Nama: Clara Dwi Adhelina
NPM: 2411011036
Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman semua. Izin memberikan tanggapan mengenai dinamika dan tantangan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu yang telah diuraikan dalam video kita tahu bahwa;
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, belum berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia, namun lebih berorientasi pada kebutuhan pasar.
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memunculkan tantangan:
1. Kapitalisasi: Penguasa perekonomian dunia berakibat pada ruang penerapan nilai-nilai Pancasila sebagai ilmu menjadi terbatas. Kapitalisasi bisa dihadapi dengan upaya gotong royong serta kolaborasi pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya agar mampu mengintegrasikan nilai Pancasila demi menghasilkan penelitian untuk kepentingan bersama.
2. Globalisasi: Lemahnya saing bangsa Indonesia dalam pengembangan IPTEK, sehingga masyarakat Indonesia lebih berkedudukan sebagai konsumen daripada produsen. Upaya yang bisa dilakukan dalam menghadapi globalisasi melalui investasi, riset dan pengembangan IPTEK sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang ideal.
3. Konsumerisme: Negara Indonesia menjadi pasar produk teknologi yang lebih maju akan IPTEK-nya. Upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi tantangan ini melalui penerapan kebijakan pemerintah dalam mendukung dan mempromosikan produksi dalam negeri melalui kemudahan IPTEK.
4. Pragmatisme: Kemampuan kerja, kepuasan, dan hasil yang memengaruhi perilaku. Peningkatan nilai-nilai Pancasila dalam perguruan tinggi itu penting agar membangun moral, etika, dan adab terutama dalam bidang sains dan teknologi.
Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai landasan hidup, dalam penerapan sebagai ilmu berperan sebagai pembentukan moral, etika, adab, dan pemandu arah hidup. Dengan berdasar pada nilai-nilai Pancasila memiliki peran penting dalam menyikapi perkembangan IPTEK yang tetap berorientasi pada kesejahteraan, kemanusiaan, dan keadilan. Tantangan di atas perlu di sikapi dengan bijak dan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan sangat diperlukan. Kita tahu bahwa bangsa Indonesia memang kuat akan budaya dan religi, sehingga pengembangan ilmu harus tetap berdasar pada ideologi bangsa agar ilmu berorientasi pada arah yang jelas.
Sekian dari saya, terima kasih.
Selamat pagi.