Posts made by Salsabila Cintami Addri_2411011033

Nama: Salsabila Cintami Addri
NPM: 2411011033
Kelas Manajemen A

Assalamualaikum Warahmatulllahi Wabarakatuh, selamat pagi Bapak Roy,
izin memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan pada video yang berjudul "Dinamika dan Tantangan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu"

Pentingnya Pancasila dalam penerapan ilmu berdasarkan materi yang disampaikan yaitu pancasila memiliki peran yang sangat krusial dalam pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan di Indonesia karena beberapa alasan fundamental. Pertama, Pancasila berfungsi sebagai landasan ideologis yang memberikan arah dan orientasi yang jelas dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan nilai-nilai dan kepribadian bangsa Indonesia. Tanpa landasan Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia berisiko kehilangan jati dirinya dan hanya akan mengikuti arus global tanpa mempertimbangkan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya bangsa.

Berdasarkan materi yang disampaikan, kita dapat melihat beberapa tantangan serius yang dihadapi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Kapitalisasi, globalisasi, dan konsumerisme telah menciptakan situasi di mana Indonesia lebih cenderung menjadi konsumen daripada produsen ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sangat memprihatinkan karena menunjukkan ketergantungan yang tinggi terhadap negara lain dan lemahnya daya saing bangsa dalam pengembangan IPTEK.

Pancasila menjadi sangat penting karena dapat menjadi solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Dengan berlandaskan pada Pancasila, pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dapat:

1. Mengedepankan kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga ilmu pengetahuan yang dikembangkan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan material tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

2. Memperkuat persatuan Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang memperhatikan kepentingan nasional dan tidak hanya mengikuti tuntutan pasar global.

3. Mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan terkait arah pengembangan ilmu pengetahuan, sehingga dapat mengakomodasi berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

4. Mewujudkan keadilan sosial dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan, sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pragmatisme yang disebutkan dalam materi sebagai salah satu tantangan perlu diimbangi dengan nilai-nilai Pancasila agar orientasi pada hasil dan kepuasan tidak mengesampingkan aspek-aspek penting lainnya seperti etika, moral, dan kebermanfaatan bagi masyarakat luas. Indonesia yang memiliki akar budaya dan religi yang kuat seharusnya dapat mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Seperti yang ditegaskan di akhir materi, para ilmuwan Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi melalui ilmunya dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Ini menjadi sangat penting mengingat saat ini pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia masih cenderung berorientasi pada kebutuhan pasar dan belum sepenuhnya berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

Untuk itu, diperlukan upaya yang lebih serius untuk mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu, tidak hanya pada tataran wacana tetapi juga dalam bentuk kebijakan konkret dan aplikasi nyata. Dengan demikian, pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia dapat berkembang dengan arah yang jelas, tetap mempertahankan jati diri bangsa, dan memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Terimakasihh
Nama: Salsabila Cintami Addri
NPM: 2411011033
Kelas Manajemen A

Assalamualaikum Warahmatulllahi Wabarakatuh, selamat pagi Bapak Roy, izin memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan pada video ke 1

Berikut adalah penjelasan mengenai masalah serta materi yang dijelaskan dalam video tersebut:

Masalah yang Diangkat:

Jovi menjadi sorotan setelah mengunggah kritik di media sosial mengenai rekannya, Nella Marsella, yang diduga menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Unggahan tersebut berujung pada laporan hukum terhadap Jovi karena dianggap melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dengan menyebarkan informasi yang merugikan nama baik Nella. Selama audiensi, Jovi ditegur oleh anggota DPR karena dianggap tidak menggunakan bahasa yang pantas dalam menyampaikan pendapatnya. Teguran ini menekankan pentingnya menjaga etika dan kesopanan dalam forum resmi. Jovi mengklaim bahwa tindakan hukum terhadapnya merupakan upaya kriminalisasi dan perbuatan sewenang-wenang dari mantan Kepala Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan. Ia berargumen bahwa kritik yang disampaikannya adalah untuk kepentingan umum dan tidak melanggar hukum.

•Penerapan Nilai Pancasila: Dalam konteks ini, penting untuk mempertimbangkan bagaimana penggunaan media sosial seharusnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial dan etika dalam berkomunikasi. Penggunaan media sosial harus dilakukan dengan bijak agar tidak menimbulkan konflik atau pelanggaran hukum.

Materi yang Dijelaskan yaitu yang pertama Etika Berkomunikasi. Video ini menyoroti pentingnya etika dalam berkomunikasi di media sosial, terutama bagi individu yang memiliki jabatan publik. Penggunaan media sosial harus mempertimbangkan dampaknya terhadap reputasi dan hubungan antar rekan kerja. Yang ke dua Perkembangan Teknologi. Dengan kemajuan teknologi, platform media sosial memberikan ruang bagi individu untuk menyuarakan pendapat. Namun, hal ini juga menuntut tanggung jawab dari pengguna untuk menjaga kesopanan dan menghormati orang lain. Yang ke tiga Nilai Pancasila dalam Digitalisasi. Materi juga menekankan perlunya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam setiap interaksi di dunia maya. Ini mencakup sikap saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi. Yang ke empat Etika Penggunaan Media Sosial. Video ini menyoroti pentingnya etika dalam berkomunikasi melalui media sosial, terutama bagi pegawai negeri. Penggunaan kata-kata yang sopan dan menghormati orang lain sangat penting untuk menciptakan lingkungan komunikasi yang sehat. Yang ke lima Penerapan Nilai Pancasila. Dalam konteks perkembangan teknologi, penggunaan media sosial harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan sosial dan saling menghormati. Setiap individu diharapkan untuk bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut saat berinteraksi di platform digital. Terakhir, Dampak Negatif Media Sosial. Materi juga membahas dampak negatif dari penyebaran informasi di media sosial, termasuk potensi pencemaran nama baik dan konflik interpersonal. Hal ini menunjukkan perlunya regulasi dan kesadaran akan konsekuensi dari tindakan di dunia maya.
Nama: Salsabila Cintami Addri
NPM: 2411011033
Kelas Manajemen A

Assalamualaikum Warahmatulllahi Wabarakatuh, selamat pagi Bapak Roy, izin memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan pada video ke 2.

Video yang membahas "Ketahanan Ideologi Pancasila di Era Digital" mengangkat isu penting mengenai tantangan yang dihadapi oleh ideologi Pancasila di tengah arus informasi yang cepat dan beragam. Berikut adalah tanggapan mengenai isi materi dan masalah yang dibahas dalam video tersebut.

•Tanggapan Mengenai Isi Materi
Pertama, Pentingnya Ketahanan Ideologi. Video ini menekankan bahwa ketahanan ideologi sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Dalam era digital, di mana informasi dari berbagai ideologi asing mudah diakses, masyarakat perlu memiliki kesadaran dan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Yang ke dua Ancaman Ideologi Asing. Dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, yang mencapai lebih dari 212 juta, ancaman dari ideologi luar seperti liberalisme, komunisme, dan radikalisme semakin nyata. Video ini mengajak penonton untuk waspada terhadap adiksi ideologi asing yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang ke tiga Peran Generasi Muda. Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dari informasi yang salah atau propaganda. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan pemuda menjadi prioritas untuk membangun ketahanan ideologi. Terakhir, Sosialisasi Nilai Pancasila. Video ini juga menjelaskan mekanisme sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui berbagai cara, baik secara struktural maupun kultural. Ini termasuk dialog empat pilar kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan, dan kegiatan seni budaya yang bertujuan untuk memperkuat identitas nasional.

•Masalah yang Dibahas
Pertama, Perang Ideologis Modern. Video ini menggambarkan situasi saat ini sebagai "perang modern" di mana ideologi asing berinteraksi dengan Pancasila. Hal ini memerlukan upaya aktif untuk mempertahankan ideologi nasional agar tidak tergerus oleh pengaruh luar. Yang ke dua Kewajiban Warga Negara. Dalam konteks UUD 1945, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam usaha mempertahankan negara. Ini menunjukkan bahwa ketahanan ideologi bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Terakhir, Pendidikan dan Pembiasaan Nilai. Video menyoroti pentingnya pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui pembiasaan seperti doa sebelum kegiatan dan menyanyikan lagu-lagu nasional, nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam sejak dini.
Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat Indonesia dapat menjaga ketahanan ideologinya di tengah tantangan digitalisasi dan globalisasi, serta perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.
Nama: Salsabila Cintami Addri
NPM: 2411011033
Kelas Manajemen A

Assalamualaikum Warahmatulllahi Wabarakatuh, selamat pagi Bapak Roy, izin memberi tanggapan terhadap materi yang disampaikan pada video ke 2.

Video yang membahas "Ketahanan Ideologi di Era Digital" mengangkat isu penting mengenai tantangan yang dihadapi oleh ideologi Pancasila di tengah arus informasi yang cepat dan beragam. Berikut adalah tanggapan mengenai isi materi dan masalah yang dibahas dalam video tersebut.

•Tanggapan Mengenai Isi Materi
Pertama, Pentingnya Ketahanan Ideologi. Video ini menekankan bahwa ketahanan ideologi sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia. Dalam era digital, di mana informasi dari berbagai ideologi asing mudah diakses, masyarakat perlu memiliki kesadaran dan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. Yang ke dua Ancaman Ideologi Asing. Dengan meningkatnya pengguna internet di Indonesia, yang mencapai lebih dari 212 juta, ancaman dari ideologi luar seperti liberalisme, komunisme, dan radikalisme semakin nyata. Video ini mengajak penonton untuk waspada terhadap adiksi ideologi asing yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara. Yang ke tiga Peran Generasi Muda. Generasi milenial dianggap sebagai kelompok yang paling rentan terhadap pengaruh negatif dari informasi yang salah atau propaganda. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila di kalangan pemuda menjadi prioritas untuk membangun ketahanan ideologi. Terakhir, Sosialisasi Nilai Pancasila. Video ini juga menjelaskan mekanisme sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui berbagai cara, baik secara struktural maupun kultural. Ini termasuk dialog empat pilar kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan, dan kegiatan seni budaya yang bertujuan untuk memperkuat identitas nasional.

•Masalah yang Dibahas
Pertama, Perang Ideologis Modern. Video ini menggambarkan situasi saat ini sebagai "perang modern" di mana ideologi asing berinteraksi dengan Pancasila. Hal ini memerlukan upaya aktif untuk mempertahankan ideologi nasional agar tidak tergerus oleh pengaruh luar. Yang ke dua Kewajiban Warga Negara. Dalam konteks UUD 1945, setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban untuk ikut serta dalam usaha mempertahankan negara. Ini menunjukkan bahwa ketahanan ideologi bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat secara keseluruhan. Terakhir, Pendidikan dan Pembiasaan Nilai. Video menyoroti pentingnya pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Melalui pembiasaan seperti doa sebelum kegiatan dan menyanyikan lagu-lagu nasional, nilai-nilai kebangsaan dapat tertanam sejak dini.
Secara keseluruhan, video ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana masyarakat Indonesia dapat menjaga ketahanan ideologinya di tengah tantangan digitalisasi dan globalisasi, serta perlunya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.