NAMA : HENGKY KURNIAWAN
NPM : 2415061105
KELAS : PSTI D
Video ini memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai perjalanan demokrasi di Indonesia, sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi serta arah perkembangannya ke depan. Demokrasi di Indonesia berkembang melalui proses yang tidak sederhana, dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, ekonomi, dan kekuasaan yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Pada masa awal kemerdekaan, pembangunan sistem demokrasi menghadapi tantangan besar akibat kondisi sosial dan ekonomi yang belum mapan serta adanya persaingan antar kepentingan politik. Periode demokrasi parlementer (1945–1959) menjadi tonggak awal munculnya institusi-institusi demokratis. Namun, ketegangan antara berbagai kelompok politik dan konflik antara Presiden Soekarno dan militer menyebabkan kegagalan sistem ini.
Masa selanjutnya, yakni era demokrasi terpimpin (1959–1965), ditandai dengan pemusatan kekuasaan di tangan presiden dan meningkatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia. Hal ini memicu benturan dengan pihak militer dan mengarah pada instabilitas. Ketika Orde Baru berkuasa, terjadi pergeseran besar dalam sistem politik. Meskipun awalnya tampak membuka ruang distribusi kekuasaan, dalam praktiknya kekuasaan justru makin terpusat, militer mendominasi, partai politik dikendalikan, dan kebebasan sipil dibatasi. Demokrasi pada masa ini bersifat simbolis dan tidak memberikan ruang partisipasi yang nyata bagi masyarakat.
Era reformasi yang dimulai tahun 1998 menandai fase baru dalam demokrasi Indonesia, ditandai oleh pelembagaan demokrasi yang lebih kuat seperti desentralisasi, kebebasan pers, dan pembentukan lembaga-lembaga independen. Meskipun begitu, masih banyak tantangan yang dihadapi, termasuk korupsi yang merajalela, kesenjangan sosial dan ekonomi, lemahnya peran partai politik, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses politik.
Video ini juga menggarisbawahi pentingnya strategi ke depan dalam memperkuat demokrasi, antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital. Teknologi memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat, tetapi juga bisa menimbulkan polarisasi dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, pendidikan politik, penguatan kelembagaan, dan peningkatan literasi digital menjadi hal yang krusial untuk memperkokoh demokrasi.
Secara keseluruhan, demokrasi di Indonesia masih berada dalam tahap pembentukan dan penyempurnaan. Perjalanan panjang yang telah dilalui menunjukkan bahwa demokrasi merupakan proses yang terus berkembang dan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk dapat tumbuh dan berkelanjutan.
NPM : 2415061105
KELAS : PSTI D
Video ini memberikan pemaparan yang komprehensif mengenai perjalanan demokrasi di Indonesia, sejak masa awal kemerdekaan hingga era reformasi serta arah perkembangannya ke depan. Demokrasi di Indonesia berkembang melalui proses yang tidak sederhana, dipengaruhi oleh dinamika politik, sosial, ekonomi, dan kekuasaan yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Pada masa awal kemerdekaan, pembangunan sistem demokrasi menghadapi tantangan besar akibat kondisi sosial dan ekonomi yang belum mapan serta adanya persaingan antar kepentingan politik. Periode demokrasi parlementer (1945–1959) menjadi tonggak awal munculnya institusi-institusi demokratis. Namun, ketegangan antara berbagai kelompok politik dan konflik antara Presiden Soekarno dan militer menyebabkan kegagalan sistem ini.
Masa selanjutnya, yakni era demokrasi terpimpin (1959–1965), ditandai dengan pemusatan kekuasaan di tangan presiden dan meningkatnya pengaruh Partai Komunis Indonesia. Hal ini memicu benturan dengan pihak militer dan mengarah pada instabilitas. Ketika Orde Baru berkuasa, terjadi pergeseran besar dalam sistem politik. Meskipun awalnya tampak membuka ruang distribusi kekuasaan, dalam praktiknya kekuasaan justru makin terpusat, militer mendominasi, partai politik dikendalikan, dan kebebasan sipil dibatasi. Demokrasi pada masa ini bersifat simbolis dan tidak memberikan ruang partisipasi yang nyata bagi masyarakat.
Era reformasi yang dimulai tahun 1998 menandai fase baru dalam demokrasi Indonesia, ditandai oleh pelembagaan demokrasi yang lebih kuat seperti desentralisasi, kebebasan pers, dan pembentukan lembaga-lembaga independen. Meskipun begitu, masih banyak tantangan yang dihadapi, termasuk korupsi yang merajalela, kesenjangan sosial dan ekonomi, lemahnya peran partai politik, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam proses politik.
Video ini juga menggarisbawahi pentingnya strategi ke depan dalam memperkuat demokrasi, antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital. Teknologi memiliki potensi besar untuk memperluas partisipasi masyarakat, tetapi juga bisa menimbulkan polarisasi dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Oleh karena itu, pendidikan politik, penguatan kelembagaan, dan peningkatan literasi digital menjadi hal yang krusial untuk memperkokoh demokrasi.
Secara keseluruhan, demokrasi di Indonesia masih berada dalam tahap pembentukan dan penyempurnaan. Perjalanan panjang yang telah dilalui menunjukkan bahwa demokrasi merupakan proses yang terus berkembang dan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat untuk dapat tumbuh dan berkelanjutan.