Nama: Ica nuria Ilmawati
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D
A. Ketuhanan Yang Maha Esa:
Kebijakan Ilmu: Mengintegrasikan nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu. Dalam disiplin ilmu seperti teknologi, penelitian diarahkan untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya rasional tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap moral dan etika masyarakat.
Landasan Etika: Pengetahuan harus menghormati hak cipta, kejujuran dalam penelitian, dan memperhatikan keseimbangan antara akal dan iman.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Kebijakan Ilmu: Ilmu dikembangkan untuk kesejahteraan manusia, tidak eksploitatif, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Landasan Etika: Mendorong sikap humanis dalam penerapan ilmu, seperti penggunaan teknologi untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.
Persatuan Indonesia:
Kebijakan Ilmu: Pengembangan IPTEK diarahkan untuk memperkuat persatuan dan nasionalisme. Misalnya, teknologi lokal didukung untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain.
Landasan Etika: Pengetahuan dikembangkan dengan semangat kebangsaan yang mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Kebijakan Ilmu: Mendorong kolaborasi dan keterbukaan dalam penelitian, serta menghormati masukan dari masyarakat.
Landasan Etika: Peneliti harus bersikap terbuka terhadap kritik dan melakukan penelitian secara bertanggung jawab.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu diarahkan untuk menciptakan keadilan dalam akses teknologi dan manfaatnya.
Landasan Etika: Memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi merata bagi seluruh masyarakat.
Proses di tengah persaingan global:
Kompetisi dan Kolaborasi: Menggunakan nilai-nilai Pancasila untuk bersaing secara sehat di kancah global dan menjalin kolaborasi yang adil dengan negara lain.
Inovasi Berbasis Lokal: Mengembangkan ilmu berbasis sumber daya lokal dengan tetap terbuka terhadap teknologi global.
Peningkatan Literasi dan Kompetensi: Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan untuk menghasilkan generasi ilmuwan yang kompeten dan Pancasilais.
B. Pemimpin yang diharapkan:
Memimpin dengan keadilan dan keteladanan moral berdasarkan nilai Ketuhanan.
Mengutamakan kepentingan rakyat dan menjunjung tinggi nilai demokrasi serta persatuan bangsa.
Berorientasi pada kebijakan yang mendukung pengembangan IPTEK secara etis dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Warga Negara:
Memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Menghormati perbedaan dan bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa melalui inovasi dan penggunaan IPTEK secara bertanggung jawab.
Ilmuwan:
Berorientasi pada pengembangan ilmu yang mendukung keadilan sosial dan kemandirian bangsa.
Mengutamakan etika dan integritas dalam penelitian serta aplikasi IPTEK.
Mampu menjawab tantangan global dengan tetap mempertahankan identitas nasional.
NPM: 2415061053
Kelas: PSTI-D
A. Ketuhanan Yang Maha Esa:
Kebijakan Ilmu: Mengintegrasikan nilai spiritual dan moral dalam pengembangan ilmu. Dalam disiplin ilmu seperti teknologi, penelitian diarahkan untuk menciptakan inovasi yang tidak hanya rasional tetapi juga memperhatikan dampaknya terhadap moral dan etika masyarakat.
Landasan Etika: Pengetahuan harus menghormati hak cipta, kejujuran dalam penelitian, dan memperhatikan keseimbangan antara akal dan iman.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab:
Kebijakan Ilmu: Ilmu dikembangkan untuk kesejahteraan manusia, tidak eksploitatif, dan adil bagi seluruh lapisan masyarakat.
Landasan Etika: Mendorong sikap humanis dalam penerapan ilmu, seperti penggunaan teknologi untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan menghormati hak asasi manusia.
Persatuan Indonesia:
Kebijakan Ilmu: Pengembangan IPTEK diarahkan untuk memperkuat persatuan dan nasionalisme. Misalnya, teknologi lokal didukung untuk mengurangi ketergantungan pada negara lain.
Landasan Etika: Pengetahuan dikembangkan dengan semangat kebangsaan yang mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan:
Kebijakan Ilmu: Mendorong kolaborasi dan keterbukaan dalam penelitian, serta menghormati masukan dari masyarakat.
Landasan Etika: Peneliti harus bersikap terbuka terhadap kritik dan melakukan penelitian secara bertanggung jawab.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia:
Kebijakan Ilmu: Pengembangan ilmu diarahkan untuk menciptakan keadilan dalam akses teknologi dan manfaatnya.
Landasan Etika: Memastikan bahwa hasil penelitian tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, tetapi merata bagi seluruh masyarakat.
Proses di tengah persaingan global:
Kompetisi dan Kolaborasi: Menggunakan nilai-nilai Pancasila untuk bersaing secara sehat di kancah global dan menjalin kolaborasi yang adil dengan negara lain.
Inovasi Berbasis Lokal: Mengembangkan ilmu berbasis sumber daya lokal dengan tetap terbuka terhadap teknologi global.
Peningkatan Literasi dan Kompetensi: Menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan untuk menghasilkan generasi ilmuwan yang kompeten dan Pancasilais.
B. Pemimpin yang diharapkan:
Memimpin dengan keadilan dan keteladanan moral berdasarkan nilai Ketuhanan.
Mengutamakan kepentingan rakyat dan menjunjung tinggi nilai demokrasi serta persatuan bangsa.
Berorientasi pada kebijakan yang mendukung pengembangan IPTEK secara etis dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Warga Negara:
Memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Menghormati perbedaan dan bekerja sama untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa melalui inovasi dan penggunaan IPTEK secara bertanggung jawab.
Ilmuwan:
Berorientasi pada pengembangan ilmu yang mendukung keadilan sosial dan kemandirian bangsa.
Mengutamakan etika dan integritas dalam penelitian serta aplikasi IPTEK.
Mampu menjawab tantangan global dengan tetap mempertahankan identitas nasional.