Nama : Fildzah Aulia Putri
NPM : 2413053107
Kelas : 3C
Di sekolah, masih banyak siswa yang membuang bungkus makanan atau minuman (sampah) sembarangan. Padahal sudah ada tempat sampah di setiap sudut. Hal ini membuat halaman sekolah kotor dan menimbulkan bau tidak sedap yang dapat mengganggu orang - orang di sekitarnya.
Untuk mengatasi masalah sampah di sekolah, semua warga sekolah harus bekerja sama. Salah satu caranya adalah melalui pendidikan karakter dan peduli lingkungan sejak dini. Di pelajaran IPA atau PPKn, guru dapat mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan dan mencintai lingkungan. Siswa juga bisa ikut dalam kegiatan seperti Hari Tanpa Sampah Plastik, lomba daur ulang barang bekas, dan gotong royong membersihkan halaman sekolah. Kegiatan ini membuat siswa terbiasa hidup bersih dan peduli lingkungan.
Sekolah juga bisa membuat program Bank Sampah Sekolah. Dalam program ini, siswa mengumpulkan sampah plastik seperti botol minuman atau bungkus makanan untuk ditukar dengan alat tulis atau hadiah kecil. Dengan begitu, sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali dan tidak menumpuk di tempat sampah.
Selain itu, guru dan pegawai sekolah juga harus memberi contoh yang baik. Mereka bisa menunjukkan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan tetap bersih. Sekolah juga bisa membuat jadwal piket kebersihan agar setiap siswa ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan kelas dan halaman. Jika semua warga sekolah mau bekerja sama dan saling mengingatkan, sekolah akan menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.
Menurut Teori Belajar Sosial dari Albert Bandura, anak-anak belajar dengan cara meniru orang lain di sekitarnya. Jika guru dan teman-teman selalu menjaga kebersihan serta membuang sampah pada tempatnya, maka anak-anak akan terbiasa meniru kebiasaan baik itu. Oleh karena itu, keteladanan dari orang dewasa dan teman sebaya sangat penting untuk membentuk perilaku peduli lingkungan di sekolah. Selanjutnya, Teori Perubahan Kebiasaan yang dikemukakan oleh Lewin menjelaskan bahwa kebiasaan baik tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi melalui proses. Pertama, anak-anak perlu disadarkan tentang pentingnya menjaga kebersihan. Setelah itu, mereka harus dibiasakan melakukan tindakan positif, seperti piket kebersihan dan memilah sampah. Jika dilakukan terus-menerus, maka kebiasaan tersebut akan menjadi budaya di lingkungan sekolah. Selain itu, Teori Fungsionalisme dari Talcott Parsons juga mendukung pentingnya kerja sama di sekolah. Dalam teori ini, dijelaskan bahwa setiap orang memiliki peran masing-masing agar lingkungan tetap seimbang. Siswa berperan menjaga kebersihan, guru memberi contoh yang baik, dan petugas kebersihan membantu menjaga lingkungan tetap rapi. Bila semua menjalankan perannya dengan baik, sekolah akan menjadi tempat yang bersih, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar.