Posts made by Clara Devina Balqis

Learning Social Science -> Tugas Mandiri

by Clara Devina Balqis -
Nama: Clara Devina Balqis
NPM: 2413053078
Kelas: 3C

1. Metode Pembelajaran

Kelebihan:
Guru sudah menggunakan variasi metode seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, dan presentasi sehingga pembelajaran menjadi lebih dinamis untuk anak SD. Pemantik awal seperti menyanyi, tepuk kelas, doa, dan absen juga membantu membangun suasana kelas yang positif. Guru memberikan penguatan verbal seperti “bagus” dan “ya benar”, serta menerapkan diskusi kelompok dan presentasi yang melatih kemampuan kolaborasi dan komunikasi siswa.

Kekurangan:
Metode ceramah masih mendominasi sehingga aktivitas eksplorasi siswa belum maksimal. Keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) juga belum tampak karena siswa hanya diminta menyebutkan contoh sederhana. Interaksi dalam tanya jawab masih terfokus pada dua siswa, yaitu Eva dan Ayunda, sehingga pemerataan partisipasi belum tercapai. Selain itu, bagian apersepsi dan kegiatan awal cukup panjang sehingga mengurangi waktu untuk masuk ke materi inti.

2. Media Pembelajaran

Kelebihan:
Guru menggunakan berbagai media seperti video pembelajaran, PPT, gambar kenampakan alam, lagu tematik, lagu nasional, dan LKPD. Kombinasi media tersebut membantu menarik perhatian siswa dan memperjelas konsep geografi yang diajarkan. Video dan gambar mendukung pemahaman visual siswa, serta lagu tematik dan lagu nasional memberikan suasana belajar positif. LKPD juga membantu mengarahkan siswa dalam kegiatan diskusi kelompok sehingga pembelajaran lebih terstruktur.

Kekurangan:
Pemanfaatan media belum sepenuhnya interaktif, misalnya video tidak dihentikan untuk refleksi atau tanya jawab. PPT yang digunakan juga masih bersifat informatif dan belum interaktif. Selain itu, tidak ada media konkret atau alat peraga nyata untuk memperkuat pemahaman konsep kenampakan alam. Penggunaan lagu pun lebih berfungsi sebagai pembuka pembelajaran dan belum terintegrasi langsung dengan materi.

3. Penguasaan Materi oleh Guru

Kelebihan:
Guru menunjukkan pemahaman yang baik mengenai materi litosfer, hidrosfer, atmosfer, dan contoh-contohnya. Penyampaiannya runtut mulai dari definisi, contoh hingga fungsi, serta mampu menjawab pertanyaan siswa dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa guru cukup menguasai materi yang diajarkan.

Kekurangan:
Penjelasan mengenai fungsi lapisan atmosfer masih kurang mendalam. Beberapa bagian penyampaian juga tampak seperti membaca, bukan berasal dari pemahaman pribadi sepenuhnya. Guru juga belum mengajak siswa mengaitkan materi dengan lingkungan sekitar mereka, padahal hal itu dapat memperkuat pemahaman dan relevansi pembelajaran.

4. Pengelolaan Kelas

Kelebihan:
Guru mampu menciptakan suasana kelas yang kondusif melalui kegiatan awal seperti tepuk kelas dan menyanyi. Kelas juga sudah rapi dan terkondisi dengan baik. Pembagian kelompok dilakukan secara jelas dengan instruksi LKPD yang rinci. Guru aktif berkeliling memantau kegiatan kelompok sehingga dapat membantu siswa saat dibutuhkan.

Kekurangan:
Waktu pembelajaran belum sepenuhnya efisien karena kegiatan awal terlalu panjang. Saat presentasi kelompok berlangsung, beberapa siswa tampak pasif dan kurang terlibat. Guru juga belum menunjukkan strategi khusus dalam menangani siswa yang kurang fokus. Penguatan positif masih terbatas pada bentuk verbal atau tepuk tangan sehingga variasinya kurang.

5. Skor untuk Bu Beti: 80/100

Learning Social Science -> Tugas mandiri

by Clara Devina Balqis -
Clara Devina Balqis (2413053078)

Salah satu masalah sosial yang masih sering terjadi di sekitar kita adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan, baik di jalan, sungai, maupun area pemukiman. Kebiasaan ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kotor, tetapi juga menyebabkan berbagai masalah seperti saluran air tersumbat, banjir, dan munculnya berbagai penyakit. Kurangnya rasa tanggung jawab sosial dan anggapan bahwa menjaga kebersihan adalah tugas pemerintah atau petugas kebersihan menjadi salah satu penyebab utama masalah ini.

Masalah tersebut dapat dijelaskan melalui teori interaksionisme simbolik yang dikemukakan oleh Herbert Blumer. Teori ini menjelaskan bahwa perilaku manusia terbentuk dari hasil interaksi sosial dan makna yang diberikan terhadap suatu tindakan. Jadi, ketika seseorang hidup di lingkungan yang terbiasa membuang sampah sembarangan tanpa ada teguran atau sanksi sosial, maka perilaku itu akan dianggap wajar. Namun, jika lingkungan sosial memberikan contoh dan makna positif terhadap tindakan menjaga kebersihan, maka masyarakat akan cenderung meniru dan membiasakannya.

Untuk mengatasi hal ini, perlu ada langkah nyata dari berbagai pihak. Sekolah, lembaga masyarakat, dan pemerintah bisa bekerja sama mengadakan kegiatan seperti kerja bakti, kampanye kebersihan, atau lomba lingkungan bersih agar masyarakat terbiasa terlibat langsung dalam menjaga kebersihan. Tokoh masyarakat juga berperan penting sebagai teladan; ketika mereka memberi contoh baik, warga lain akan lebih mudah meniru. Selain itu, sistem penghargaan bagi lingkungan yang bersih dan pemberian sanksi ringan bagi pelanggar dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat.

Dengan membangun interaksi sosial yang positif dan memperkuat nilai bersama tentang pentingnya kebersihan, masyarakat akan perlahan membentuk kebiasaan baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sejalan dengan teori interaksionisme simbolik, perubahan makna dan kebiasaan sosial inilah yang menjadi kunci terciptanya perilaku hidup bersih dan sehat dalam jangka panjang.