གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Maxwel Raski H Marbun Lumban Gaol IF UNILA

Nama : Maxwel Raski H Marbun Lumbangaol
NPM : 2415061119

Jurnal ini membahas secara komprehensif tentang hubungan antara filsafat pendidikan, Pancasila, dan pembentukan karakter bangsa Indonesia. Penulis berhasil menjelaskan bagaimana Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia memiliki peran vital dalam sistem pendidikan nasional. Yang menarik adalah bagaimana jurnal ini menguraikan tiga ciri utama filsafat pendidikan Pancasila yaitu integral (mengakui manusia seutuhnya), etis (kebebasan yang bertanggung jawab), dan religius (mengakui dimensi ketuhanan). Ketiga aspek ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter yang holistik.

Perspektif yang disampaikan dalam jurnal ini sangat relevan dengan kondisi pendidikan Indonesia saat ini, di mana ada kebutuhan mendesak untuk memperkuat pendidikan karakter di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Penulis berhasil menghubungkan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat menjadi fondasi dalam pembentukan karakter bangsa melalui sistem pendidikan. Hal ini penting mengingat pendidikan karakter yang berbasis Pancasila dapat menjadi "benteng" dalam mempertahankan identitas dan kepribadian bangsa Indonesia di tengah berbagai pengaruh budaya global.

Meskipun demikian, jurnal ini bisa lebih diperkaya dengan pembahasan tentang implementasi praktis dari konsep-konsep yang diuraikan. Walaupun sudah menyebutkan tiga poin yang harus dilakukan pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila, penjelasan lebih detail tentang strategi dan metode praktis dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam proses pembelajaran sehari-hari akan membuat jurnal ini lebih aplikatif. Namun secara keseluruhan, jurnal ini memberikan landasan teoretis yang kuat tentang pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam sistem pendidikan nasional untuk membentuk karakter bangsa yang sesuai dengan kepribadian Indonesia.
Nama : Maxwel Raski H Marbun Lumban Gaol
NPM: 2415061119
PSTI D
1. Kasus penolakan jenazah korban Covid-19 di Jawa Tengah sangat disayangkan dan mencerminkan adanya ketidakpahaman serta ketidakpekaan masyarakat terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Penolakan terhadap jenazah, terutama yang merupakan seorang perawat yang telah berjuang di garda terdepan, menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap pengorbanan dan dedikasi seseorang. Hal ini bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua yang menekankan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab. Dalam konteks ini, seharusnya masyarakat menunjukkan empati dan rasa hormat terhadap jenazah, serta memahami bahwa setiap individu, meskipun telah meninggal, tetap memiliki martabat yang harus dihormati.

2. Menurut saya sebagai mahasiswa, saya akan menyarankan agar dilakukan kampanye edukasi yang lebih intensif mengenai Covid-19 dan penanganannya, termasuk pemahaman tentang pentingnya menghormati jenazah. Program pendidikan karakter yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan dan empati perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu diperkuat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penghargaan terhadap sesama. Masyarakat juga perlu dilibatkan dalam diskusi dan forum-forum yang membahas isu-isu kemanusiaan agar mereka lebih peka dan memahami pentingnya sikap saling menghargai.

3.Menurut saya, penolakan jenazah korban Covid-19 jelas termasuk pelanggaran terhadap sila kedua Pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab." Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, hak untuk dihormati dan diperlakukan dengan baik tetap ada. Setiap individu, terlepas dari keadaan hidup atau matinya, memiliki martabat yang harus dihargai. Penolakan tersebut mencerminkan sikap tidak beradab dan kurangnya empati, yang seharusnya menjadi bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam Pancasila. Oleh karena itu, sangat penting untuk menegakkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Nama : Maxwel Raski H Marbun Lumban Gaol
NPM : 2415061119
PSTI D
Jurnal di atas memberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya filsafat, khususnya dalam konteks Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Penulis menjelaskan berbagai manfaat mempelajari filsafat, seperti kemampuan berpikir logis dan bijaksana, yang sangat penting untuk pengambilan keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penjelasan mengenai Pancasila sebagai sistem filsafat menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila saling terkait dan memiliki tujuan yang jelas untuk membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Lebih lanjut, jurnal ini juga membahas berbagai aliran filsafat yang ada, seperti rasionalisme dan materialisme, yang memberikan perspektif berbeda tentang cara pandang manusia terhadap dunia. Dengan memahami berbagai aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis dari filsafat, pembaca dapat lebih menghargai kompleksitas kehidupan dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Secara keseluruhan, jurnal ini sangat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang filsafat dan penerapannya dalam konteks kebangsaan dan kehidupan sehari-hari.

Mempelajari filsafat memiliki banyak manfaat penting. Pertama, filsafat membantu kita memperoleh kebenaran yang hakiki, sehingga kita dapat memahami realitas dengan lebih baik. Selain itu, belajar filsafat melatih kita untuk berpikir logis dan kritis, yang sangat berguna dalam menghadapi berbagai masalah. Filsafat juga mengajarkan kita untuk berpikir dan bertindak bijaksana, serta menyeimbangkan antara pertimbangan dan tindakan.

Filsafat Pancasila dapat didefinisikan sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan budaya bangsa. Pancasila sebagai sistem filosofi memiliki ciri-ciri tertentu, seperti kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan dan memiliki fungsi masing-masing untuk mencapai tujuan tertentu.Selain itu, terdapat berbagai aliran filsafat, seperti rasionalisme yang mengagungkan akal, materialisme yang menekankan materi, individualisme yang menghargai individualitas, dan hedonisme yang mengutamakan kesenangan.