Nama : Elwinda Putri Amalia
NPM : 2411011129
Mata Kuliah : MKU Pancasila B
Assalamualaikum pak roy, selamat pagi, izinkan saya memberikan tanggapan terkait video materi yang telah diberikan.
Pancasila, sebagai dasar negara, punya peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia agar tetap berlandaskan nilai-nilai etis dan sosial. Tapi, penerapannya menghadapi beberapa tantangan, seperti:
1. Kapitalisasi: Pengaruh ekonomi global yang terlalu fokus pada keuntungan materi sering menghambat penerapan nilai-nilai Pancasila.
2. Globalisasi: Masuknya budaya asing bisa melemahkan nilai-nilai Pancasila dan daya saing Indonesia di bidang IPTEK.
3. Konsumerisme: Ketergantungan pada produk teknologi luar negeri bikin masyarakat cenderung konsumtif.
4. Pragmatisme: Orientasi pada hasil instan sering kali mengaburkan arah pengembangan IPTEK yang sejalan dengan nilai Pancasila.
Pancasila itu memberikan fondasi kuat supaya IPTEK nggak cuma mengejar kemajuan teknis, tapi juga berdampak positif buat masyarakat secara sosial, etis, dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Kesimpulannya, Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran strategis dalam memastikan perkembangan IPTEK di Indonesia berjalan selaras dengan nilai-nilai etis, sosial, dan kemanusiaan. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti kapitalisasi, globalisasi, konsumerisme, dan pragmatisme yang dapat menggeser arah pengembangan IPTEK dari tujuan idealnya. Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi seluruh elemen bangsa (pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat)untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan inovasi di bidang IPTEK. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengejar kemajuan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan identitas bangsa.
NPM : 2411011129
Mata Kuliah : MKU Pancasila B
Assalamualaikum pak roy, selamat pagi, izinkan saya memberikan tanggapan terkait video materi yang telah diberikan.
Pancasila, sebagai dasar negara, punya peran penting dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia agar tetap berlandaskan nilai-nilai etis dan sosial. Tapi, penerapannya menghadapi beberapa tantangan, seperti:
1. Kapitalisasi: Pengaruh ekonomi global yang terlalu fokus pada keuntungan materi sering menghambat penerapan nilai-nilai Pancasila.
2. Globalisasi: Masuknya budaya asing bisa melemahkan nilai-nilai Pancasila dan daya saing Indonesia di bidang IPTEK.
3. Konsumerisme: Ketergantungan pada produk teknologi luar negeri bikin masyarakat cenderung konsumtif.
4. Pragmatisme: Orientasi pada hasil instan sering kali mengaburkan arah pengembangan IPTEK yang sejalan dengan nilai Pancasila.
Pancasila itu memberikan fondasi kuat supaya IPTEK nggak cuma mengejar kemajuan teknis, tapi juga berdampak positif buat masyarakat secara sosial, etis, dan meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Kesimpulannya, Pancasila sebagai dasar negara memiliki peran strategis dalam memastikan perkembangan IPTEK di Indonesia berjalan selaras dengan nilai-nilai etis, sosial, dan kemanusiaan. Namun, penerapannya menghadapi tantangan seperti kapitalisasi, globalisasi, konsumerisme, dan pragmatisme yang dapat menggeser arah pengembangan IPTEK dari tujuan idealnya. Untuk mengatasi tantangan ini, penting bagi seluruh elemen bangsa (pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat)untuk menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan dan inovasi di bidang IPTEK. Dengan demikian, IPTEK tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mengejar kemajuan teknis, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan, keadilan sosial, dan identitas bangsa.