Nama: Kadek Dwi Octo Lesa Candigo
NPM : 2415061072
Kelas : PSTI D
Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Pekalongan: Ancaman bagi Ekosistem dan Kesejahteraan Warga
Video tersebut aksi protes warga desa Pegaden Tengah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah dari pabrik pakaian. Warga merasa terganggu oleh bau busuk dan dampak negatif limbah yang dibuang ke sungai, sehingga mereka melakukan aksi penutupan saluran pembuangan sebagai bentuk protes. Dalam video tersebut, pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui cara pengolahan limbah yang benar, mencerminkan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab lingkungan.
Dari sudut pandang Pancasila, perjuangan warga Desa Pegaden Tengah mencerminkan upaya menjaga martabat manusia dan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan industri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghormati hak-hak individu. Aksi ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang keadilan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan. Di tengah pertumbuhan industri yang pesat di Indonesia, protes seperti ini semakin sering terjadi sebagai tanggapan atas praktik industri yang tidak mematuhi regulasi lingkungan. Pencemaran limbah industri tidak hanya merusak alam tetapi juga menurunkan kualitas hidup masyarakat, menjadi tantangan besar yang perlu segera ditangani.
NPM : 2415061072
Kelas : PSTI D
Pencemaran Limbah Pabrik di Sungai Pekalongan: Ancaman bagi Ekosistem dan Kesejahteraan Warga
Video tersebut aksi protes warga desa Pegaden Tengah di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menggambarkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah dari pabrik pakaian. Warga merasa terganggu oleh bau busuk dan dampak negatif limbah yang dibuang ke sungai, sehingga mereka melakukan aksi penutupan saluran pembuangan sebagai bentuk protes. Dalam video tersebut, pemilik pabrik mengaku tidak mengetahui cara pengolahan limbah yang benar, mencerminkan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab lingkungan.
Dari sudut pandang Pancasila, perjuangan warga Desa Pegaden Tengah mencerminkan upaya menjaga martabat manusia dan lingkungan untuk masa depan yang lebih baik. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kerja sama antara masyarakat, pemerintah, dan industri dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menghormati hak-hak individu. Aksi ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang keadilan sosial yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab dan dampaknya terhadap kesehatan serta lingkungan. Di tengah pertumbuhan industri yang pesat di Indonesia, protes seperti ini semakin sering terjadi sebagai tanggapan atas praktik industri yang tidak mematuhi regulasi lingkungan. Pencemaran limbah industri tidak hanya merusak alam tetapi juga menurunkan kualitas hidup masyarakat, menjadi tantangan besar yang perlu segera ditangani.