Nama : Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039
Jurnal “Accounting Theory: Concept and Importance membahas Berbagai teori digunakan untuk memahami praktik keberlanjutan korporasi, antara lain teori pemangku kepentingan, teori sinyal, teori legitimasi, dan teori kelembagaan. Teori-teori tersebut menjelaskan bagaimana perusahaan berinteraksi dengan pemangku kepentingan, mengurangi asimetri informasi melalui pelaporan keberlanjutan, memperoleh legitimasi sosial, serta meniru praktik umum industri dalam upaya mempertahankan citra positif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa banyak laporan keberlanjutan masih belum seimbang karena perusahaan cenderung menonjolkan kontribusi positif terhadap SDGs dan mengabaikan kelemahan mereka. Oleh karena itu, diperlukan standar, regulasi, dan verifikasi pihak ketiga agar pelaporan keberlanjutan menjadi lebih transparan dan akurat. Dalam konteks SDGs, PBB menetapkan 17 tujuan global yang menuntut peran aktif sektor swasta melalui inovasi, kemitraan, dan tanggung jawab sosial. Meskipun banyak perusahaan mengaku berkomitmen terhadap SDGs, hanya sebagian kecil yang memiliki target terukur dan melaporkan kemajuan secara konsisten. Untuk membantu perusahaan, lembaga seperti GRI dan IIRC menyediakan panduan seperti SDG Compass dan SDG Disclosures agar perusahaan dapat mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi bisnis serta pelaporan keberlanjutan secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan investor.
Npm : 2413031039
Jurnal “Accounting Theory: Concept and Importance membahas Berbagai teori digunakan untuk memahami praktik keberlanjutan korporasi, antara lain teori pemangku kepentingan, teori sinyal, teori legitimasi, dan teori kelembagaan. Teori-teori tersebut menjelaskan bagaimana perusahaan berinteraksi dengan pemangku kepentingan, mengurangi asimetri informasi melalui pelaporan keberlanjutan, memperoleh legitimasi sosial, serta meniru praktik umum industri dalam upaya mempertahankan citra positif. Namun, penelitian menunjukkan bahwa banyak laporan keberlanjutan masih belum seimbang karena perusahaan cenderung menonjolkan kontribusi positif terhadap SDGs dan mengabaikan kelemahan mereka. Oleh karena itu, diperlukan standar, regulasi, dan verifikasi pihak ketiga agar pelaporan keberlanjutan menjadi lebih transparan dan akurat. Dalam konteks SDGs, PBB menetapkan 17 tujuan global yang menuntut peran aktif sektor swasta melalui inovasi, kemitraan, dan tanggung jawab sosial. Meskipun banyak perusahaan mengaku berkomitmen terhadap SDGs, hanya sebagian kecil yang memiliki target terukur dan melaporkan kemajuan secara konsisten. Untuk membantu perusahaan, lembaga seperti GRI dan IIRC menyediakan panduan seperti SDG Compass dan SDG Disclosures agar perusahaan dapat mengintegrasikan SDGs ke dalam strategi bisnis serta pelaporan keberlanjutan secara lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan investor.