Posts made by Ganianda Gumilang

PO R20B Ganjil 2025 -> responsi 7 -> RESPONSI -> Re: RESPONSI

by Ganianda Gumilang -
Nama: Ganianda Gumilang
NPM: 2411011058

Assalamualaikum bu nova, selamat siang izin untuk memberikan tanggapan responsi

1.• Dahulu organisasi lebih banyak mengandalkan individu atau kelompok kerja. Namun, kompleksitas pekerjaan modern (inovasi, persaingan, teknologi) mendorong meningkatnya penggunaan tim.

• Tim menjadi populer karena mampu menggabungkan keterampilan beragam, meningkatkan kreativitas, mempercepat penyelesaian masalah, serta meningkatkan komitmen anggota.

• Tren organisasi modern: team-based organization struktur hierarkis diganti dengan cross-functional teams, project teams, hingga virtual teams.

2. Kelompok = Sekumpulan individu yang berinteraksi untuk berbagi informasi & membuat keputusan. tujuannya yaitu untuk Informasi & koordinasi.
Tim = Sekumpulan orang dengan tujuan bersama, saling bergantung, dan bertanggung jawab atas kinerja kolektif. tujuannya yaitu untuk mencapai hasil/kinerja tertentu secara kolektif.

3. 1. Tim Fungsional berasal dari departemen yang sama, dipimpin manajer.

2. Tim Lintas-Fungsional (Cross-functional) anggota dari departemen berbeda, untuk tujuan proyek/strategi.

3. Tim Swakelola (Self-managed team) tanpa pengawasan langsung, anggota mengatur sendiri jadwal & tugas.

4. Tim Virtual bekerja secara online, lintas lokasi/geografi.

5. Tim Pemecahan Masalah (Problem-solving team) sementara, fokus pada isu tertentu lalu dibubarkan.

4. •Tujuan jelas dan disepakati bersama.
•Peran & tanggung jawab terdefinisi.
•Komunikasi terbuka & transparan.
•Kepercayaan & saling menghargai antar anggota.
•Kepemimpinan yang mendukung (bukan mendominasi).
•Keterampilan yang saling melengkapi.
•Mekanisme penyelesaian konflik yang sehat.
• Akuntabilitas bersama.
• Evaluasi & perbaikan berkelanjutan.

5. • Rekrutmen dengan mempertimbangkan teamwork skill, bukan hanya kompetensi teknis.
• Pelatihan keterampilan kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah.
• Budaya organisasi yang menekankan kerja sama, bukan kompetisi individual.
• Sistem penghargaan berbasis kinerja tim.
• Kepemimpinan yang memfasilitasi partisipasi & rasa memiliki.
• Membiasakan feedback konstruktif & evaluasi tim.

6. 1. Menggunakan individu bila:
• Tugas sederhana/rutin.
• Keputusan cepat harus diambil.
• Pekerjaan memerlukan spesialisasi tinggi & tidak bisa dibagi.
• Biaya membentuk tim lebih besar daripada manfaatnya.

2. Menggunakan tim bila:
• Masalah kompleks & butuh perspektif beragam.
• Kreativitas & inovasi diperlukan.
• Solusi membutuhkan komitmen banyak pihak.
• Koordinasi lintas fungsi dibutuhkan.

PO R20B Ganjil 2025 -> RESPONSI PERTEMUAN 4 -> responsi 4 -> Re: responsi 4

by Ganianda Gumilang -
1. Persepsi adalah proses seseorang mengorganisir, menafsirkan, dan memberi makna terhadap kesan-kesan sensoris sehingga terbentuk pemahaman mengenai lingkungan sekitar.
Faktor yang memengaruhi persepsi.
• Faktor dari individu: sikap, motif, minat, pengalaman, ekspektasi.
•Faktor dari objek/target: keunikan, gerakan, bunyi, ukuran, latar belakang objek.
•Faktor dari situasi: waktu, suasana kerja, kondisi sosial.

2. Menjelaskan bagaimana individu mencoba memahami penyebab perilaku orang lain, apakah disebabkan faktor internal (karakter, niat) atau eksternal (situasi, kondisi lingkungan).
Tiga penentu atribusi:
1. Kekhususan (distinctiveness) apakah perilaku terjadi hanya pada situasi tertentu atau dalam berbagai situasi.
2. Konsensus (consensus) apakah orang lain dalam situasi serupa berperilaku sama.
3. Konsistensi (consistency)apakah perilaku tersebut terjadi berulang dalam waktu yang berbeda.

3. Selektif persepsi: hanya memperhatikan informasi tertentu yang sesuai dengan minat/harapan.
Efek halo: menilai seseorang secara keseluruhan hanya berdasarkan satu karakteristik menonjol.
Efek kontras: menilai seseorang dengan membandingkan orang lain yang baru ditemui sebelumnya.
Stereotip: menilai seseorang berdasarkan kelompok/golongan yang ia wakili.
Proyeksi: menganggap orang lain memiliki perasaan atau karakter yang sama dengan dirinya.

4.Pengambilan keputusan didasarkan pada bagaimana seseorang memersepsikan situasi, bukan pada realitas objektif. Kesalahan persepsi dapat mengarah pada keputusan yang bias atau tidak optimal.

5. Model rasional: mengasumsikan individu sepenuhnya logis, mengidentifikasi semua alternatif, mengevaluasi secara sistematis, dan memilih opsi terbaik.
Rasionalitas terbatas (bounded rationality): individu terbatas oleh keterbatasan informasi, waktu, dan kemampuan kognitif, sehingga memilih solusi yang "cukup memuaskan" (satisficing).
Intuisi: pengambilan keputusan berdasarkan perasaan, pengalaman, atau naluri, biasanya cepat dan tanpa analisis formal.

6. Overconfidence bias: terlalu percaya diri pada penilaian sendiri.
Anchoring bias: terlalu terpaku pada informasi awal.
Confirmation bias: hanya mencari informasi yang mendukung pandangan sendiri.
Availability bias: menilai berdasarkan informasi yang mudah diingat.
Escalation of commitment: tetap bertahan pada keputusan yang salah karena sudah banyak menginvestasikan sumber daya.
Randomness error: melihat pola pada sesuatu yang acak.
Hindsight bias: menganggap hasil yang terjadi seolah bisa diprediksi sebelumnya.

7. Perbedaan individu: kepribadian, kecerdasan, pengalaman, nilai-nilai pribadi, gaya berpikir memengaruhi cara seseorang menganalisis masalah.
Batasan organisasi: kebijakan, struktur organisasi, sistem imbalan, peraturan, budaya organisasi, tekanan waktu membatasi ruang lingkup pilihan dalam pengambilan keputusan.
8. Kriteria utilitarian adalah keputusan yang menghasilkan manfaat terbesar bagi jumlah orang terbanyak.
Kriteria hak (rights) adalah keputusan menghormati dan melindungi hak-hak dasar individu.
Kriteria keadilan (justice) adalah keputusan mendistribusikan manfaat dan beban secara adil dan merata.

9. Kreativitas adalah kemampuan menghasilkan ide baru, orisinal, dan bermanfaat.
Model tiga tahap kreativitas:
1. Penyusunan (problem formulation): mengenali masalah atau peluang yang membutuhkan solusi kreatif.
2. Penggabungan informasi (information gathering & idea generation): mencari informasi relevan, mengombinasikan ide, dan menciptakan alternatif.
3. Evaluasi & implementasi (idea evaluation): menilai ide-ide yang dihasilkan dan memilih yang paling tepat untuk diterapkan.
Nama: Ganianda Gumilang
NPM: 2411011058
Prodi: S1 Manajemen

Dalam video ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kondisi demokrasi yang terjadi di Indonesia dan tantangan yang dihadapinya. poin penting yang dibahas adalah tentang polemik dan kegaduhan yang sering terjadi dalam konteks demokrasi.
Dalam demokrasi, setiap individu diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, aspirasi, bahkan mengkritik kebijakan pemerintah secara terbuka. dan pada dasarnya demokrasi memberi aspirasi untuk bertemu dan beradu gagasan. Kegaduhan yang muncul dalam sistem demokrasi adalah proses pemilahan ide dan pikiran yang ada.
Demokrasi adalah sistem yang dalam kebebasan berekspresi sehingga mencerminkan adanya ruang dialog yang sehat. Demokrasi diminati karena sistem ini inklusif, dan melibatkan partisipasi luas.
Meskipun kebebasan berpendapat bisa menimbulkan perdebatan yang keras, tetapi ini menunjukkan bahwa demokrasi berjalan dengan baik selama diskusi tetap konstruktif.
Demokrasi memang penuh dinamika dan tantangan, tetapi itu menjadi alasan bagi negara Indonesia untuk memilih sistem ini. Demokrasi memberi ruang aspirasi bagi kita untuk terus berpartisipasi, bersuara, menyuarakan pendapat, dan mengkritisi. Tentu saja semua itu merupakan proses yang panjang yang dilakukan dari seluruh partisipasi untuk menjadikan demokrasi lebih baik.