གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Erlando Kurniawan

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi video Pertemuan 12

Erlando Kurniawan གིས-
Nama : Erlando Kurniawan
Npm : 2411011014
Kelas : A

Selamat siang Pak Roy dan teman-teman semuanya. Izinkan saya menjawab forum diskusi ini.

Dari video itu, pada dasarnya Pancasila bukan hanya sekadar ideologi yang kita hafal, tetapi lebih seperti pedoman moral bagi kita sebagai mahasiswa. Pancasila membantu kita mengembangkan sudut pandang etis dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya mengenal nilai-nilai kebangsaan, tapi juga memahami perbedaan antara etika dan etiket. Etika lebih ke konsep benar-salah yang berlaku universal, sementara etiket lebih pada tata krama yang bisa berbeda di setiap lingkungan.

Video itu juga menyoroti lima tantangan utama yang dihadapi Pancasila di era modern, terutama bagi kita sebagai mahasiswa.

1. Perubahan Sosial yang Cepat
Digitalisasi dan globalisasi membuat budaya dari luar mudah masuk dan bisa bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Ini memengaruhi kita, misalnya dengan munculnya perilaku konsumtif atau sikap individualis yang kurang sesuai dengan prinsip Pancasila.

2. Menurunnya Kepercayaan Terhadap Pemerintah
Banyak orang yang merasa kecewa sehingga tidak peduli lagi pada kebijakan atau program pemerintah. Sikap apatis ini bisa melemahkan rasa persatuan, yang sebenarnya merupakan inti dari sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.

3. Ekonomi Liberal dan Kapitalisme
Sistem ekonomi yang berfokus pada persaingan bebas seringkali meningkatkan kesenjangan sosial. Hal ini dapat menimbulkan keresahan sosial dan bahkan kriminalitas. Sebagai mahasiswa, kita diingatkan bahwa konsep keadilan sosial dalam Pancasila bertujuan untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan pribadi.

4. Ketidakadilan dalam Penegakan Hukum
Ketidakadilan hukum dapat membuat masyarakat, termasuk mahasiswa, kehilangan kepercayaan pada lembaga hukum. Ketika hukum dirasa tidak adil, ada kecenderungan masyarakat merasa tidak lagi terikat pada aturan yang ada.

5. Penyalahgunaan Teknologi
Teknologi yang seharusnya mendukung kemajuan, kadang disalahgunakan untuk kejahatan siber, penipuan, dan perilaku negatif lainnya. Sebagai mahasiswa dan bagian dari generasi digital, kita perlu memanfaatkan teknologi dengan bijak sesuai prinsip-prinsip Pancasila, agar teknologi tidak menjadi sumber masalah sosial baru.

Memahami Pancasila sebagai sistem etika ini sangat penting untuk membentuk karakter kita dan membuat keputusan yang lebih bijaksana. Nilai-nilai Pancasila, seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan kebijaksanaan, bisa membantu kita menghadapi tantangan globalisasi dan menjaga keharmonisan di masyarakat.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Menjawab Artikel

Erlando Kurniawan གིས-
Nama : Erlando Kurniawan
Npm : 2411011014
Kelas : A

Assalamualaikum Pak Roy dan teman-teman semuanya. Izinkan saya menjawab forum diskusi ini.

Artikel ini membahas tentang peran Pancasila sebagai filsafat yang mendasari pendidikan di Indonesia, menyatakan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga panduan dalam membangun karakter bangsa melalui pendidikan. Nilai-nilai dalam Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan dianggap sangat relevan untuk diterapkan dalam sistem pendidikan nasional guna membentuk generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang kuat. Pendekatan pendidikan berlandaskan Pancasila dipandang dapat memberikan kontribusi besar dalam mengatasi berbagai masalah sosial di Indonesia, seperti menurunnya etika kolektif, meningkatnya kenakalan remaja, dan fenomena korupsi. Artikel ini menekankan bahwa pendidikan yang menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dapat membantu membangun masyarakat yang lebih adil dan sejahtera. Penerapan Pancasila dalam pendidikan juga dianggap sebagai cara strategis untuk mempertahankan identitas bangsa dan memelihara nilai-nilai luhur Indonesia.

Artikel ini juga membahas tentang pentingnya pengajaran Pancasila tidak hanya sebagai mata pelajaran, tetapi diintegrasikan ke dalam kurikulum dan praktik pengajaran di berbagai bidang studi. Namun, tantangan muncul ketika hanya pengampu mata pelajaran Pancasila yang diharapkan menanamkan nilai-nilai tersebut, sementara bidang studi lain kurang dilibatkan. Artikel ini mengusulkan bahwa Pancasila seharusnya menjadi dasar dalam semua proses pembelajaran agar setiap peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang pendidikan, Pancasila dianggap sebagai sumber nilai dan norma yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, seperti membangun pemahaman tentang kemanusiaan dan persatuan. Dengan mengutamakan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, diharapkan lahir generasi yang siap menghadapi tantangan dunia modern, namun tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya bangsa.

Kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa Pancasila sangat penting sebagai dasar pendidikan di Indonesia. Pancasila bukan hanya ideologi negara, tapi juga panduan moral yang mendasari tujuan pendidikan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai pondasi, diharapkan pendidikan di Indonesia tidak hanya menghasilkan siswa yang pintar secara akademis, tetapi juga berkarakter kuat dan selaras dengan nilai-nilai bangsa, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan. Penerapan Pancasila dalam pendidikan diharapkan bisa membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan modern, sekaligus menjaga jati diri dan budaya Indonesia.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Jawab pertanyaan

Erlando Kurniawan གིས-
Nama : Erlando Kurniawan
Npm : 2411011014
Kelas : A

Assalamualaikum Pak Roy dan teman-teman semuanya. Izinkan saya menjawab forum diskusi ini.

1. Pancasila sangat penting sebagai dasar negara karena berisi nilai-nilai utama yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa untuk mengatur kehidupan bersama. Sebagai pedoman moral dan etika, Pancasila mengatur hubungan antarwarga negara agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur. Setiap sila dalam Pancasila saling berkaitan dan mendukung satu sama lain, menjadikannya landasan filosofis yang membimbing sikap dan perilaku masyarakat Indonesia.

2. Pancasila dipelajari di perguruan tinggi karena merupakan dasar ideologi bangsa Indonesia. Mempelajari Pancasila membantu para mahasiswa memahami dan menghayati nilai-nilai seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan yang penting dalam kehidupan berbangsa. Pendidikan Pancasila juga membentuk karakter dan kesadaran sosial, mempersiapkan kita menghadapi tantangan modern, seperti korupsi dan intoleransi.

MKU Pancasila Manajemen A -> Forum Diskusi

Erlando Kurniawan གིས-
Nama : Erlando Kurniawan
Npm : 2411011014
Kelas : A

Assalamualaikum Pak Roy dan teman-teman semuanya. Izinkan saya menjawab forum diskusi ini. 

Pengertian Filsafat :
Filsafat berasal dari kata Yunani "philosophia," yang berarti "mencintai kebijaksanaan". Filsafat memiliki dua makna utama yaitu sebagai proses/ilmu/metode dan sebagai produk/pandangan hidup. Pancasila termasuk dalam filsafat sebagai produk dan pandangan hidup praktis yang berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari bagi masyarakat Indonesia.

Pengertian Filsafat Pancasila :
Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang menjadi substansi ideologi Pancasila. Pancasila dikatakan sebagai filsafat karena merupakan hasil perenungan mendalam para pendiri bangsa, yang diungkapkan dalam suatu sistem. Filsafat Pancasila memberikan pemahaman ilmiah mengenai hakikat Pancasila.

Pancasila sebagai Sistem Filsafat :
Pancasila dapat dibahas sebagai sistem filsafat melalui pendekatan deduktif dan induktif. Pendekatan deduktif yaitu dengan mencari hakikat Pancasila dengan menganalisis dan menyusunnya secara sistematis, sedangkan pendekatan induktif yaitu dengan mengamati gejala-gejala sosial dan menarik makna hakikinya. Pancasila sebagai sistem terdiri dari lima sila yang merupakan satu kesatuan organis saling terkait dan mengkualifikasi satu sama lain.

Ciri Sistem Filsafat Pancasila :
• Pancasila merupakan satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh.
• Sila-sila Pancasila saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan.

Wawasan fisafat meliputi :
• Ontologis menurut Aristoteles adalah imu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika.
• Epistemologis adalah cabang fisafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
• Aksiologis Istiah aksiologi berasal dari kata Yunani axios yang artinya nilai manfaat, dan logos yang artinya pikiran, Imu atau teori

Inti sila-sila Pancasila meliputi:
• Tuhan, yaitu sebagai kausa prima.
• Manusia, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial.
• Satu, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri.
• Rakyat, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong.
• Adil, yaitu memberi keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Kesimpulan :
Membahas Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran yang tidak hanya berlaku bagi bangsa Indonesia, tetapi juga bagi manusia secara umum. Filsafat Pancasila mencakup tiga bidang utama yaitu ontologi/hakikat realitas, epistemologi/hakikat pengetahuan, dan aksiologi/hakikat nilai.