གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Jasmine Putri Melani 2411011009

Nama : Jasmine Putri Melani
NPM : 2411011009
Kelas : Manajemen


Analisis Video Tentang Awal Demokrasi di Indonesia

Video ini membahas bagaimana Indonesia mulai menerapkan sistem demokrasi setelah kemerdekaan pada tahun 1945. Saat itu, kondisi negara masih belum stabil karena masih ada perjuangan melawan penjajah Belanda, tapi pemerintah sudah mulai membuka ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam politik.
Salah satu momen penting yang disebut adalah keluarnya Maklumat Wakil Presiden No. X pada 3 November 1945. Maklumat ini intinya mengajak untuk membentuk partai-partai politik di Indonesia. Jadi, ini jadi langkah awal supaya banyak kelompok dan suara masyarakat bisa ikut dalam pemerintahan, bukan cuma satu pihak saja.
Selain itu, pemerintah juga mengubah sistem pemerintahan dari yang awalnya lebih sentralistik ke sistem parlementer. Artinya, kekuasaan presiden mulai dibatasi dan peran lembaga legislatif seperti Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) diperkuat. Ini supaya keputusan negara nggak cuma diambil dari satu orang, tapi melalui musyawarah wakil rakyat.
Video ini juga menekankan bahwa semua warga negara punya hak yang sama dalam politik, tanpa memandang agama, suku, atau ras. Jadi, demokrasi yang dibangun sejak awal memang ingin inklusif dan adil untuk semua.
Meski begitu, pelaksanaan demokrasi saat itu nggak mudah. Situasi politik yang belum stabil, adanya konflik, dan ancaman dari penjajah membuat demokrasi belum bisa berjalan sempurna. Tapi yang jelas, masa ini jadi pondasi penting supaya Indonesia bisa berkembang jadi negara demokrasi yang lebih matang di masa depan.
Nama : Jasmine Putri Melani
NPM : 2411011009


tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia yang cenderung lebih berorientasi pada kepentingan pasar dibandingkan dengan penguatan nilai-nilai budaya bangsa dan Pancasila sebagai panduan utamanya. Pancasila, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan penerapan IPTEK agar tidak hanya berfokus pada kemajuan material semata, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai luhur yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Dalam era globalisasi yang semakin pesat, Indonesia tidak hanya dihadapkan pada tantangan untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi modern, tetapi juga perlu menjaga karakter dan kepribadian bangsa agar tidak tergerus oleh pengaruh nilai-nilai luar yang bertentangan dengan budaya lokal. Oleh karena itu, Pancasila harus menjadi landasan utama yang memandu pengembangan dan penerapan IPTEK, memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya memperkuat daya saing bangsa di kancah global, tetapi juga sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang kokoh dan berakar pada budaya Indonesia.

tantangan utama terhadap Pancasila sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi :
1. kapitalisme sebagai penguasa perekonomian dunia
2. ⁠globalisasi yang menyebabkan lemahnya daya saing bangsa indonesia dalam pengembangan IPTEK
3. ⁠konsumerisme menyebabkan negara indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju IPTEK nya

selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dalam pendidikan dapat memperkaya sumber belajar dan meningkatkan pemahaman siswa tentang Pancasila. Keterlibatan masyarakat juga sangat diperlukan, di mana kerjasama antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat dapat membantu menerapkan nilai-nilai Pancasila secara efektif.




maka dari itu, penting bagi ilmuwan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap pengembangan ilmu.
Ilmu pengetahuan yang berakar pada ideologi bangsa akan memiliki arah dan tujuan yang jelas, serta memperkuat identitas nasional. Negara perlu mendorong kebijakan yang berorientasi pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam iptek.