གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Olivia Rahma Dani

AKM B2025 -> Diskusi

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama : Olivia Rahma Dani
NPM : 2413031039

Neraca memiliki beberapa keterbatasan kaerna, Ia hanya menunjukkan posisi keuangan pada satu titik waktu dan sering menggunakan nilai historis, bukan nilai pasar, sehingga tidak mencerminkan nilai sebenarnya. Neraca juga tidak memuat informasi kinerja seperti pendapatan, beban, atau arus kas, serta dapat dipengaruhi oleh perbedaan kebijakan akuntansi antar perusahaan. Selain itu, neraca tidak mengungkap risiko non-keuangan dan sering mengabaikan aset tidak berwujud atau kewajiban kontinjensi. Oleh karena itu, neraca perlu dilengkapi dengan laporan keuangan lain untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.

TA B 2025 -> ACTIVITY: RESUME

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama: Olivia Rahma Dani
Npm: 2413031039

Jurnal tersebut membahas tentang Kerangka Konseptual untuk Pelaporan Keuangan (CFW) adalah panduan penting dalam pembuatan standar akuntansi dan penyampaian informasi keuangan. Tujuan utama dari CFW adalah untuk menyajikan informasi keuangan yang relevan, akurat, dan bermanfaat bagi para investor, kreditor, serta pihak berkepentingan lainnya dalam proses pengambilan keputusan ekonomi. CFW dirumuskan oleh lembaga internasional seperti International Accounting Standards Board (IASB) dan Financial Accounting Standards Board (FASB) untuk menyelaraskan prinsip-prinsip akuntansi melalui konvergensi IFRS dan US GAAP. Kerangka ini berfungsi sebagai "konstitusi" untuk pelaporan keuangan dengan menetapkan prinsip dasar, mendefinisikan elemen laporan keuangan (seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban), serta kriteria untuk pengakuan dan pengukuran.

Secara historis, pengembangan CFW dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1936 oleh American Accounting Association (AAA) dan terus berlanjut hingga dimulainya proyek kolaborasi antara IASB dan FASB pada tahun 2004. Namun, meskipun manfaatnya telah banyak diteliti, studi mengenai keterbatasan CFW masih sangat sedikit. Beberapa kekurangan yang dibahas dalam penelitian ini meliputi masalah konservatisme akuntansi, perbedaan budaya dan hukum dari negara ke negara, serta ketidakmampuan laporan keuangan secara umum untuk memberikan semua informasi yang diperlukan oleh pengguna.

CFW tidak hanya penting bagi penyusun standar, tetapi juga bagi pengguna laporan keuangan untuk memahami prinsip-prinsip dasar yang diterapkan dalam pelaporan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka yang sistematis untuk menilai kontribusi dan batasan dari CFW dalam pelaporan keuangan. Penulis menyimpulkan bahwa CFW perlu terus diperbarui agar dapat memenuhi kebutuhan global dan menghasilkan laporan keuangan yang jelas, konsisten, serta dapat dibandingkan antar perusahaan yang berada di berbagai wilayah hukum.

TA B 2025 -> DISKUSI

Olivia Rahma Dani གིས-
Nama : Olivia Rahma Dani
Npm : 2413031039

Yang dapat saya simpulkan dari video tersebut adalah Kerangka konseptual akuntansi yang disusun oleh Financial Accounting Standards Board (FASB) bertujuan untuk memberikan dasar teoritis dalam pengembangan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Amerika Serikat (US GAAP). Sebelum FASB, badan penyusun standar seperti CAP dan APB tidak memiliki kerangka ini, sehingga mereka hanya merespons masalah secara kasus per kasus. Tujuan utama pelaporan keuangan adalah memberikan informasi yang berguna bagi investor, kreditor, dan pemangku kepentingan lain dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi yang disajikan harus relevan, artinya mampu mempengaruhi keputusan, dan juga harus mencerminkan keadaan sebenarnya. Selain itu, informasi juga perlu memiliki karakteristik penunjang seperti dapat dibandingkan, dapat dipahami, dapat diverifikasi, dan disajikan tepat waktu.

Elemen dasar laporan keuangan mencakup aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan, kerugian, dan pendapatan komprehensif, serta investasi dan distribusi kepada pemilik. Pelaporan dilakukan berdasarkan asumsi-asumsi seperti entitas ekonomi yang terpisah, kelangsungan usaha, periodisitas, dan penggunaan unit moneter. Prinsip-prinsip penting yang diterapkan meliputi pengukuran atribut campuran (aset dinilai dengan berbagai metode seperti harga historis dan nilai wajar), pengakuan pendapatan saat barang atau jasa diserahkan, dan pengakuan beban berdasarkan prinsip pencocokan. Selain itu, pengungkapan penuh atas informasi yang relevan juga diperlukan, meskipun ada batasan biaya yang harus dipertimbangkan. Industri tertentu seperti perbankan memiliki praktik pelaporan khusus, dan prinsip konservatisme mendorong akuntan untuk mengakui kerugian lebih awal daripada keuntungan. Secara keseluruhan, kerangka konseptual ini memastikan bahwa laporan keuangan dapat diandalkan dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi yang rasional.