nama : Felicia Natalie Budiman
npm : 2411011023
kelas : manajemen
Dalam jurnal ini, dibahas pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat, dalam pelaksanaan pemilihan umum tingkat daerah. Sila keempat mengajarkan prinsip demokrasi yang berdasarkan musyawarah dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan melalui perwakilan rakyat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu di daerah sering kali tidak sesuai dengan semangat Pancasila. Munculnya berbagai permasalahan seperti tindakan curang, konflik antar calon, serta dukungan buta dari para pendukung menjadi cerminan lemahnya internalisasi nilai demokrasi yang sejati.
Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi yang sehat. Reformasi sistem pemilu perlu dilakukan agar pemilu menjadi sarana yang benar-benar mewakili kehendak rakyat. Salah satu langkah penting yang bisa diambil adalah membuka ruang lebih luas bagi calon independen, sehingga tidak semua kekuasaan politik bergantung pada partai politik. Ketergantungan yang terlalu tinggi pada partai justru berpotensi menjauhkan praktik politik dari nilai-nilai demokrasi yang digariskan dalam Pancasila.
Meski demikian, partai politik tetap memiliki fungsi vital dalam sistem demokrasi Indonesia. Mereka bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta menjadi saluran utama dalam menyuarakan kehendak rakyat. Oleh sebab itu, partai politik harus memastikan bahwa sikap dan kebijakan yang diambil sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Agar demokrasi di Indonesia berjalan konsisten, diperlukan regulasi dan sanksi yang tegas bagi lembaga politik yang menyimpang dari prinsip dasar demokrasi Pancasila.
npm : 2411011023
kelas : manajemen
Dalam jurnal ini, dibahas pentingnya implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila keempat, dalam pelaksanaan pemilihan umum tingkat daerah. Sila keempat mengajarkan prinsip demokrasi yang berdasarkan musyawarah dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan melalui perwakilan rakyat. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pelaksanaan pemilu di daerah sering kali tidak sesuai dengan semangat Pancasila. Munculnya berbagai permasalahan seperti tindakan curang, konflik antar calon, serta dukungan buta dari para pendukung menjadi cerminan lemahnya internalisasi nilai demokrasi yang sejati.
Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi yang sehat. Reformasi sistem pemilu perlu dilakukan agar pemilu menjadi sarana yang benar-benar mewakili kehendak rakyat. Salah satu langkah penting yang bisa diambil adalah membuka ruang lebih luas bagi calon independen, sehingga tidak semua kekuasaan politik bergantung pada partai politik. Ketergantungan yang terlalu tinggi pada partai justru berpotensi menjauhkan praktik politik dari nilai-nilai demokrasi yang digariskan dalam Pancasila.
Meski demikian, partai politik tetap memiliki fungsi vital dalam sistem demokrasi Indonesia. Mereka bertindak sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta menjadi saluran utama dalam menyuarakan kehendak rakyat. Oleh sebab itu, partai politik harus memastikan bahwa sikap dan kebijakan yang diambil sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Agar demokrasi di Indonesia berjalan konsisten, diperlukan regulasi dan sanksi yang tegas bagi lembaga politik yang menyimpang dari prinsip dasar demokrasi Pancasila.