Nama: Ganianda Gumilang
NPM: 2411011058
Assalamualaikum bu nova, selamat siang izin untuk memberikan tanggapan responsi
1.• Dahulu organisasi lebih banyak mengandalkan individu atau kelompok kerja. Namun, kompleksitas pekerjaan modern (inovasi, persaingan, teknologi) mendorong meningkatnya penggunaan tim.
• Tim menjadi populer karena mampu menggabungkan keterampilan beragam, meningkatkan kreativitas, mempercepat penyelesaian masalah, serta meningkatkan komitmen anggota.
• Tren organisasi modern: team-based organization struktur hierarkis diganti dengan cross-functional teams, project teams, hingga virtual teams.
2. Kelompok = Sekumpulan individu yang berinteraksi untuk berbagi informasi & membuat keputusan. tujuannya yaitu untuk Informasi & koordinasi.
Tim = Sekumpulan orang dengan tujuan bersama, saling bergantung, dan bertanggung jawab atas kinerja kolektif. tujuannya yaitu untuk mencapai hasil/kinerja tertentu secara kolektif.
3. 1. Tim Fungsional berasal dari departemen yang sama, dipimpin manajer.
2. Tim Lintas-Fungsional (Cross-functional) anggota dari departemen berbeda, untuk tujuan proyek/strategi.
3. Tim Swakelola (Self-managed team) tanpa pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri jadwal & tugas.
4. Tim Virtual bekerja secara online, lintas lokasi/geografi.
5. Tim Pemecahan Masalah (Problem-solving team) sementara, fokus pada isu tertentu lalu dibubarkan.
4. •Tujuan jelas dan disepakati bersama.
•Peran & tanggung jawab terdefinisi.
•Komunikasi terbuka & transparan.
•Kepercayaan & saling menghargai antar anggota.
•Kepemimpinan yang mendukung (bukan mendominasi).
•Keterampilan yang saling melengkapi.
•Mekanisme penyelesaian konflik yang sehat.
• Akuntabilitas bersama.
• Evaluasi & perbaikan berkelanjutan.
5. • Rekrutmen dengan mempertimbangkan teamwork skill, bukan hanya kompetensi teknis.
• Pelatihan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
• Budaya organisasi yang menekankan kerja sama, bukan kompetisi individual.
• Sistem penghargaan berbasis kinerja tim.
• Kepemimpinan yang memfasilitasi partisipasi & rasa memiliki.
• Membiasakan feedback konstruktif & evaluasi tim.
6. 1. Menggunakan individu bila:
• Tugas sederhana/rutin.
• Keputusan cepat harus diambil.
• Pekerjaan memerlukan spesialisasi tinggi & tidak bisa dibagi.
• Biaya membentuk tim lebih besar daripada manfaatnya.
2. Menggunakan tim bila:
• Masalah kompleks & butuh perspektif beragam.
• Kreativitas & inovasi diperlukan.
• Solusi membutuhkan komitmen banyak pihak.
• Koordinasi lintas fungsi dibutuhkan.
NPM: 2411011058
Assalamualaikum bu nova, selamat siang izin untuk memberikan tanggapan responsi
1.• Dahulu organisasi lebih banyak mengandalkan individu atau kelompok kerja. Namun, kompleksitas pekerjaan modern (inovasi, persaingan, teknologi) mendorong meningkatnya penggunaan tim.
• Tim menjadi populer karena mampu menggabungkan keterampilan beragam, meningkatkan kreativitas, mempercepat penyelesaian masalah, serta meningkatkan komitmen anggota.
• Tren organisasi modern: team-based organization struktur hierarkis diganti dengan cross-functional teams, project teams, hingga virtual teams.
2. Kelompok = Sekumpulan individu yang berinteraksi untuk berbagi informasi & membuat keputusan. tujuannya yaitu untuk Informasi & koordinasi.
Tim = Sekumpulan orang dengan tujuan bersama, saling bergantung, dan bertanggung jawab atas kinerja kolektif. tujuannya yaitu untuk mencapai hasil/kinerja tertentu secara kolektif.
3. 1. Tim Fungsional berasal dari departemen yang sama, dipimpin manajer.
2. Tim Lintas-Fungsional (Cross-functional) anggota dari departemen berbeda, untuk tujuan proyek/strategi.
3. Tim Swakelola (Self-managed team) tanpa pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri jadwal & tugas.
4. Tim Virtual bekerja secara online, lintas lokasi/geografi.
5. Tim Pemecahan Masalah (Problem-solving team) sementara, fokus pada isu tertentu lalu dibubarkan.
4. •Tujuan jelas dan disepakati bersama.
•Peran & tanggung jawab terdefinisi.
•Komunikasi terbuka & transparan.
•Kepercayaan & saling menghargai antar anggota.
•Kepemimpinan yang mendukung (bukan mendominasi).
•Keterampilan yang saling melengkapi.
•Mekanisme penyelesaian konflik yang sehat.
• Akuntabilitas bersama.
• Evaluasi & perbaikan berkelanjutan.
5. • Rekrutmen dengan mempertimbangkan teamwork skill, bukan hanya kompetensi teknis.
• Pelatihan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
• Budaya organisasi yang menekankan kerja sama, bukan kompetisi individual.
• Sistem penghargaan berbasis kinerja tim.
• Kepemimpinan yang memfasilitasi partisipasi & rasa memiliki.
• Membiasakan feedback konstruktif & evaluasi tim.
6. 1. Menggunakan individu bila:
• Tugas sederhana/rutin.
• Keputusan cepat harus diambil.
• Pekerjaan memerlukan spesialisasi tinggi & tidak bisa dibagi.
• Biaya membentuk tim lebih besar daripada manfaatnya.
2. Menggunakan tim bila:
• Masalah kompleks & butuh perspektif beragam.
• Kreativitas & inovasi diperlukan.
• Solusi membutuhkan komitmen banyak pihak.
• Koordinasi lintas fungsi dibutuhkan.