Kiriman dibuat oleh Sakhi Fauzan

PO R20B Ganjil 2025 -> responsi 7 -> RESPONSI -> Re: RESPONSI

oleh Sakhi Fauzan -
Nama : Sakhi Fauzan
Npm : 2451011019

Assalamu'alaikum Bu Nova dan kawan-kawan. Izin memberikan responsi terhadap pertanyaan diatas.

1. 1. Dalam organisasi modern, tim semakin populer karena tuntutan lingkungan bisnis yang rumit. Tantangan kerja saat ini lebih kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas fungsi. Teknologi komunikasi juga mempermudah koordinasi antaranggota tim. Selain itu, budaya organisasi yang menekankan inovasi dan partisipasi karyawan turut mendorong penggunaan tim. Popularitas tim tumbuh karena mereka terbukti meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan kepuasan kerja melalui keterlibatan anggota.
2. 1. Kelompok : sekumpulan orang yang berkumpul karena tujuan bersama tetapi kontribusinya lebih individual.

2. Tim : sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama yang jelas, saling bergantung satu sama lain, dan bertanggung jawab secara kolektif terhadap hasil. Kerjasama lebih intens, dengan adanya pembagian peran yang spesifik.

3. Tim Fungsional: anggota berasal dari departemen yang sama, fokus pada tugas rutin sesuai fungsi.


2. Tim Lintas Fungsional: berisi anggota dari berbagai departemen untuk menyelesaikan masalah atau proyek tertentu.


3. Tim Virtual: bekerja melalui teknologi, anggota bisa tersebar secara geografis.


4. Tim Proyek: dibentuk sementara untuk mencapai tujuan spesifik, bubar setelah proyek selesai.


5. Tim Mandiri (Self-managed team): tidak memiliki pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri tugas, jadwal, dan pengambilan keputusan.

4. • Tujuan yang jelas
• Komunikasi yang terbuka
• Rasa percaya, komitmen, dan saling menghargai

5. Organisasi dapat menciptakan para pemain tim dengan membangun budaya kerja yang kolaboratif. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan yang menekankan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah. Selain itu, organisasi perlu memberikan penghargaan berbasis tim, sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja sama, bukan hanya mengejar kepentingan pribadi. Kepemimpinan juga berperan penting, di mana pemimpin harus berfungsi sebagai fasilitator yang mendukung dan memberi teladan, bukan sekadar pengarah. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang untuk berkontribusi anggota tim akan merasa memiliki (sense of belonging) sehingga lebih mudah berperan sebagai pemain tim
6. Penggunaan individu lebih tepat dibanding tim ketika tugas yang diberikan bersifat sederhana, rutin, dan dapat diselesaikan secara mandiri. Individu juga lebih efektif ketika organisasi membutuhkan keputusan cepat tanpa harus melalui proses diskusi panjang. Pada pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus atau tanggung jawab yang jelas, individu lebih sesuai karena akurasi dan fokus lebih terjamin. Selain itu, jika biaya membentuk tim lebih besar dibandingkan manfaatnya, maka menyelesaikan pekerjaan secara individu akan lebih efisien. Dengan kata lain, individu lebih cocok digunakan ketika efektivitas, kecepatan, dan spesialisasi menjadi prioritas utama.

PO R20B Ganjil 2025 -> RESPONSI PERTEMUAN 4 -> responsi 4 -> Re: responsi 4

oleh Sakhi Fauzan -
Nama : Sakhi Fauzan
Npm : 2451011019

1. Persepsi adalah cara kita untuk memahami, menafsirkan, dan memberi makna pada sesuatu.

Faktor yang memengaruhinya: karakteristik individu (pengalaman, emosi), target (penampilan, perilaku), dan situasi (waktu, tempat, kondisi).

2. Teori atribusi menjelaskan bagaimana orang menilai penyebab perilaku orang lain. Tiga faktornya diantaranya :
- Kekhususan (distinctiveness) yaitu apakah perilaku itu hanya muncul di situasi tertentu.
- Konsensus (consensus) → apakah orang lain juga melakukan hal yang sama dalam situasi itu.
-Konsistensi (consistency) → apakah perilaku itu sering muncul dari orang yang sama di waktu berbeda.

3. Jalan pintas dalam menilai orang lain biasanya pakai stereotip, efek halo, prasangka, dan penilaian cepat berdasarkan kesan pertama.

4. Persepsi memengaruhi cara kita untuk melihat masalah, jadi keputusan yang diambil bisa sangat tergantung pada bagaimana kita mempersepsikannya.

5. - Rasional: logis, sistematis, pakai semua informasi.
- Rasionalitas terbatas: karena keterbatasan waktu/info, orang hanya cari “cukup baik” bukan yang paling optimal.
- Intuisi: keputusan berdasarkan perasaan atau pengalaman tanpa analisis panjang.

6. - Overconfidence
- anchoring
- hindsight bias
- escalation of commitment

7. Individu : Setiap orang beda dalam kepribadian, pengalaman, nilai cara ambil perbedaan keputusan
Organisasi: Sementara organisasi punya aturan, budaya, sumber daya yang terbatas

8. - Utilitarian: pilih yang memberi manfaat terbesar buat banyak orang.
- Hak individu: melindungi hak dan kebebasan setiap orang.
- Keadilan: memastikan keputusan adil dan tidak diskriminatif.

9. Kreativitas merupakan kemampuan menghasilkan ide-ide baru. Ada 3 tahap model :
1. Persiapan = mengumpulkan info dan pengalaman
2. Inkubasi = proses mengimplementasikan ide
3. Pencerahan = menguji kembali suatu ide yang baru
Nama : Sakhi Fauzan
Npm : 2451011019
Kelas : MKU PKN
Prodi : S1 Manajemen

Assalamualaikum wr.wb. Pak Roy dan teman². Izinkan saya untuk memberikan analisis terkait jurnal tersebut.

Menurut saya, Pandemi Covid-19 telah menjadi ujian besar bagi seluruh bangsa, termasuk Indonesia. Dalam situasi krisis ini, semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui angkat senjata, melainkan dengan kontribusi nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari tenaga medis yang menjadi garda terdepan, aparat yang menjaga ketertiban, hingga masyarakat umum yang mematuhi protokol kesehatan, semua berperan dalam menjaga stabilitas negara.

Kesadaran akan pentingnya gotong royong dan kepedulian sosial menjadi bagian dari implementasi bela negara. Banyak gerakan solidaritas muncul, seperti pembagian sembako, penggalangan dana, hingga penyediaan tempat isolasi mandiri. Sikap saling membantu dan menjaga satu sama lain menunjukkan bahwa semangat kebangsaan tetap hidup meski dalam kondisi sulit.

Di tengah berbagai tantangan, pandemi justru menjadi momen untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air. Bela negara tidak lagi identik dengan perjuangan fisik, tetapi juga mencakup kesediaan untuk berdisiplin, patuh terhadap aturan, dan menjaga kesehatan diri demi kebaikan bersama. Inilah bentuk bela negara modern yang relevan dengan tantangan zaman.
Nama : Sakhi Fauzan
Npm : 2451011019
Kelas : MKU PKN
Prodi : S1 Manajemen

Assalamu'alaikum wr.wb. Pak Roy dan teman². Izinkan saya untuk menganalisis terhadap video tersebut

Menurut saya, Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan suatu bangsa dalam mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi berbagai ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Ketahanan ini bertujuan untuk menjaga integritas, identitas, kelangsungan hidup, serta memperjuangkan tercapainya tujuan nasional. Dua komponen utama dalam ketahanan nasional adalah kemampuan mengembangkan potensi serta menggunakan kekuatan nasional secara optimal.

Pendekatan terhadap ketahanan nasional dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu aspek alamiah (Tri Gatra) dan aspek sosial (Panca Gatra). Tri Gatra meliputi lokasi dan posisi geografis, sumber daya alam, serta keadaan dan kemampuan penduduk. Sementara Panca Gatra mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kedua aspek ini saling berkaitan dan berperan penting dalam membentuk ketahanan yang kokoh dan menyeluruh.

Ancaman terhadap ketahanan nasional dapat bersifat langsung maupun tidak langsung, serta berasal dari dalam atau luar negeri. Ancaman tersebut bisa menyerang unsur Tri Gatra seperti kerentanan geografis atau kekurangan sumber daya, maupun unsur Panca Gatra seperti gangguan ideologi, instabilitas politik, krisis ekonomi, konflik sosial budaya, dan lemahnya pertahanan keamanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ketahanan nasional secara berkelanjutan.