Posts made by Yaza Nurzahira

NAMA : YAZA NURZAHIRA
NPM : 2415061032
KELAS : PSTI D

Studi ini mengkaji kesenjangan antara ideal demokrasi Pancasila dengan praktik penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia. Fokus analisis difokuskan pada inkonsistensi antara prinsip sila keempat Pancasila tentang "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan" dengan realitas politik elektoral di tingkat lokal.

Permasalahan Utama

Distorsi Proses Demokrasi:
Sistem pencalonan yang diskriminatif terhadap calon independen
Dominasi partai politik dalam proses rekrutmen calon
Pembatasan ruang partisipasi masyarakat sipil

Praktik Kampanye Tidak Sehat:
Maraknya disinformasi dan hoaks politik
Eskalasi politik identitas berbasis SARA
Penggunaan ujaran kebencian sebagai strategi kampanye

Krisis Representasi:
Kecenderungan oligarkis dalam partai politik
Pengambilan kebijakan yang berorientasi pada kepentingan elit
Lemahnya akuntabilitas politik terhadap konstituen
Analisis Kritis

Temuan penelitian menunjukkan beberapa paradoks:
Prosedural vs Substansial: Pilkada telah memenuhi aspek formal demokrasi namun gagal dalam dimensi substansial
Partisipasi vs Eksklusi: Mekanisme elektoral justru membatasi ruang keterlibatan masyarakat
Persatuan vs Perpecahan: Proses demokrasi yang seharusnya mempersatukan malah menjadi sumber konflik
Rekomendasi Reformasi

Untuk mengatasi masalah tersebut, diperlukan:

Reformasi Sistem Elektoral:
Penyederhanaan syarat pencalonan independen
Penguatan mekanisme verifikasi faktual dalam kampanye
Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar etika politik

Transformasi Partai Politik:
Demokratisasi internal partai
Penguatan sistem kaderisasi berbasis meritokrasi
Peningkatan transparansi pendanaan politik
Pemberdayaan Masyarakat:
Program pendidikan politik berbasis nilai Pancasila
Penguatan kapasitas masyarakat sipil dalam pengawasan pemilu
Optimalisasi peran media dalam edukasi demokrasi
Implikasi Teoritis

Studi ini memberikan kontribusi pada:
Pengembangan konsep demokrasi kontekstual Indonesia
Kritik terhadap model demokrasi elektoral liberal
Formulasi indikator demokrasi berbasis nilai Pancasila

MKU PKN PSTI C DAN D 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

by Yaza Nurzahira -
NAMA : YAZA NURZAHIRA
NPM : 2415061032
KELAS : PSTI D

Evolusi Sistem Demokrasi Indonesia: Tinjauan Historis dan Proyeksi Masa Depan

Kajian ini menelusuri perkembangan sistem politik demokrasi di Indonesia secara komprehensif, mulai dari fase kemerdekaan hingga masa kontemporer pasca-reformasi beserta tantangan yang dihadapi ke depan. Proses demokratisasi di Indonesia menunjukkan pola perkembangan yang dinamis, mencerminkan interaksi kompleks antara faktor-faktor politik, sosial, dan ekonomi dalam lintasan sejarah bangsa.

Fase Awal Pembentukan Demokrasi (1945-1959)
Masa pembentukan demokrasi pasca-kemerdekaan diwarnai berbagai kesulitan mendasar, termasuk kondisi ekonomi nasional yang belum mapan dan fragmentasi kekuatan politik. Model demokrasi parlementer yang diterapkan pada periode ini meskipun menunjukkan kemajuan dalam pembentukan institusi demokrasi, namun pada praktiknya mengalami disfungsi akibat konflik antar-elit politik dan ketidakstabilan pemerintahan. Ketegangan politik antara eksekutif dan militer akhirnya mengakhiri eksperimen demokrasi parlementer ini.

Masa Demokrasi Terpimpin hingga Orde Baru (1959-1998)
Era demokrasi terpimpin menandai periode konsolidasi kekuasaan yang terpusat dengan meningkatnya pengaruh ideologi kiri. Transisi ke pemerintahan Orde Baru membawa perubahan sistem politik yang lebih terstruktur, namun disertai dengan dominasi militer yang berlebihan dan pembatasan ruang demokrasi. Meskipun stabilitas politik tercapai, praktik demokrasi selama Orde Baru lebih bersifat formalistik dengan kontrol ketat terhadap partisipasi politik masyarakat.

Era Reformasi dan Tantangan Kontemporer
Krisis politik 1998 menjadi titik balik menuju sistem demokrasi yang lebih inklusif. Periode reformasi ditandai dengan:

-Distribusi kekuasaan melalui otonomi daerah

-Pembentukan lembaga-lembaha pengawas demokrasi

-Kebebasan berekspresi yang lebih luas

-Ruang partisipasi politik yang lebih terbuka

Namun demikian, berbagai masalah struktural seperti praktik korupsi sistemik, kesenjangan sosial-ekonomi, dan kualitas representasi politik yang rendah masih menjadi penghambat utama konsolidasi demokrasi.

Proyeksi dan Rekomendasi Penguatan Demokrasi
Dalam menghadapi tantangan masa depan, beberapa strategi krusial perlu diperhatikan:

-Pemanfaatan teknologi digital untuk perluasan partisipasi politik

-Peningkatan kapasitas kelembagaan politik

-Penguatan pendidikan kewarganegaraan

-Peningkatan literasi media digital masyarakat

Simpulan
Perjalanan demokrasi Indonesia mencerminkan proses pembelajaran politik yang terus berlanjut. Dari berbagai fase sejarah politik yang dilalui, terlihat jelas bahwa demokrasi merupakan sistem yang senantiasa perlu disempurnakan melalui kontribusi aktif seluruh komponen bangsa, dengan tetap memperhatikan konteks sosio-kultural Indonesia yang unik.