Posts made by Rasya Adhistia Kaloko 2411011019

Nama: Rasya Adhistia Kaloko
Npm: 2411011019
S1 Manajemen

Analisis Video

PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA

Perkembangan Demokrasi di Indonesia mengalami 5 Periode, yaitu:

1. Masa Revolusi Kemerdekaan, dalam masa ini demokrasi sangat terbatas dan hanya di dukunh oleh 2 pers.
2. Masa demokrasi Parlamenter (1945-1959), pada masa ini, demokrasi indonesia mencapai kejayaan karena elemen-elemen demokrasi ada dalam politik indonesia. Namun, demokrasi ini gagal karena adanya dominan politik aliran (partai islam, partai nasionalis, dll), Basis sosial ekonomi masih sangat lemah, dan persamaan kepentingan presiden soekarno dengan angkatan darat.
3. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965), politik pada masa ini dikuasai oleh 3 kekuatan politik yaitu ABRI, Soekarno, dan PKI.
4. Masa Demokrasi Orde Baru, Pada masa Orde Baru, demokrasi cenderung bersifat semu. Pemerintah pusat di bawah Soeharto mengendalikan politik melalui Golkar, membatasi kebebasan berpendapat, dan melakukan pemilu rutin yang tidak sepenuhnya bebas.
5. Masa Demokrasi Reformasi (1998-Sekarang), demokrasi ini dimulai setelah jatuhnya pemerintah soeharto pada tahun 1998. Masa ini ditandai dengan meningkatnya keterbukaan politik, kebebasan berpendapat, dan peran aktif masyarakat dalam pemerintahan. Pemilu dilaksanakan secara lebih jujur dan adil, partai politik berkembang bebas, serta pers memiliki kebebasan yang lebih luas.

Kesimpulannya, perkembangan demokrasi di Indonesia menunjukkan perubahan dari sistem yang terbatas dan otoriter menuju sistem yang lebih terbuka dan partisipatif. Meskipun begitu, demokrasi di Indonesia harus lebih diperhatikan lagi, supaya tidak menyimpang dari ideologi pancasila.
Nama: Rasya Adhistia Kaloko
NPM: 2411011019
S1 Manajemen

Analisis Jurnal

Demokrasi sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum Daerah di Indonesia

Jurnal ini membahas pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat, dalam konteks pemilihan umum daerah di Indonesia. Hal ini menekankan bahwa pemilihan umum seharusnya mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi dari Pancasila, yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan atau perwakilan. Meskipun Indonesia disebut sebagai negara hukum dan demokrasi, praktik pemilihan umum yang ada saat ini sering kali tidak mencerminkan nilai-nilai tersebut. Hal ini terlihat dari berbagai konflik yang muncul selama pemilihan, seperti kecurangan, ketidakpuasan calon, dan dukungan yang tidak realistis dari pendukung. Tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah partisipasi dari rakyat dalam proses demokrasi. Untuk mencapai demokrasi yang ideal, perlu ada reformasi dalam sistem pemilihan umum, termasuk memberikan ruang bagi calon independen dan mengurangi ketergantungan pada partai politik.

Banyak partai politik di Indonesia yang belum mencerminkan nilai nilai demokrasi pancasila. Sehingga, harus adanya hukum dan sanksi yang ketat terhadap lembaga yang tidak taat akan hukum demokrasi pancasila. Tetapi dari semua itu, Partai Politik memiliki peran yang sangat penting dalam demokrasi pancasila. Merekalah yang menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah dan menyalurkan aspirasi rakyat. Oleh karena itu, diperlukannya sistem demokrasi, partai politik yang tidak menyimpang dari pancasila. Supaya demokrasi di Indonesia berjalan teratur dan tidak berubah arah.
Nama: Rasya Adhistia Kaloko
NPM: 2411011019

Isi materi:

DINAMIKA DAN TANTANGAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI DALAM PENGEMBANGAN ILMU

Perkembangan ilmu dan teknologi di Indonesia saat ini belum berakar pada nilai-nilai pancasila dan nilai-nilai budaya Indonesia. Perkembangan ilmu pengetahuan lebih berorientasi pada kebutuhan pasar prodi-prodi yang banyak diminati di perguruan tinggi adalah prodi yang akan laku dipasar dunia.

Bentuk-bentuk tantangan pancasila dalam perkembangan ilmu dan teknologi:

1. Kapitalisme sebagai penguasa perekonomian dunia
Akibat dari adanya kapitalisme ini, ruang untuk penerapan nilai pancasila menjadi terbatas.

2. Globalisasi
Akibat dari adanya globalisasi, menyebabkan lemahnya daya saing bangsa indonesia dalam perkembangan iptek. Sehingga peran indonesia hanya sebagai konsumen, bukan produsen.

3. Konsumerisme
Menyebabkan negara indonesia menjadi pasar produk negara lain yang lebih maju ipteknya.

4. Pragmatisme yang berorientasi pada 3 ciri
Tiga ciri tersebut yaitu: kemampuan kerja, kepuasan, dan hasil mewarnai perilaku kehidupan sebagian besar masyarakat indonesia.

Jadi tanggapan saya, Pancasila sangat penting dalam menerapkan ilmu karena pancasila memberikan landasan moral, etika, dan arah dalam penggunaannya. Sebagai dasar negara, Pancasila harus memastikan bahwa ilmu yang dikembangkan dan diterapkan tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi atau ekonomi semata, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.