkatan kejahatan dan kriminalitas akibat ketimpangan ekonomi.
4. Penegakan hukum yang tidak menjunjung tinggi keadilan memicu kehidupan yang tidak taat hukum, sehingga hukum dipandang sebelah mata dan main hakim sendiri.
5. Perkembangan IPTEK memicu penyimpangan seperti hacker dan cyber bullying.

Pancasila sebagai sistem etika harus dijadikan landasan agar tercipta tatanan kehidupan yang tertib aman dan sejahtera. Namun, muncul perilaku kehidupan yang jauh dari nilai-nilai, karena ketidakmampuan dalam memaknai dalam kehidupan praktis memicu konsep berpikir yang tidak mencerminkan jiwa Pancasila. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa harus bertanggungjawab dalam memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan. Dengan dasar konsisten yang kuat, mahasiswa mampu menjadi agen perubahan bangsa dan negara ke arah yang baik.

Sekian dari saya, selamat siang.