Nama : Natasya Surya Ramadhani
NPM : 2455061002
PSTI A
Setelah menyimak materi dari video kedua tentang "Pentingnya Ideologi Pancasila di Era Digital," saya menyadari bahwa Pancasila tetap relevan dan penting dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama di era digital. Di tengah kemudahan komunikasi dan akses informasi, kita juga menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, polarisasi sosial, dan ancaman privasi. Pancasila, dengan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan, dapat menjadi pedoman untuk menjaga keharmonisan dan persatuan, termasuk di dunia maya.
Di era digital, tantangan moral dan etika juga semakin nyata. Pancasila dapat menjadi panduan dalam berinteraksi secara digital dengan menjunjung nilai saling menghormati, bertanggung jawab, dan beretika. Misalnya, sila kedua tentang "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" mengingatkan kita untuk menjaga martabat dan hak asasi manusia, termasuk di ruang digital. Dengan mudahnya penyebaran informasi, kita perlu lebih cermat dalam memilah berita atau pesan sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat.
Selain itu, pendidikan Pancasila di era digital menjadi semakin penting. Banyak generasi muda lebih akrab dengan teknologi digital daripada dengan nilai-nilai ideologi bangsa. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila yang relevan bisa dilakukan melalui platform edukasi online, media sosial, dan aplikasi digital yang sering digunakan anak muda. Ini adalah cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
NPM : 2455061002
PSTI A
Setelah menyimak materi dari video kedua tentang "Pentingnya Ideologi Pancasila di Era Digital," saya menyadari bahwa Pancasila tetap relevan dan penting dalam menghadapi perkembangan zaman, terutama di era digital. Di tengah kemudahan komunikasi dan akses informasi, kita juga menghadapi tantangan seperti penyebaran hoaks, polarisasi sosial, dan ancaman privasi. Pancasila, dengan nilai-nilai persatuan, keadilan sosial, dan kemanusiaan, dapat menjadi pedoman untuk menjaga keharmonisan dan persatuan, termasuk di dunia maya.
Di era digital, tantangan moral dan etika juga semakin nyata. Pancasila dapat menjadi panduan dalam berinteraksi secara digital dengan menjunjung nilai saling menghormati, bertanggung jawab, dan beretika. Misalnya, sila kedua tentang "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab" mengingatkan kita untuk menjaga martabat dan hak asasi manusia, termasuk di ruang digital. Dengan mudahnya penyebaran informasi, kita perlu lebih cermat dalam memilah berita atau pesan sebelum membagikannya agar tidak ikut menyebarkan hoaks atau ujaran kebencian yang dapat memecah belah masyarakat.
Selain itu, pendidikan Pancasila di era digital menjadi semakin penting. Banyak generasi muda lebih akrab dengan teknologi digital daripada dengan nilai-nilai ideologi bangsa. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila yang relevan bisa dilakukan melalui platform edukasi online, media sosial, dan aplikasi digital yang sering digunakan anak muda. Ini adalah cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.