Lulu Tauziah Putri
24560311037
MANDIRI A
Video ini membahas perkembangan masa revolusi kemerdekaan, demokrasi pada masa revolusi sangat terbatas. Pers yang mendukung revolusioner adalah Tempo.
Perkembangan Demokrasi Parlementer (1949-1959), pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi indonesia karena pada masa ini semua elemn demokrasi hampir dapat ditemukan dalam perwujudan politik Indonesia.Namun, Demokrasi Parlementer gagal, yaitu karena 3 faktor:
1. dominannya politik aturan sehingga membawa konsekuens terhadap pengelolaan konflik yang menimbulkan partai islam, partai nasionalis, partai non islam, DLL
2. basis sosial ekonomi yang sangat lemah.
3. persamaan kepentingan antara presiden dengan angkatan darat yang sama-sama tidak senang dengfan proses politik yang sedang berjalan.
Adapun karakter demokrasi era reformasi diantaranya : Berikut ini karakteristik demokrasi pada periode reformasi:
1. Pemilu lebih demokratis
Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis dari sebelumnya. Sistem Pemilu terus berkembang memberikan jalan bagi rakyat untuk menggunakan hak politik dalam Pemilu. Puncaknya pada 2004 rakyat bisa langsung memilih wakilnya di lembaga legislatif serta presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung. Pada 2005 kepala daerah pun (gubernur dan bupati atau wali kota) dipilih langsung oleh rakyat.
2. Rotasi kekuasaan dari pemerintah pusat hingga daerah.
Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa. Presiden dan kepala daerah hanya bisa menjabat maksimal dua periode.
3. Pola rekrutmen politik terbuka Hak-hak dasar Sebagian besar hak dasar rakyat bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat, berserikat, kebebasan pers, dan sebagainya.
24560311037
MANDIRI A
Video ini membahas perkembangan masa revolusi kemerdekaan, demokrasi pada masa revolusi sangat terbatas. Pers yang mendukung revolusioner adalah Tempo.
Perkembangan Demokrasi Parlementer (1949-1959), pada masa ini adalah masa kejayaan demokrasi indonesia karena pada masa ini semua elemn demokrasi hampir dapat ditemukan dalam perwujudan politik Indonesia.Namun, Demokrasi Parlementer gagal, yaitu karena 3 faktor:
1. dominannya politik aturan sehingga membawa konsekuens terhadap pengelolaan konflik yang menimbulkan partai islam, partai nasionalis, partai non islam, DLL
2. basis sosial ekonomi yang sangat lemah.
3. persamaan kepentingan antara presiden dengan angkatan darat yang sama-sama tidak senang dengfan proses politik yang sedang berjalan.
Adapun karakter demokrasi era reformasi diantaranya : Berikut ini karakteristik demokrasi pada periode reformasi:
1. Pemilu lebih demokratis
Pemilu yang dilaksanakan jauh lebih demokratis dari sebelumnya. Sistem Pemilu terus berkembang memberikan jalan bagi rakyat untuk menggunakan hak politik dalam Pemilu. Puncaknya pada 2004 rakyat bisa langsung memilih wakilnya di lembaga legislatif serta presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung. Pada 2005 kepala daerah pun (gubernur dan bupati atau wali kota) dipilih langsung oleh rakyat.
2. Rotasi kekuasaan dari pemerintah pusat hingga daerah.
Rotasi kekuasaan dilaksanakan dari mulai pemerintahan pusat sampai pada tingkat desa. Presiden dan kepala daerah hanya bisa menjabat maksimal dua periode.
3. Pola rekrutmen politik terbuka Hak-hak dasar Sebagian besar hak dasar rakyat bisa terjamin seperti adanya kebebasan menyatakan pendapat, berserikat, kebebasan pers, dan sebagainya.