NAMA: ALFATH ARIYA ILAHI
NPM: 2415061014
KELAS: PSTI B
Menurut saya, jurnal ini membahas peran penting Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk karakter bangsa, terutama dalam konteks demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kehidupan sosial pasca-Orde Baru. PKn bertujuan mencetak warga negara yang cerdas, kritis, dan aktif dalam berdemokrasi, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sesuai dinamika global. Di tengah tantangan demokrasi, PKn diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang mendukung demokrasi berkeadaban.
Namun, meskipun demokrasi di Indonesia telah berkembang, praktik politik uang dan konflik yang tidak diselesaikan secara demokratis masih sering terjadi. PKn diharapkan menjadi benteng intelektual bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang mereduksi demokrasi hanya menjadi prosedur elektoral belaka.
Menurut saya, satu hal yang kurang dibahas adalah bagaimana PKn dapat beradaptasi dengan era digital. Jurnal ini menyoroti ancaman radikalisme dan disinformasi, tetapi kurang mengelaborasi bagaimana PKn bisa menjawab tantangan tersebut. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan memilah informasi dan memahami konteks sosial-politik secara kritis agar dapat terlibat aktif dalam proses demokrasi.
NPM: 2415061014
KELAS: PSTI B
Menurut saya, jurnal ini membahas peran penting Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam membentuk karakter bangsa, terutama dalam konteks demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan kehidupan sosial pasca-Orde Baru. PKn bertujuan mencetak warga negara yang cerdas, kritis, dan aktif dalam berdemokrasi, serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila sesuai dinamika global. Di tengah tantangan demokrasi, PKn diharapkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang mendukung demokrasi berkeadaban.
Namun, meskipun demokrasi di Indonesia telah berkembang, praktik politik uang dan konflik yang tidak diselesaikan secara demokratis masih sering terjadi. PKn diharapkan menjadi benteng intelektual bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam pragmatisme politik yang mereduksi demokrasi hanya menjadi prosedur elektoral belaka.
Menurut saya, satu hal yang kurang dibahas adalah bagaimana PKn dapat beradaptasi dengan era digital. Jurnal ini menyoroti ancaman radikalisme dan disinformasi, tetapi kurang mengelaborasi bagaimana PKn bisa menjawab tantangan tersebut. Mahasiswa perlu dibekali dengan kemampuan memilah informasi dan memahami konteks sosial-politik secara kritis agar dapat terlibat aktif dalam proses demokrasi.