Nama : Sakhi Fauzan
Npm : 2451011019
Assalamu'alaikum Bu Nova dan kawan-kawan. Izin memberikan responsi terhadap pertanyaan diatas.
1. 1. Dalam organisasi modern, tim semakin populer karena tuntutan lingkungan bisnis yang rumit. Tantangan kerja saat ini lebih kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas fungsi. Teknologi komunikasi juga mempermudah koordinasi antaranggota tim. Selain itu, budaya organisasi yang menekankan inovasi dan partisipasi karyawan turut mendorong penggunaan tim. Popularitas tim tumbuh karena mereka terbukti meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan kepuasan kerja melalui keterlibatan anggota.
2. 1. Kelompok : sekumpulan orang yang berkumpul karena tujuan bersama tetapi kontribusinya lebih individual.
2. Tim : sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama yang jelas, saling bergantung satu sama lain, dan bertanggung jawab secara kolektif terhadap hasil. Kerjasama lebih intens, dengan adanya pembagian peran yang spesifik.
3. Tim Fungsional: anggota berasal dari departemen yang sama, fokus pada tugas rutin sesuai fungsi.
2. Tim Lintas Fungsional: berisi anggota dari berbagai departemen untuk menyelesaikan masalah atau proyek tertentu.
3. Tim Virtual: bekerja melalui teknologi, anggota bisa tersebar secara geografis.
4. Tim Proyek: dibentuk sementara untuk mencapai tujuan spesifik, bubar setelah proyek selesai.
5. Tim Mandiri (Self-managed team): tidak memiliki pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri tugas, jadwal, dan pengambilan keputusan.
4. • Tujuan yang jelas
• Komunikasi yang terbuka
• Rasa percaya, komitmen, dan saling menghargai
5. Organisasi dapat menciptakan para pemain tim dengan membangun budaya kerja yang kolaboratif. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan yang menekankan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah. Selain itu, organisasi perlu memberikan penghargaan berbasis tim, sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja sama, bukan hanya mengejar kepentingan pribadi. Kepemimpinan juga berperan penting, di mana pemimpin harus berfungsi sebagai fasilitator yang mendukung dan memberi teladan, bukan sekadar pengarah. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang untuk berkontribusi anggota tim akan merasa memiliki (sense of belonging) sehingga lebih mudah berperan sebagai pemain tim
6. Penggunaan individu lebih tepat dibanding tim ketika tugas yang diberikan bersifat sederhana, rutin, dan dapat diselesaikan secara mandiri. Individu juga lebih efektif ketika organisasi membutuhkan keputusan cepat tanpa harus melalui proses diskusi panjang. Pada pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus atau tanggung jawab yang jelas, individu lebih sesuai karena akurasi dan fokus lebih terjamin. Selain itu, jika biaya membentuk tim lebih besar dibandingkan manfaatnya, maka menyelesaikan pekerjaan secara individu akan lebih efisien. Dengan kata lain, individu lebih cocok digunakan ketika efektivitas, kecepatan, dan spesialisasi menjadi prioritas utama.
Npm : 2451011019
Assalamu'alaikum Bu Nova dan kawan-kawan. Izin memberikan responsi terhadap pertanyaan diatas.
1. 1. Dalam organisasi modern, tim semakin populer karena tuntutan lingkungan bisnis yang rumit. Tantangan kerja saat ini lebih kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi lintas fungsi. Teknologi komunikasi juga mempermudah koordinasi antaranggota tim. Selain itu, budaya organisasi yang menekankan inovasi dan partisipasi karyawan turut mendorong penggunaan tim. Popularitas tim tumbuh karena mereka terbukti meningkatkan kreativitas, mempercepat pengambilan keputusan, serta meningkatkan kepuasan kerja melalui keterlibatan anggota.
2. 1. Kelompok : sekumpulan orang yang berkumpul karena tujuan bersama tetapi kontribusinya lebih individual.
2. Tim : sekelompok orang yang memiliki tujuan bersama yang jelas, saling bergantung satu sama lain, dan bertanggung jawab secara kolektif terhadap hasil. Kerjasama lebih intens, dengan adanya pembagian peran yang spesifik.
3. Tim Fungsional: anggota berasal dari departemen yang sama, fokus pada tugas rutin sesuai fungsi.
2. Tim Lintas Fungsional: berisi anggota dari berbagai departemen untuk menyelesaikan masalah atau proyek tertentu.
3. Tim Virtual: bekerja melalui teknologi, anggota bisa tersebar secara geografis.
4. Tim Proyek: dibentuk sementara untuk mencapai tujuan spesifik, bubar setelah proyek selesai.
5. Tim Mandiri (Self-managed team): tidak memiliki pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri tugas, jadwal, dan pengambilan keputusan.
4. • Tujuan yang jelas
• Komunikasi yang terbuka
• Rasa percaya, komitmen, dan saling menghargai
5. Organisasi dapat menciptakan para pemain tim dengan membangun budaya kerja yang kolaboratif. Hal ini dapat dilakukan melalui pelatihan yang menekankan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan penyelesaian masalah. Selain itu, organisasi perlu memberikan penghargaan berbasis tim, sehingga karyawan termotivasi untuk bekerja sama, bukan hanya mengejar kepentingan pribadi. Kepemimpinan juga berperan penting, di mana pemimpin harus berfungsi sebagai fasilitator yang mendukung dan memberi teladan, bukan sekadar pengarah. Dengan melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan dan memberikan ruang untuk berkontribusi anggota tim akan merasa memiliki (sense of belonging) sehingga lebih mudah berperan sebagai pemain tim
6. Penggunaan individu lebih tepat dibanding tim ketika tugas yang diberikan bersifat sederhana, rutin, dan dapat diselesaikan secara mandiri. Individu juga lebih efektif ketika organisasi membutuhkan keputusan cepat tanpa harus melalui proses diskusi panjang. Pada pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus atau tanggung jawab yang jelas, individu lebih sesuai karena akurasi dan fokus lebih terjamin. Selain itu, jika biaya membentuk tim lebih besar dibandingkan manfaatnya, maka menyelesaikan pekerjaan secara individu akan lebih efisien. Dengan kata lain, individu lebih cocok digunakan ketika efektivitas, kecepatan, dan spesialisasi menjadi prioritas utama.