Nama : Roro anggun trihapsari
NPM : 2411011035
Kelas : manajemen
Hasil analisis video yang telah diberikan yaitu menurut saya
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Perjalanan demokrasi di Indonesia tidaklah mudah. Sejak merdeka tahun 1945, bangsa ini harus menghadapi banyak tantangan. Pada awal kemerdekaan (1945–1949), fokus utama adalah mempertahankan kemerdekaan dari Belanda, jadi demokrasi belum bisa berjalan dengan baik.
Lalu, saat masa Demokrasi Parlementer (1950–1959), Indonesia mencoba sistem demokrasi liberal. Banyak partai politik muncul dan Pemilu pertama digelar tahun 1955. Tapi karena sering terjadi pergantian kabinet dan konflik antar partai, pemerintahan jadi tidak stabil.
Setelah itu, Presiden Soekarno menerapkan Demokrasi Terpimpin (1959–1965). Sayangnya, sistem ini lebih otoriter karena kekuasaan banyak dipegang oleh presiden. Kebebasan berpendapat dan peran partai politik pun dibatasi.
Di masa Orde Baru (1966–1998) di bawah Presiden Soeharto, demokrasi semakin lemah. Pemerintah terlihat stabil dan ekonomi tumbuh, tapi rakyat sulit menyampaikan kritik. Pemilu hanya formalitas dan semua kekuasaan terpusat di pemerintah.
Setelah Reformasi tahun 1998, Indonesia mulai membuka diri. Pemilu langsung dilakukan, daerah diberi wewenang lebih (otonomi), dan masyarakat lebih bebas menyampaikan pendapat. Meski begitu, masih ada masalah seperti korupsi, politik uang, dan pengaruh kelompok elite yang terlalu kuat.
Pendapat Saya
Menurut saya, demokrasi di Indonesia sudah berkembang pesat, tapi masih butuh banyak perbaikan. Demokrasi bukan cuma soal pemilu, tapi juga soal kejujuran, keterbukaan, dan kesadaran rakyat. Kita harus terus belajar, mengawasi pemimpin, dan menjaga agar demokrasi benar-benar berpihak pada rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang.
NPM : 2411011035
Kelas : manajemen
Hasil analisis video yang telah diberikan yaitu menurut saya
Perkembangan Demokrasi di Indonesia
Perjalanan demokrasi di Indonesia tidaklah mudah. Sejak merdeka tahun 1945, bangsa ini harus menghadapi banyak tantangan. Pada awal kemerdekaan (1945–1949), fokus utama adalah mempertahankan kemerdekaan dari Belanda, jadi demokrasi belum bisa berjalan dengan baik.
Lalu, saat masa Demokrasi Parlementer (1950–1959), Indonesia mencoba sistem demokrasi liberal. Banyak partai politik muncul dan Pemilu pertama digelar tahun 1955. Tapi karena sering terjadi pergantian kabinet dan konflik antar partai, pemerintahan jadi tidak stabil.
Setelah itu, Presiden Soekarno menerapkan Demokrasi Terpimpin (1959–1965). Sayangnya, sistem ini lebih otoriter karena kekuasaan banyak dipegang oleh presiden. Kebebasan berpendapat dan peran partai politik pun dibatasi.
Di masa Orde Baru (1966–1998) di bawah Presiden Soeharto, demokrasi semakin lemah. Pemerintah terlihat stabil dan ekonomi tumbuh, tapi rakyat sulit menyampaikan kritik. Pemilu hanya formalitas dan semua kekuasaan terpusat di pemerintah.
Setelah Reformasi tahun 1998, Indonesia mulai membuka diri. Pemilu langsung dilakukan, daerah diberi wewenang lebih (otonomi), dan masyarakat lebih bebas menyampaikan pendapat. Meski begitu, masih ada masalah seperti korupsi, politik uang, dan pengaruh kelompok elite yang terlalu kuat.
Pendapat Saya
Menurut saya, demokrasi di Indonesia sudah berkembang pesat, tapi masih butuh banyak perbaikan. Demokrasi bukan cuma soal pemilu, tapi juga soal kejujuran, keterbukaan, dan kesadaran rakyat. Kita harus terus belajar, mengawasi pemimpin, dan menjaga agar demokrasi benar-benar berpihak pada rakyat, bukan hanya untuk kepentingan segelintir orang.