Posts made by Fitri Ramadhani

NAMA : FITRI RAMADHANI
NPM : 2411011024
KELAS : PKN
PRODI : MANAJEMEN

Analisis Jurnal: “Semangat Bela Negara di Tengah Pandemi COVID-19” oleh Syahrul Kemal

Jurnal ini mengangkat pentingnya aktualisasi semangat bela negara di tengah situasi krisis pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan dunia. Penulis menekankan bahwa bela negara bukan sekadar tindakan militer atau berperang, melainkan mencakup berbagai bentuk kontribusi warga negara dalam menjaga keutuhan dan keselamatan bangsa. Dalam konteks pandemi, bela negara dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, kepatuhan terhadap protokol kesehatan, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

Secara yuridis, bela negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional setiap warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 30 ayat 1 UUD 1945, serta UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Penulis menegaskan bahwa pengabdian terhadap negara tidak terbatas pada medan tempur, tetapi dapat diwujudkan melalui profesi dan aktivitas keseharian. Tenaga medis, relawan, dan bahkan influencer yang menyebarkan informasi positif dianggap turut serta dalam aksi bela negara.

Jurnal ini juga menyoroti dampak sosial-ekonomi akibat pandemi, seperti meningkatnya pengangguran dan ketidakpastian hidup. Dalam situasi tersebut, solidaritas sosial menjadi kunci. Bela negara tercermin melalui sikap gotong royong, saling membantu warga terdampak, tidak mendiskriminasi pasien COVID-19, serta menjaga keharmonisan sosial. Masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, tidak mudik, dan mematuhi anjuran pemerintah pun merupakan bentuk nyata dari bela negara.

Penulis menekankan bahwa bela negara harus dilandasi oleh kesadaran, bukan paksaan. Berkontribusi dari rumah, seperti menyumbangkan rezeki, menjaga kesehatan pribadi, dan tidak menyebarkan hoaks, memiliki dampak besar dalam menjaga ketertiban nasional. Kesadaran bela negara ini harus ditanamkan secara kolektif, terutama kepada generasi muda, sebagai pondasi dalam menjaga ketahanan nasional di masa damai maupun krisis.

Secara keseluruhan, jurnal ini menyampaikan bahwa bela negara adalah tanggung jawab moral seluruh warga. Dalam situasi pandemi, semangat ini harus ditransformasikan menjadi aksi nyata yang sederhana namun berdampak besar demi keselamatan dan keberlangsungan hidup bangsa Indonesia.
NAMA : FITRI RAMADHANI
NPM : 2411011024
KELAS : PKN
PRODI : MANAJEMEN

Pada Video Ketahanan Nasional Pendidikan Kewarganegaraan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang ketahanan nasional sebagai pilar utama dalam menjaga keberlangsungan hidup bangsa Indonesia. Ketahanan nasional dijelaskan sebagai kondisi dinamis yang mencerminkan kemampuan suatu bangsa dalam mengembangkan seluruh potensi nasional untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG), baik dari dalam maupun luar negeri. Konsep ini mencakup tidak hanya pertahanan fisik, tetapi juga seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikenal dengan istilah Astagatra.

Astagatra terdiri dari dua bagian, yaitu Trigatra dan Pancagatra. Trigatra meliputi letak geografis, kekayaan alam, serta kondisi dan potensi penduduk. Pancagatra mencakup ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan. Kedelapan aspek ini saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan dalam sistem ketahanan nasional; gangguan pada satu aspek dapat memengaruhi keseluruhan ketahanan bangsa.

Tujuan utama ketahanan nasional adalah menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI, menjamin keselamatan rakyat, serta mendukung tercapainya tujuan negara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, seperti melindungi segenap bangsa, mencerdaskan kehidupan, serta berperan aktif dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan keadilan dan perdamaian.

Video ini juga menekankan bahwa ketahanan nasional adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Peran aktif warga negara dalam menjaga ideologi bangsa, menghadapi tantangan global, serta meningkatkan daya saing di berbagai sektor sangat penting. Di era globalisasi, ancaman menjadi lebih kompleks—mulai dari infiltrasi ideologi asing, tekanan ekonomi, hingga konflik sosial dan ancaman pertahanan.

Karena itu, dibutuhkan strategi geostrategis dan pendekatan menyeluruh untuk memperkuat seluruh aspek kehidupan nasional. Indonesia harus memanfaatkan posisi geografis, kekayaan alam, dan sumber daya manusianya secara optimal. Pendidikan, teknologi, nilai-nilai kebangsaan, serta partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci untuk menjaga ketahanan nasional. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Indonesia akan tetap kokoh dan berdaulat dalam menghadapi berbagai dinamika global serta mencapai cita-cita bangsa.