གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Rodhiyya Zainuddin

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS VIDEO

Rodhiyya Zainuddin གིས-
NAMA : Rodhiyya Zainuddin
NPM : 2416041015
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

Dalam video tersebut, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie menjelaskan tentang perkembangan konstitusi dari awal RI berdiri sampai sekarang serta membahas perbedaan antara UUD 1945 versi pengesahan 18 Agustus 1945 dengan UUD 1945 yang berlaku saat ini.
Indonesia telah mengalami perkembangan dengan 4 republik, yaitu:
1) Undang-undang yang diproklamasikan pada 17 agustus dengan konstitusi yang disahkan pada 18 agustus
2) RIS dan konstitusinya juga menjadi RIS
3) UUD yang diubah menjadi sementara yaitu undang-undang dasar sementara (UUDS 1950)
4) Kembali diberlakukanya UUD 1945

Prof. Jimly menekankan bahwa perubahan dalam UUD 1945 seharusnya tidak hanya dihat sebagai suatu keharusan, tetapi dilihat juga sebagai refleksi dari semangat demokrasi dan kebutuhan untuk memperkuat sistem pemerintahan negara. Setelah mengalami 4 perubahan ini, naskah yang menjadi pedoman adalah naskah dokumen UUD 1945 versi 5 Juli 1959 dengan ditambahkan 4 lampiran yang mencakup perubahan pertama hingga keempat. Untuk mempermudah pemahaman masyarakat dan sosialisasi, MPR menyusun naskah tersebut menjadi satu kesatuan, dengan menambahkan footnote.
Prof. Jimly juga menekankan pentingnya pemahaman konstitusi sebagai landasan hukum tertinggi negara.

MKU PKn Adminitrasi Negara 2024 -> FORUM JAWABAN ANALISIS KASUS

Rodhiyya Zainuddin གིས-
NAMA : Rodhiyya Zainuddin
NPM : 2416041015
KELAS : Reguler A
PRODI : Ilmu Administrasi Negara

1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai isi artikel dan hal positif apa yang bisa kamu ambil setelah membaca artikel tersebut?
Jawab:
Tanggapan saya mengenai artikel tersebut tentang masalah konflik perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste sangatlah miris. Di mana konflik ini bukan pertama kali terjadi, namun warga yang terlibat saja yang berasal dari daerah berbeda. Kedua belah pihak beranggapan bahwa wilayah yang mereka perdebatkan adalah wilayah mereka. Konflik ini diikuti dengan aksi saling lempar batu dan kayu, yang sampai menimbulkan korban dan ketegangan di masyarakat. Konflik ini sebenarnya terjadi karena belum tuntasnya delimitasi perbatasan antara negara Indonesia dan Timor Leste. Menurut Saya dengan berbagai penyebab yang mengakibatkan konflik ini, adanya peran Pemerintah di antara kedua negara dan peran PBB untuk persengketaan di kedua negara ini masih cukup lemah atau tidak tegas. Maka dari itu, diperlukan keselarasan peran dan tanggung jawab antara PBB, Pemerintah, dan seluruh warga negara di kedua negara tersebut.

Hal positif yang dapat saya ambil dari artikel tersebut sangat minim. Namun, ada beberapa hal positif yaitu mendorong pemerintah kedua negara untuk aktif dalam melakukan dialog kerjasama dan mendorong kedua negara untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan di perbatasan.

2. Bagaimana menurut pendapatmu dan apa yang akan terjadi dengan wilayah dan bangsa Indonesia jika tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara?
Tanpa konsep wawasan nusantara yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan wilayah, maka negara Indonesia akan rentan terhadap konflik internal dan konflik eksternal yang akan berdampak pada kurangnya upaya perlindungan wilayah perbatasan sehingga menimbulkan konflik antar-daerah dan hilangnya jati diri bangsa. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel tersebut, dalam konteks wilayah perbatasan hal ini dapat memperparah konflik, sehingga mengakibatkan hilangnya wilayah dan kemungkinan rusaknya hubungan antar masyarakat. Sehingga, menurut saya apabila bangsa Indonesia tidak memiliki konsepsi wawasan nusantara, maka bangsa Indonesia tidak akan menjadi satu kesatuan dan akan adanya perpecahan baik itu antar suku, agama, maupun antar wilayah. Selain itu, akan mengancam identitas nasional Indonesia.

3. Bagaimanakah konsepsi wawasan nusantara dalam mencegah timbulnya konflik seperti artikel di atas?
Dengan adanya wawasan nusantara, dapat memperkuat identitas nasional bangsa Indonesia, yang sangat relevan di daerah perbatasan yang memiliki keragaman budaya. Penerapan wawasan nusantara juga menditing dialog antar masyarakat di perbatasan untuk dapat menyelesaikan konflik secara damai. Dengan menerapkan prinsip wawasan nusantara secara konsisten, ini tidak hanya akan membantu mencegah konflik komunal namun juga memperkuat hubungan bilateral antar kedua negara.
Sehingga dengan adanya transaksi wawasan nusantara masyarakat akan mengedepankan nilai-nilai persatuan, keadilan, dan integrasi nasional.