Posts made by Novita Sari Dewi Gultom 2411011003

Nama: Novita Sari Dewi Gultom
NPM: 2411011003

Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman yang saya kasihi. Izinkanlah saya untuk menanggapi isi materi dalam video yang sudah dilampirkan.

Di dalam video itu berbicara mengenai Pancasila sebagai sistem etika yang memiliki peran penting dalam membentuk perilaku dan pengambilan keputusan khususnya mahasiswa di Indonesia. Pancasila bukan sekadar ideologi nasional yang dihafalkan, tetapi pedoman moral yang dapat membantu mahasiswa untuk mengembangkan dimensi etis. Dalam memandang Pancasila sebagai sistem etika, kita sebagai mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengenali nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga mampu membedakan antara etika dan etiket. Etika berfokus pada konsep benar dan salah yang berlaku secara universal, sedangkan etiket berhubungan dengan norma sosial atau tata krama yang berbeda-beda dalam komunitas tertentu.

Video ini juga menyoroti 5 tantangan utama yang dihadapi Pancasila dalam konteks modern, terutama terkait perubahan sosial, yang berdampak langsung kepada kita sebagai mahasiswa.
Tantangan-tantangan tersebut meliputi:

1. Perubahan Sosial yang Cepat :
Perubahan dalam norma dan dinamika masyarakat yang sangat cepat, terutama karena digitalisasi dan globalisasi, membawa pengaruh dari luar yang kadang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Mahasiswa rentan terpengaruh oleh budaya dan perilaku yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Pancasila, seperti perilaku konsumtif dan individualisme.

2. Menurunnya Kewenangan Pemerintah : Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah membuat sebagian besar warga, terutama kaum muda, menjadi apatis atau kurang peduli terhadap inisiatif dan program pemerintah. Hilangnya kepercayaan ini dapat berdampak buruk pada persatuan dan rasa gotong royong, yang merupakan inti dari sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia.

3. Ekonomi Liberal dan Kapitalisme : Sistem ekonomi liberal yang mendorong persaingan bebas dan individualisme sering kali menimbulkan kesenjangan sosial. Kesenjangan ini menyebabkan meningkatnya keresahan sosial dan dapat berujung pada tindakan kriminal. Mahasiswa diingatkan bahwa konsep keadilan sosial dalam Pancasila bertujuan untuk menjaga kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan pribadi.

4. Ketidakadilan dalam Penegakan Hukum :
Ketidakadilan dalam penegakan hukum memunculkan persepsi negatif terhadap lembaga hukum di mata masyarakat. Ketika hukum tidak ditegakkan dengan adil, masyarakat, termasuk mahasiswa, akan kehilangan kepercayaan terhadap keadilan dan kebenaran. Ini dapat mendorong budaya melanggar hukum dan bias yang bertentangan dengan nilai Pancasila.

5. Penyalahgunaan Teknologi:
Teknologi, yang semestinya menjadi alat yang berguna, sering kali disalahgunakan untuk kejahatan siber, penipuan, dan perilaku negatif lainnya. Penggunaan teknologi yang tidak bijak dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dapat menciptakan masalah sosial baru, yang menantang upaya untuk mempertahankan etika dan norma dalam masyarakat. Kita sebagai mahasiswa bahkan sebagai generasi digital itu diingatkan untuk bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi sesuai dengan prinsip-prinsip moral.

Di akhir video, kita diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup yang nyata dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Video ini juga mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi diri, apakah keputusan dan tindakan mereka sudah mencerminkan nilai-nilai Pancasila atau belum. Pancasila bukanlah sekadar teori atau teks seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama di tengah berbagai tantangan modern yang ada.

Dengan memahami peran Pancasila sebagai sistem etika, kita sebagai mahasiswa dapat membangun karakter yang kuat dan membuat keputusan yang lebih baik. Nilai-nilai yang diajarkan oleh Pancasila seperti keadilan, kemanusiaan, persatuan, dan kebijaksanaan akan membantu kita sebagai mahasiswa dalam menghadapi tantangan globalisasi serta menjaga keharmonisan sosial di masyarakat.
Nama: Novita Sari Dewi Gultom
NPM: 2411011003
Kelas: A

Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman. Izinkan saya untuk memberikan tanggapan pada artikel tersebut.

Berdasarkan artikel tersebut, saya jadi mengetahui pembahasan mengenai pentingnya filsafat Pancasila dalam pendidikan di Indonesia sangat relevan, terutama di tengah tantangan modernisasi yang dapat menggerus identitas dan nilai-nilai kebangsaan. Artikel ini menjelaskan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai fondasi filosofis yang membentuk arah dan tujuan pendidikan di Indonesia. Dalam konteks ini, Pancasila bertindak sebagai sumber nilai dan panduan yang mengintegrasikan moralitas dan karakter kebangsaan ke dalam kurikulum pendidikan, baik secara teoritis maupun praktis. Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, diharapkan sistem pendidikan Indonesia dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cakap secara akademis tetapi juga berkepribadian dan bermoral sesuai dengan identitas bangsa.

Permasalahan yang diangkat dalam artikel ini pun sangat signifikan, yaitu tentang kurangnya internalisasi nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh dalam sistem pendidikan. Artikel ini menyoroti bahwa pendidikan Pancasila sering kali hanya difokuskan pada mata pelajaran tertentu seperti Pendidikan Kewarganegaraan, yang membatasi penerapannya di luar mata pelajaran tersebut. Pendekatan ini mempersempit pemahaman siswa terhadap Pancasila sebagai ideologi yang seharusnya menyentuh semua aspek kehidupan. Kekurangan dalam internalisasi nilai-nilai Pancasila secara menyeluruh menyebabkan munculnya fenomena seperti merosotnya etika dan moralitas di kalangan generasi muda, meningkatnya kenakalan remaja, dan lemahnya rasa persatuan di masyarakat. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan Pancasila, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi sebagai pedoman hidup.

Hasil penelitian dalam artikel tersebut memberikan beberapa rekomendasi penting. Salah satu rekomendasi utama adalah perlunya revitalisasi nilai-nilai Pancasila di setiap mata pelajaran melalui pendekatan kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), di mana nilai-nilai Pancasila tidak hanya diajarkan tetapi juga diinternalisasi melalui contoh perilaku dan interaksi dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan sosial yang ada, seperti korupsi, radikalisme, dan berbagai masalah lainnya, dengan membangun karakter pancasilais yang kuat pada peserta didik. Selain itu, artikel ini menekankan pentingnya peran guru dari semua bidang studi untuk secara proaktif mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pengajaran mereka. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar akademis, tetapi juga sebagai agen moral yang memiliki tanggung jawab dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Kesimpulan yang saya tangkap dari artikel ini, yaitu ilmu pendidikan berbasis Pancasila merupakan langkah strategis yang dapat menjaga eksistensi bangsa Indonesia agar tetap berlandaskan pada nilai-nilai luhur. Pendidikan yang didasari Pancasila tidak hanya bertujuan untuk menciptakan manusia yang cerdas dan terampil, tetapi juga yang berkarakter kuat sesuai dengan identitas dan kebudayaan Indonesia. Pandangan ini sangat relevan dalam konteks globalisasi, di mana banyak tantangan yang dapat menggerus nilai-nilai tradisional. Dengan memahami pentingnya Pancasila sebagai fondasi pendidikan, Indonesia dapat membangun sistem pendidikan yang komprehensif, yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa.
Nama: Novita Sari Dewi Gultom
NPM: 2411011003
Kelas: A

Selamat pagi Pak Roy dan teman-teman yang saya kasihi. Izinkan saya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

1. Menurut saya, Pancasila sangat penting sebagai filsafat negara karena berfungsi sebagai landasan ideologis dan dasar pemersatu bangsa Indonesia. Dengan lima sila yang mencakup aspek-aspek keagamaan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial, Pancasila membentuk nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai filsafat negara, Pancasila tidak hanya menjadi pedoman hukum, tetapi juga membentuk moral dan etika bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal ini penting dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia. Dengan mengutamakan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia dapat menghadapi tantangan-tantangan global dengan tetap berpegang pada identitas dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.

2. Pancasila menjadi filsafat negara yang harus kita pelajari hingga saat ini, termasuk di perguruan tinggi, karena nilai-nilai yang terkandung di dalamnya relevan dan penting dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia. Pembelajaran Pancasila bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan nasionalisme, yang sangat penting untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif globalisasi yang dapat merusak identitas bangsa. Di perguruan tinggi, mahasiswa belajar untuk mengembangkan pola pikir kritis dan mandiri. Oleh karena itu, dengan memahami Pancasila, mahasiswa tidak hanya memiliki pandangan hidup yang berakar pada budaya dan nilai bangsa, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam memajukan bangsa dengan cara yang tetap sejalan dengan nilai-nilai dasar Pancasila.