NPM: 2411011006
Posts made by Shakila Yuliandini 2411011006
NPM : 2411011006
Kelas : A
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat Sore Bapak Roy, Izinkan saya untuk memberikan tanggapan terkait dengan materi "Pancasila sebagai Sistem Filsafat" dari video pembelajaran MKU Pancasila hari ini.
Tanggapan terkait dengan Pancasila sebagai sistem filsafat:
Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan dasar pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai yang menyeluruh dan mendalam. Sebagai filsafat, Pancasila berfungsi untuk memberikan arah, panduan, dan tujuan hidup bagi masyarakat Indonesia. Berikut ini adalah beberapa tanggapan mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat:
1. Ontologis: Pancasila memuat pandangan tentang hakikat realitas yang mencakup manusia, alam, dan Tuhan. Misalnya, sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menegaskan keyakinan bahwa Tuhan merupakan sumber dari segala yang ada.
2. Epistemologis: Sebagai dasar pengetahuan, Pancasila mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh melalui pengalaman, akal, dan keyakinan terhadap Tuhan. Pengambilan keputusan dan kebijakan negara didasarkan pada pemikiran rasional yang selaras dengan nilai-nilai moral.
3. Aksiologis: Pancasila mengandung nilai-nilai yang menjadi pedoman tindakan, baik dalam kehidupan sosial, politik, maupun budaya. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, misalnya, mengajarkan bahwa manusia harus diperlakukan secara adil dan dengan martabat.
4. Politik dan Etika: Sebagai filsafat politik, Pancasila menekankan demokrasi yang berpihak pada kedaulatan rakyat (sila keempat) dan keadilan sosial (sila kelima). Ini mengarahkan Indonesia untuk membangun sistem politik yang inklusif, adil, dan berdasarkan musyawarah.
Nama: Shakila Yuliandini
NPM : 2411011006
Kelas : Manajemen A
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Selamat Pagi Bapak Roy, Izin menanggapi terkait dengan materi pada artikel pertemuan 9 yakni "Dinamika dan Tantangan dalam Pendidikan Pancasila di Era Globalisasi"
Pembahasan Materi:
Pancasila adalah landasan ideologis dan konstitusional Indonesia yang mencakup lima sila Pendidikan Pancasila
perlu menginternalisasi nilai-nilai ini kepada warga negara agar mereka memiliki pemahaman yang baik terhadap ideologi negara. Ini menjadi penting karena Pancasila adalah fondasi dari sistem hukum, politik, dan sosial Indonesia. Pendidikan Pancasila memiliki peran krusial dalam mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda dan warga negara. Masyarakat Indonesia mengalami perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Pendidikan Pancasila harus mampu beradaptasi dengan perubahan ini,
mengakomodasi dinamika sosial, serta menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila dalam konteks masyarakat yang berkembang. Pendidikan Pancasila harus mampu mengakomodasi nilai-nilai lokal serta mengajarkan toleransi, menghormati perbedaan, dan memperkuat persatuan dalam kerangka globalisasi yang menghubungkan Indonesia dengan dunia luar. Para pendidik dan pemangku kebijakan pendidikan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga nilai-nilai Pancasila, mengintegrasikannya dalam kurikulum, dan mengajarkan generasi muda tentang arti pentingnya bagi pembangunan bangsa yang adil, beradab, dan berkelanjutan (Semadi, 2019).
Tantangan Masalah Yang Dihadapi Dalam Pendidikan Pancasila:
1. Tantangan dalam penyebaran meliputi kurikulum, metode pembelajaran, dan pemahaman oleh pendidik yang sering kali harus berurusan dengan perbedaan pandangan dan interpretasi terhadap Pancasila.
2. Tantangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memerlukan literasi digital yang bijak (Sanusi, 2019).
3. Tantangan yang dihadapi dalam Pendidikan Pancasila yakni Pendidikan Pancasila harus tetap relevan di tengah arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat (Srirahmawati &
Hunaifi, 2022).
4. Tantangan permasalahan sumber daya, terutama di daerah-daerah terpencil, termasuk akses terhadap literatur dan materi pendukung mengenai Pancasila. Memastikan bahwa semua siswa, tanpa memandang lokasi geografis, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh
pendidikan Pancasila adalah tantangan yang harus diatasi.
5. Tantangan besar lainnya adalah mengatasi apatisme atau ketidakpedulian terhadap Pancasila di kalangan generasi muda (Kemendikbudristek, 2022).
Kesimpulan:
Pendidikan Pancasila adalah lebih dari sekadar dokumen ideologis; ia merupakan inti identitas bangsa Indonesia dan landasan konstitusional, politik, serta sosial. Ini membutuhkan
integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat, khususnya keluarga. Pendidikan ini juga memerlukan pendidik yang kompeten dan peran pemerintah dalam menciptakan kebijakan yang mendukung. Perlu diingat bahwa
pendidikan Pancasila harus mencerminkan kebhinekaan dan persatuan. Menghadapi era globalisasi, di mana teknologi berperan besar, literasi digital yang bijak harus dikembangkan
sebagai bagian dari pendidikan Pancasila. Keberhasilan pendidikan ini diukur bukan hanya dari segi kognitif, tetapi juga afektif dan perilaku. Generasi muda harus mampumenerapkan nilainilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan Pancasila akan berhasil jika melibatkan keluarga, pendidik, pemerintah, dan masyarakat secara holistik. Dengan pendekatan ini, generasi muda Indonesia akan memiliki
pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, siap menghadapi perubahan, membangun persatuan, dan menjaga integritas bangsa di tengah dinamika global yang terus berkembang. Dalam upaya ini, penting juga untuk menjaga dan mengukuhkan persatuan dalam keragaman,
serta memberikan dampak positif pada perkembangan moral, etika, dan integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.