Posts made by Nabila Alyaa Putri

PSTI C dan D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Soal

by Nabila Alyaa Putri -
A. Menurut saya, Pandemi Covid-19 menjadi ujian besar untuk kehidupan di dunia, terutama dibidang sistem pendidikan di Indonesia. Ketidaksiapan pemerintah, instansi, dan orang tua menjadi faktor kesulitan menghadapi ancaman covid-19. Ketidakefektifan dalam proses belajar mengajar online sangat terlihat cukup signifikan. Psikologis murid yang tertekan dan stress akibat perubahan yang tiba-tiba terjadi membuat murid mulai bermalas-malasan setiap ujian dan mengerjakannya dilakukan dengan mencontek. Kemiskinan menjadi faktor tambahan, Akses internet yang dapat dibilang masih sulit bahkan sejumlah murid tidak memiliki gawai sebagai alat belajar online.Lalu angka siswa putus sekolah pun melonjak tak terkendali dikarenakan sektor ekonomi yang menurun. Namun, dengan kerja sama dan inovasi dari semua pihak, kita dapat menjadikan krisis ini sebagai peluang untuk membangun sistem pendidikan yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan dengan tantangan masa depan.

B. Mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan selama pandemi covid-19 dengan mengimplementasikan nilai pancasila dapat dilakukan sebagai berikut:
1. Membuat proyek sosial membantu masyarakat yang terdampak pandemi
2. Pengembangan pendidikan karakter melalui daring
3. Pemanfaatan teknologi untuk mengakses pendidikan yang merata
4. Mendorong kemandirian dan tanggung jawab siswa
Dengan cara-cara ini, pendidikan dapat tetap berjalan efektif dan membentuk karakter siswa yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila, meskipun dalam kondisi yang penuh keterbatasan seperti pandemi.

C. Contoh pengembangan karakter pancasila disaat wabah pandemi
1. Jujur dalam pelaporan gejala dan disiplin pada protokol kesehatan
2. Gotong royong membantu mensuplai makanan serta kebutuhan ke tetangga yang terkena covid
3. Damai dalam menangani konflik karena perbedaan pendapat
4. Pembagian kuota gratis dari pemerintah

D. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilainya berarti Pancasila menjadi dasar dan panduan dalam cara berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat Indonesia. Sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa, Pancasila tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi paradigma atau pola dasar yang membentuk kepribadian individu dan masyarakat.
Pancasila sebagai Paradigma:
1. Paradigma berpikir
Misalnya, dalam menghadapi permasalahan sosial, paradigma berpikir Pancasila mendorong kita untuk mencari solusi yang adil, humanis, dan menghormati perbedaan.
2. Paradigma Bersikap
Bersikap sesuai nilai-nilai Pancasila berarti menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan menjaga keharmonisan sosial.
3. Paradigma Berperilaku
Perilaku sehari-hari masyarakat idealnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.
Pengertian filsafat
Pengertian menurut arti dalam Bahasa Yunani “Philosophia” terdiri dari phile artinya cinta dan Sophia artinya kebijaksanaan. Filsafat Pancasila adalah refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
Pancasila sebagai system filsafat
“system” memiliki ciri-ciri yaitu suatu kesatuan bagian-bagian/unsur/elemen/komponen yang mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran yang sesungguhnya.
Aliran-aliran filsafat
1. Berfilsafat rationalisme mengagungkan akal
2. Bersifat materialisme mengagungkan materi
3. Bersifat individualisme mengagungkan individualitas
4. Bersifat hedonism mengagungkan kesenangan
Manfaat mempelajari filsafat
1. Memperoleh kebenaran yang hakiki
2. Melatih kemampuan berfikir logis
3. Melatih berpikir dan bertindak bijaksana
4. Melatih berpikir rasional dan komprehensif
5. Menyeimbangkan antara pertimbangan dan Tindakan sehingga diperoleh keselarasan hidup, Menghasilkan Tindakan yang bijaksana
Wawasan mengenai aspek penyelidikan
1. Ontology = ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau tentang ada, keberadaan atau eksistensi dan disamakan artinya dengan metafisika
2. Epistemologis = cabang filsafat yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, dan validitas ilmu pengetahuan.
3. Aksiologis = nilai, manfaat pikiran, ilmu atau teori
Jurnal ini membahas pentingnya Pancasila sebagai filosofi dasar Indonesia dan signifikansinya dalam menangani masalah kebangsaan, terutama korupsi. Penulis, membagi Pancasila melalui lensa filsafat ilmu, yang terdiri dari tiga aspek yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi.

1. Ontologi berkaitan dengan ajaran Pancasila, yang menekankan penghormatan terhadap martabat manusia dan membangun masyarakat yang harmonis.
2. Epistemologi menggali sumber pengetahuan dalam Pancasila, mengusulkan bahwa prinsip-prinsip ini harus menjadi panduan dalam kehidupan sosial dan nasionalisme di Indonesia.
3. Aksiologi menyoroti nilai-nilai etika dan moral Pancasila, menegaskan perannya dalam mempromosikan keadilan sosial dan kemanusiaan di kalangan masyarakat Indonesia.

Namun, akhir-akhir ini nilai-nilai Pancasila semakin memudar, yang menyebabkan tantangan nasional yang signifikan seperti:
1. Korupsi yang merajalela
2. Apatisme sosial.

Jurnal ini menegaskan bahwa filsafat ilmu dapat memberikan kerangka untuk menganalisis Pancasila secara kritis dan meningkatkan implementasinya. Penulis menyarankan agar Pancasila harus berkembang sambil mempertahankan nilai-nilai esensialnya, menjadikannya sebagai ideologi yang hidup yang dapat beradaptasi dengan tantangan modern. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan Pancasila sebagai prinsip panduan yang mengharmoniskan filosofi pribadi, sosial, dan nasional, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara di Indonesia.

1. Menurut saya, kasus penolakan jenazah covid 19 di jawa tengah terjadi mungkin karena dipicu oleh ketakutan dan stigma yang masih melekat pada pandemi.Tindakan tersebut mencerminkan kurangnya penghargaan terhadap pengorbanan para tenaga medis dan bisa diartikan sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Penolakan ini sangat disayangkan dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua yang menekankan pada kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai kemanusiaan, diharapkan kejadian penolakan seperti ini tidak akan terulang. Menghormati dan merawat jenazah, terutama bagi mereka yang telah berkorban, adalah bentuk penghormatan tertinggi yang seharusnya selalu dijunjung tinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Sebegai mahasiswa saran dan solusi yang dapat kami berikan adalah edukasi dan penyuluhan masyarakat, pendidikan karakter sejak dini, membuat selebaran untuk dishare ke media sosial.

3. Penolakan jenazah korban Covid-19 jelas merupakan pelanggaran terhadap sila kedua Pancasila, yaitu "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab." Meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, tindakan penolakan mencerminkan ketidakadilan dan ketidakberadaban dalam cara masyarakat memperlakukan sesama manusia, terutama terhadap seseorang yang telah berjuang di garda terdepan penanganan pandemi.  Dengan demikian, meskipun jenazah tersebut sudah tidak bernyawa, penolakan terhadapnya tetap merupakan tindakan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang diamanatkan dalam Pancasila. Tindakan ini menegaskan pentingnya menjaga penghormatan, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan di tengah situasi sulit seperti pandemi.