Posts made by Yasmina Awalunnisa

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Yasmina Awalunnisa -
Nama : Yasmina Awalunnisa
NPM : 2413053083
Kelas : 3C

1. Metode yang digunakan
Kelebihan:
Selama mengajar, Bu Beti memakai banyak cara berbeda, mulai dari kerja kelompok, tanya jawab, presentasi, sampai bernyanyi dan menonton video. Perpaduan ini bikin kelas jadi lebih hidup dan anak-anak ikut terlibat.

Kekurangan:
Cuma saja, perpindahan dari satu kegiatan ke kegiatan lain masih terasa agak mendadak. Waktu untuk diskusi dan presentasi juga terkesan cepat, jadi siswa belum sempat menyampaikan banyak hal.

2. Media yang digunakan
Kelebihan:
Media seperti PPT dan video cukup membantu karena membuat materi tentang kenampakan alam dan lapisan bumi jadi lebih mudah dipahami. Visualnya membantu siswa membayangkan apa yang dijelaskan.

Kekurangan:
Sayangnya, PPT yang ditampilkan kurang jelas dan durasinya terlalu sebentar. Terutama saat bagian pengenalan kenampakan alam, siswa tidak punya waktu cukup untuk memperhatikan detailnya.

3. Penguasaan materi guru
Kelebihan:
Bu Beti terlihat paham betul dengan materi yang dibawakan. Beliau mampu menjelaskan atmosfer, hidrosfer, litosfer, dan contoh kenampakan alam dengan cukup tepat.

Kekurangan:
Hanya saja beberapa bagian penjelasannya terasa diulang tanpa ada pendalaman tambahan. Kadang beliau juga langsung memberi jawaban sebelum memberi kesempatan siswa berpikir dulu.

4. Pengelolaan kelas
Kelebihan:
Di awal pelajaran, Bu Beti berhasil menertibkan kelas dengan kegiatan seperti doa, absensi, tepuk kelas, dan menyanyikan lagu nasional. Saat masuk ke inti pembelajaran, beliau aktif mendampingi kelompok yang sedang berdiskusi maupun presentasi.

Kekurangan:
Masih terlihat beberapa siswa yang kurang fokus atau ribut ketika penjelasan berlangsung ataupun saat kelompok lain tampil. Selain itu, waktu untuk diskusi dan presentasi rasanya cukup mepet.

5. Skor akhir
Secara keseluruhan, pembelajaran yang dilakukan Bu Beti mendapatkan nilai 83 dari 100.

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Yasmina Awalunnisa -
Yasmina Awalunnisa
2413053083
3C

Salah satu masalah sosial kontekstual yang sering terjadi di lingkungan masyarakat Indonesia adalah kemiskinan di kawasan perkotaan. Permasalahan ini muncul akibat ketimpangan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan, dan terbatasnya lapangan pekerjaan yang layak. Dampak dari kemiskinan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat secara luas, seperti meningkatnya angka pengangguran, kriminalitas, dan rendahnya kualitas hidup.

Berdasarkan teori fungsionalisme struktural oleh Talcott Parsons, setiap bagian dalam masyarakat memiliki fungsi tertentu untuk menjaga keseimbangan sosial. Ketika salah satu fungsi tidak berjalan dengan baik, misalnya sistem ekonomi dan pendidikan, maka akan timbul disfungsi sosial seperti kemiskinan. Oleh karena itu, penyelesaiannya perlu dilakukan secara sistematis dengan memperkuat fungsi-fungsi sosial tersebut.

Solusi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Pemerintah perlu memperluas program pelatihan kerja dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
2. Meningkatkan akses pendidikan gratis dan berkualitas agar generasi muda dapat keluar dari lingkaran kemiskinan.
3. Mendorong peran aktif masyarakat dan lembaga sosial dalam menciptakan kegiatan produktif berbasis komunitas.

Dengan pendekatan ini, diharapkan keseimbangan sosial dapat terjaga dan tingkat kemiskinan di wilayah perkotaan dapat berkurang secara bertahap.

Kesimpulannya adalah, masalah sosial tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat karena muncul akibat interaksi sosial yang tidak seimbang. Setiap masalah yang terjadi, seperti kemiskinan, pengangguran, atau ketimpangan pendidikan, memiliki akar penyebab yang kompleks dan saling berkaitan. Berdasarkan teori sosiologi seperti fungsionalisme dan konflik sosial, penyelesaian masalah sosial harus dilakukan dengan memperbaiki sistem yang ada serta meningkatkan peran aktif masyarakat. Dengan begitu, pembangunan sosial dapat berjalan seimbang, dan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai secara berkelanjutan.