Posts made by Fildzah Aulia Putri

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Fildzah Aulia Putri -
Nama : Fildzah Aulia Putri
NPM : 2413053107
Kelas : 3C

1. Metode yang digunakan
Kelebihan: Adanya ice breaking dan penyampaian tujuan pembelajaran di awal menunjukkan guru berusaha memotivasi dan menarik perhatian siswa sejak menit pertama.
Kekurangan: Meskipun ada ice breaking di awal, metode yang panjang (penjelasan, diskusi, lalu presentasi) tanpa jeda ice breaking kedua yang mungkin dapat menyebabkan rasa bosan dan kehilangan konsentrasi pada beberapa siswa, terutama saat menonton video, penjelasan yang berlangsung terlalu lama atau saat kelompok lain sedang presentasi.
2. Media yang digunakan
Kelebihan: Sangat efektif untuk pelajaran Kenampakan Alam. Gambar, peta, atau video dapat ditampilkan secara jelas dan nyata, membuat materi yang abstrak menjadi lebih nyata dan mudah dipahami siswa. Seluruh siswa, termasuk yang duduk di belakang juga dapat melihat visualisasi dengan baik dan seragam. Penggunaan LCD juga dapat menghemat waktu menggambar dan fokus pada penjelasan.
Kekurangan: Penggunaan LCD sering kali memerlukan ruangan yang agak gelap. Dalam sesi yang panjang dan minim ice breaking lanjutan, kondisi ini dapat menurunkan mood dan memicu kelelahan, rasa bosan atau kantuk siswa.
3. Penguasaan materi oleh guru
Kelebihan: Guru menunjukkan penguasaan materi yang tinggi karena mampu tidak hanya menjelaskan secara langsung tetapi juga merancang aktivitas (diskusi dan presentasi) yang memerlukan pemahaman tentang materi tersebut. Guru mampu menjadi fasilitator yang efektif saat berkeliling kelompok dan memberikan bimbingan, memastikan konsep dasar yang diajarkan di awal dapat diterapkan dalam aktivitas kelompok.
Kekurangan: Mungkin kurang mengajukan pertanyaan yang memicu pemikiran kritis atau "mengapa/bagaimana" tentang kenampakan alam.
4. Pengelolaan kelas
Kelebihan: Pengelolaan kelas menunjukkan keberhasilan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif. Adanya ice breaking di awal memberikan semangat dan mood yang baik. Metode diskusi dan presentasi memastikan keterlibatan tinggi dari sebagian besar siswa (aktif secara fisik dan kognitif). Kelas berhasil dikelola untuk berpindah dari mode ceramah ke mode kolaborasi.
Kekurangan: Kekurangannya adalah gagalnya mempertahankan momentum dan energi kelas di tengah sesi inti yang panjang. Tidak adanya ice breaking atau stretching singkat setelah penjelasan atau di sela-sela diskusi bisa menyebabkan penurunan fokus peserta didik sebelum sesi presentasi dimulai.
5. Menurut Anda berapa skor utk guru bu Beti di atas dari rentang 1-100
83/100

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Fildzah Aulia Putri -
Nama : Fildzah Aulia Putri
NPM : 2413053107
Kelas : 3C

Di sekolah, masih banyak siswa yang membuang bungkus makanan atau minuman (sampah) sembarangan. Padahal sudah ada tempat sampah di setiap sudut. Hal ini membuat halaman sekolah kotor dan menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu orang - orang di sekitarnya.

Untuk mengatasi masalah sampah di sekolah, semua warga sekolah harus bekerja sama. Salah satu caranya adalah melalui pendidikan karakter dan peduli lingkungan sejak dini. Di pelajaran IPA atau PPKn, guru dapat mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan. Siswa juga bisa ikut dalam kegiatan seperti Hari Tanpa Sampah Plastik, lomba daur ulang barang bekas, dan gotong royong membersihkan halaman sekolah. Kegiatan ini membuat siswa terbiasa hidup bersih dan peduli lingkungan.
Sekolah juga bisa membuat program Bank Sampah Sekolah. Dalam program ini, siswa mengumpulkan sampah plastik seperti botol minuman atau bungkus makanan untuk ditukar dengan alat tulis atau hadiah kecil. Dengan begitu, sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali dan tidak menumpuk di tempat sampah.
Selain itu, guru dan pegawai sekolah juga harus memberi contoh yang baik. Mereka bisa menunjukkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan tetap bersih. Sekolah juga bisa membuat jadwal piket kebersihan agar setiap siswa ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas dan halaman. Jika semua warga sekolah mau bekerja sama dan saling mengingatkan, sekolah akan menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.

Menurut Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura, anak-anak belajar dengan cara meniru orang lain di sekitarnya. Jika guru dan teman-teman selalu menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya, maka anak-anak akan terbiasa meniru kebiasaan baik itu. Oleh karena itu, keteladanan dari orang dewasa dan teman sebaya sangat penting untuk membentuk perilaku peduli lingkungan di sekolah. Selanjutnya, Teori Perubahan Kebiasaan yang dikemukakan oleh Lewin menjelaskan bahwa kebiasaan baik tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses. Pertama, anak-anak perlu disadarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Setelah itu, mereka harus dibiasakan melakukan tindakan positif, seperti piket kebersihan dan memilah sampah. Jika dilakukan terus-menerus, maka kebiasaan tersebut akan menjadi budaya di lingkungan sekolah. Selain itu, Teori Fungsionalisme dari Talcott Parsons juga mendukung pentingnya kerja sama di sekolah. Dalam teori ini, dijelaskan bahwa setiap orang memiliki peran masing-masing agar lingkungan tetap seimbang. Siswa berperan menjaga kebersihan, guru memberi contoh yang baik, dan petugas kebersihan membantu menjaga lingkungan tetap rapi. Bila semua menjalankan perannya dengan baik, sekolah akan menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.