Nama : Jasmine Putri Melani
NPM : 2411011009
IImu pendidikan memiliki
peranan fundamental dalam pendidikan. Persoalan-persoalan yang
muncul dari aplikasi fondasi-fondasi
pendidikan dan ajaran-ajaran pendidikan (practical theories of
education) dapat dijawab dalam koherensi konseptual sistematik dan
konteks korespondensi aktual ilmu pendidikan, yang tetap mengacu pada
pencapaian tujuan sistem pendidikan dalam arti luas, yaitu memanusiakan
manusia dengan cara yang manusiawi. Ilmu pendidikan memiliki corak
teoritis dan praktis. Bercorak teoritis artinya bersifat normatif atau
menunjukkan standar nilai tertentu, sedangkan bercorak praktis
maksudnya bagaimana pendidikan itu dilaksanakan (Tim Dosen MKDK UPI,2008). Tujuan ilmu pendidikan adalah
bukan pada pengaruh aktivitas pendidik, melainkan lebih kepada
upaya untuk mendapatkan suatu pemahaman mengenai fakta-fakta.
Sedangkan tujuan suatu "practical theory" adalah memberikan bimbingan
tindakan terhadap praksis (Siswoyo,1996). Fungsi ilmu pendidikan sebagai
ilmu pengetahuan adalah
mempertimbangkan secara cermat muatan-muatan teori pendidikan,
kesesuaian antara teori dan praksis, serta makna-makna yang terkandung
di dalamnya. objek
studi ilmu pendidikan ada dua macam, yaitu objek material dan objek formal.
Objek material adalah materinya atau bendanya yang dikenai pendidikan,
yaitu para peserta didik dan warga belajar. Dengan demikian, objek material pendidikan sama dengan
objek material ilmu-ilmu lain, seperti sosiologi, psikologi, biologi dan lain-
lain. Obyek formal ilmu pendidikan adalah fenomena pendidikan dan
semua fenomena yang berhubungan dengan pendidikan. Dalam konteks
"the human ideal" yang ingin dicapai melalui ilmu pendidikan, dan usaha untuk membangun suatu "unified scientific theory of education" (ilmu
pendidikan) yang memiliki skema seperti yang dikemukakan di atas,
tidak hanya membutuhkan komitmen yang tinggi ilmuwan pendidikan
melainkan juga pengkajian mereka yang tak kenal henti (kontinyu) mengenai berbagai sumber, khususnya sumber-sumber pancasila, baik dari segi yang bersifat konseptual maupun dari segi yang bersifat evidensi empiris (Siswoyo, 1996).
Filsafat menjadikan manusia berkembang dan mempunyai pandangan hidup yang menyeluruh
dan sistematis. Pandangan itu kemudian dituangkan dalam sistem pendidikan, dimana sistem pendidikan
menjadi cerminan atas sistem filosofis bangsa yang dianutnya. filsafat
pendidikan Pancasila memaknai bahwa
pendidikan adalah proses
pembudayaan manusia, yakni usaha sadar untuk mengembangkan kemampuan dan kepribadian manusia,
yang dilakukan baik di keluarga, sekolah, maupun masyarakat dan berlaku seumur hidup. Sistem pendidikan pancasila
adalah suatu pendidikan yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan
filosofis pancasila. Pemikiran inilah
yang mendasari akan pentingnya filsafat pendidikan pancasila yang
merupakan tuntutan nasional.