Nama : Terra Eksantiana Wijayanti
NPM : 2411011098
Kelas : B
Assalamualaikum, Selamat Pagi, Pak Roy. Izin memberikan tanggapan mengenai materi dalam video tersebut.
Kata ideologi lahir pada akhir abad ke-18 lama Revolusi Prancis oleh Anturan destutt De Tracy. Ideologi berasal dari kata ideos yang berarti gagasan dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan. Ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan. Namun, pemahaman mengenai istilah ideologi lama kelamaan menjadi istilah negatif yang mengacu pada objek, bukan sebagai kajian ilmiah. Makna ideologi dalam konotasi negatif tersebut digunakan oleh Karl Marx. Alasannya karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang dihasilkan oleh para pemikiran secara spekulatif.
Untuk menggapai ketahanan nasional adalah dengan ketahanan ideologi. Indonesia memiliki ideologi Pancasila. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Insinyur Soekarna menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan bangsa Indonesia. Yangmana Pancasila sebagai ideologi negara merupakan sarana pemersatu masyarakat dan pengarah motivasi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita di tengah-tengah derasnya arus informasi di era digital ini.
Dalam Pasal 30 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan, “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Pada dasarnya setiap warga negara mengenai sikap, perilaku, dan tindakannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, nilai-nilai Pancasila harus tetap dipahami dan diamalkan di tengah arus era digital ini.
Peran pemuda sangatlah penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa, sehingga generasi milenial menjadi objek utama yang harus didorong untuk penguatan ideologi Pancasila. Ketahanan ideologi harus mengarah pada generasi milenial yang rentab menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan alat propaganda di era digital. Selain itu, perlu adanya penguatan geostrategis dari pemerintah yang berwujud ketahanan ideologi Pancasila. Jadi, pada hakekatnya, menjaga, melindungi, dan memelihara ketahanan ideologi Pancasila merupakan tugas bersama.
Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diamalkan bersama dalam kehidupan sehari-hari. Mekanisme ketahanan ideologi di era digital, yaitu secara struktural dan secara kultural.
• Secara Struktural
Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dilakukan oleh Lembaga MPR.
a. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
b. Pagelaran seni budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
d. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
e. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
• Secara Kultural
Penguatan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, diantaranya:
a. Pembiasaan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan.
b. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.
c. Mengimplementasikan pendekatan cooperative learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, kerukunan, dan hidup berdampingan.
d. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan.
Oleh karena itu, untuk mencapai cita-cita bangsa agar terhindar dari ideologi-ideologi asing, maka setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan nasional sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.
NPM : 2411011098
Kelas : B
Assalamualaikum, Selamat Pagi, Pak Roy. Izin memberikan tanggapan mengenai materi dalam video tersebut.
Kata ideologi lahir pada akhir abad ke-18 lama Revolusi Prancis oleh Anturan destutt De Tracy. Ideologi berasal dari kata ideos yang berarti gagasan dan logos yang berarti ilmu. Dengan demikian, ideologi adalah ilmu tentang ide-ide atau gagasan. Ilmu tentang pikiran manusia yang mampu menunjukkan arah yang benar menuju masa depan. Namun, pemahaman mengenai istilah ideologi lama kelamaan menjadi istilah negatif yang mengacu pada objek, bukan sebagai kajian ilmiah. Makna ideologi dalam konotasi negatif tersebut digunakan oleh Karl Marx. Alasannya karena ideologi merupakan hasil pemikiran tertentu yang dihasilkan oleh para pemikiran secara spekulatif.
Untuk menggapai ketahanan nasional adalah dengan ketahanan ideologi. Indonesia memiliki ideologi Pancasila. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Insinyur Soekarna menegaskan bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi yang mampu menyatukan bangsa Indonesia. Yangmana Pancasila sebagai ideologi negara merupakan sarana pemersatu masyarakat dan pengarah motivasi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita di tengah-tengah derasnya arus informasi di era digital ini.
Dalam Pasal 30 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan, “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara”. Pada dasarnya setiap warga negara mengenai sikap, perilaku, dan tindakannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, nilai-nilai Pancasila harus tetap dipahami dan diamalkan di tengah arus era digital ini.
Peran pemuda sangatlah penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa, sehingga generasi milenial menjadi objek utama yang harus didorong untuk penguatan ideologi Pancasila. Ketahanan ideologi harus mengarah pada generasi milenial yang rentab menjadi korban proyek disinformasi, desepsi, dan alat propaganda di era digital. Selain itu, perlu adanya penguatan geostrategis dari pemerintah yang berwujud ketahanan ideologi Pancasila. Jadi, pada hakekatnya, menjaga, melindungi, dan memelihara ketahanan ideologi Pancasila merupakan tugas bersama.
Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diamalkan bersama dalam kehidupan sehari-hari. Mekanisme ketahanan ideologi di era digital, yaitu secara struktural dan secara kultural.
• Secara Struktural
Sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dilakukan oleh Lembaga MPR.
a. Dialog 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
b. Pagelaran seni budaya 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
c. Pembuatan film animasi 3D sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
d. Training of trainer 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
e. Lomba 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.
• Secara Kultural
Penguatan Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan, diantaranya:
a. Pembiasaan nilai religius dengan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan sesuai dengan keyakinan.
b. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan wawasan kebangsaan dengan menyanyikan lagu-lagu daerah dan nasional.
c. Mengimplementasikan pendekatan cooperative learning untuk memupuk kebebasan berpendapat, gotong royong, toleransi, kerukunan, dan hidup berdampingan.
d. Mengadakan lomba video iklan layanan masyarakat tentang wawasan kebangsaan.
Oleh karena itu, untuk mencapai cita-cita bangsa agar terhindar dari ideologi-ideologi asing, maka setiap warga negara berhak dan wajib ikut dalam usaha pertahanan dan keamanan nasional sesuai dengan kemampuan dan profesinya masing-masing.