གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ KHOIRI AFIF

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

KHOIRI AFIF གིས-
Nama: Khoiri Afif
NPM: 2413053090
Kelas:3C

1. Metode yang Digunakan
Bu Beti menerapkan metode pembelajaran yang variatif, meliputi menonton video, diskusi, identifikasi gambar, dan presentasi kelompok. Dengan variasi metode yang ada, suasana pembelajaran menjadi lebih dinamis dan mengurangi kebosanan. Namun, dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan, ritme pembelajaran menjadi cukup padat, sehingga beberapa aspek terasa tergesa-gesa dan kurang dieksplorasi secara mendalam.

2. Media yang Digunakan
Beragam media digunakan dalam pembelajaran, seperti video, PPT, gambar, lagu, dan LKPD. Kombinasi media ini sangat membantu siswa dalam memahami materi, karena mereka tidak hanya mendengarkan penjelasan tetapi juga dapat melihat dan melakukan aktivitas. Meski begitu, keberagaman media harus dikelola dengan baik agar peralihan antar media tidak membingungkan siswa.

3. Penguasaan Materi oleh Guru
Dalam menjelaskan materi setelah pemutaran video dan saat memberikan arahan untuk LKPD, terlihat bahwa Bu Beti memiliki penguasaan yang baik tentang topik penampakan alam. Penyampaian beliau cukup jelas dan terarah. Namun, beberapa instruksi dapat disampaikan dengan lebih singkat agar waktu pembelajaran bisa dimanfaatkan lebih efisien dan semua kegiatan dapat berjalan dengan optimal.

4. Pengelolaan Kelas
Secara keseluruhan, pengelolaan kelas dilakukan dengan baik. Siswa terlihat aktif berpartisipasi dalam berbagai aktivitas seperti diskusi kelompok dan presentasi. Bu Beti juga memberikan bimbingan langsung kepada setiap kelompok, menunjukkan perhatian pada proses pembelajaran siswa. Namun, dengan banyaknya aktivitas, guru perlu memastikan bahwa semua siswa tetap fokus untuk menghindari kebingungan saat berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas lainnya.

5. Skor Guru Bu Beti (1–100)
Saya memberikan skor untuk Bu Beti: 86/100.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

KHOIRI AFIF གིས-
Nama : Khoiri Afif
NPM :2413053090
Kelas : 3C

Salah satu masalah sosial yang sering kita jumpai adalah tingginya tingkat pengangguran di kalangan pemuda, terutama di daerah perkotaan. Banyak lulusan yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan meskipun mereka sudah menyelesaikan pendidikan formal. Hal ini sering disebabkan oleh ketidakcocokan antara keterampilan yang dimiliki dengan apa yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Misalnya, banyak perusahaan mencari karyawan dengan keterampilan teknis tertentu, sementara lulusan baru sering kali tidak dilatih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Teori kapital manusia, yang dikemukakan oleh Gary Becker, menjelaskan bahwa pendidikan dan pelatihan yang baik dapat meningkatkan produktivitas individu. Dengan kata lain, semakin banyak investasi yang kita lakukan dalam pendidikan dan keterampilan, semakin besar peluang kita untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, salah satu solusi yang bisa diterapkan adalah dengan mengembangkan program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri lokal. Ini bisa melibatkan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha untuk menciptakan kurikulum yang relevan dan praktis.

Selain itu, penting juga untuk memberikan akses informasi tentang peluang kerja dan bimbingan karir bagi para pemuda. Misalnya, menyediakan seminar atau workshop yang membahas cara membuat CV yang menarik, teknik wawancara, atau informasi mengenai tren industri terkini. Dengan pendekatan yang komprehensif seperti ini, diharapkan pemuda tidak hanya siap untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu bersaing dengan baik, sehingga tingkat pengangguran di kalangan mereka bisa berkurang dan mereka dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan perekonomian.