Posts made by Fara Nadina Putri

NAMA : Fara Nadina Putri
NPM : 2416042055
KELAS : REG B

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut menggambarkan kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, menyoroti berbagai pelanggaran dan kemunduran dalam penegakan HAM. Komnas HAM mencatat masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya dalam menangani pelanggaran berat dan konflik sumber daya alam. Namun, artikel ini juga menyebutkan kemajuan yang dilakukan Indonesia, seperti ratifikasi perjanjian internasional dan munculnya gerakan masyarakat sipil sebagai kontrol sosial.
Kondisi HAM di Indonesia menunjukkan ketegangan antara kemunduran dan harapan. Meski banyak masalah yang dihadapi, seperti penyerangan terhadap pembela HAM dan diskriminasi gender, ada langkah-langkah positif yang diambil. Perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti kembalinya gerakan mahasiswa, mengindikasikan adanya kesadaran kolektif untuk memperjuangkan hak asasi.Hal positif yang saya dapat yaitu munculnya kesadaran dan partisipasi dalam isu-isu HAM menjadi harapan untuk masa depan. Gerakan sosial yang ada menunjukkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam dan terus berupaya untuk menuntut keadilan.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Demokrasi Indonesia harus dipahami dalam konteks nilai-nilai budaya lokal yang menekankan musyawarah dan mufakat. Dalam banyak tradisi masyarakat Indonesia, pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif, mencerminkan semangat kebersamaan.Prinsip ini mencerminkan bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya berlandaskan pada suara mayoritas, tetapi juga menghormati nilai-nilai spiritual dan moral masyarakat. Hal ini menciptakan ruang bagi dialog antaragama dan toleransi, yang sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi saat ini menunjukkan tantangan dalam penerapan Pancasila dan UUD NRI 1945. Meskipun ada pemilihan umum yang demokratis, seringkali tindakan anggota parlemen tidak mencerminkan kepentingan rakyat. Kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia juga sering terabaikan, terutama dalam konteks kritik terhadap pemerintah.

Kesimpulannya meskipun prinsip-prinsip Pancasila ada, implementasinya masih memerlukan perhatian dan penegakan yang lebih konsisten agar demokrasi dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai HAM.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda pribadi adalah sangat kritis. Hal ini mencerminkan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan dapat merusak demokrasi itu sendiri. Anggota parlemen seharusnya menjadi wakil yang mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi dan agama dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa menginspirasi dan memotivasi rakyat, tetapi di sisi lain, dapat memanipulasi emosi dan loyalitas rakyat untuk kepentingan yang tidak jelas. Hal ini berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM, terutama jika rakyat dipaksa untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi tujuan yang tidak transparan.Hubungannya dengan konsep HAM pada era demokrasi dewasa yaitu, dalam era demokrasi dewasa, penting untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan. Konsep HAM harus menjadi landasan dalam setiap keputusan politik, memastikan bahwa hak individu dihormati dan dilindungi dari manipulasi kekuasaan.
NAMA : Fara Nadina Putri
NPM : 2416041055
KELAS :Reg B
PRODI :Ilmu Administrasi Negara

Berdasarkan analisis saya video tersebut membahas geopolitik Indonesia, dan berisikan tentang:

- Pengertian Geopolitik yaitu, Ilmu penyelenggaraan negara yang mengaitkan kebijakan dengan kondisi geografis.
- Teori Geopolitik yang terdapat enam teori dari tokoh seperti Frederich Ratzel, Rudolf Kjellen, hingga Guilio Douhet.
- Geopolitik Indonesia, Berdasarkan Pancasila sebagai ideologi nasional, diperkenalkan oleh Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945. Prinsipnya berfokus pada kesatuan bangsa, bukan sekadar wilayah.
- Wawasan Nusantara yaitu, pandangan nasional berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, dengan hakikat kesatuan bangsa dan keutuhan wilayah.
Cara pandang Indonesia meliputi kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan keamanan.
- Konsep NKRI yaitu, negara kesatuan dengan kesatuan wilayah dalam aspek politik, hukum, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, sesuai Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945.
- indonesia memiliki keunggulan yaitu, jumlah penduduk besar, keanekaragaman budaya, dan posisi geografis strategis.
NAMA : Fara Nadina Putri
NPM : 2416042055
KELAS : REG B

1. Bagaimanakah isi artikel tersebut dalam rangka penegakan Hak Asasi Manusia dan berikan analisismu secara jelas? Hal positif apa yang anda dapatkan setelah membaca artikel tersebut?
Artikel tersebut menggambarkan kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019, menyoroti berbagai pelanggaran dan kemunduran dalam penegakan HAM. Komnas HAM mencatat masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah, khususnya dalam menangani pelanggaran berat dan konflik sumber daya alam. Namun, artikel ini juga menyebutkan kemajuan yang dilakukan Indonesia, seperti ratifikasi perjanjian internasional dan munculnya gerakan masyarakat sipil sebagai kontrol sosial.
Kondisi HAM di Indonesia menunjukkan ketegangan antara kemunduran dan harapan. Meski banyak masalah yang dihadapi, seperti penyerangan terhadap pembela HAM dan diskriminasi gender, ada langkah-langkah positif yang diambil. Perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti kembalinya gerakan mahasiswa, mengindikasikan adanya kesadaran kolektif untuk memperjuangkan hak asasi.Hal positif yang saya dapat yaitu munculnya kesadaran dan partisipasi dalam isu-isu HAM menjadi harapan untuk masa depan. Gerakan sosial yang ada menunjukkan bahwa masyarakat tidak tinggal diam dan terus berupaya untuk menuntut keadilan.

2. Berikan analisismu mengenai demokrasi Indonesia diambil dari nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia! Bagaimanakah pendapatmu mengenai prinsip demokrasi Indonesia yang berke-Tuhanan yang Maha Esa?
Demokrasi Indonesia harus dipahami dalam konteks nilai-nilai budaya lokal yang menekankan musyawarah dan mufakat. Dalam banyak tradisi masyarakat Indonesia, pengambilan keputusan dilakukan secara kolektif, mencerminkan semangat kebersamaan.Prinsip ini mencerminkan bahwa demokrasi Indonesia tidak hanya berlandaskan pada suara mayoritas, tetapi juga menghormati nilai-nilai spiritual dan moral masyarakat. Hal ini menciptakan ruang bagi dialog antaragama dan toleransi, yang sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa.

3. Bagaimanakah praktik demokrasi Indonesia saat ini apakah telah sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia?
Praktik demokrasi saat ini menunjukkan tantangan dalam penerapan Pancasila dan UUD NRI 1945. Meskipun ada pemilihan umum yang demokratis, seringkali tindakan anggota parlemen tidak mencerminkan kepentingan rakyat. Kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia juga sering terabaikan, terutama dalam konteks kritik terhadap pemerintah.

Kesimpulannya meskipun prinsip-prinsip Pancasila ada, implementasinya masih memerlukan perhatian dan penegakan yang lebih konsisten agar demokrasi dapat berjalan sejalan dengan nilai-nilai HAM.

4. Bagaimanakah sikap anda mengenai kondisi di mana anggota parlemen yang mengatas namakan suara rakyat tetapi melaksanakan agenda politik mereka sendiri dan berbeda dengan kepentingan nyata masyarakat?
Sikap saya terhadap anggota parlemen yang mengatasnamakan suara rakyat tetapi menjalankan agenda pribadi adalah sangat kritis. Hal ini mencerminkan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan dapat merusak demokrasi itu sendiri. Anggota parlemen seharusnya menjadi wakil yang mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

5. Bagaimanah pendapatmu mengenai pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi, maupun agama, tega menggerakan loyalitas dan emosi rakyat yang bila perlu menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas dan bagaimanakah hubungannya dengan konsep hak asasi manusia pada era demokrasi dewasa saat ini?
Kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi dan agama dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia bisa menginspirasi dan memotivasi rakyat, tetapi di sisi lain, dapat memanipulasi emosi dan loyalitas rakyat untuk kepentingan yang tidak jelas. Hal ini berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM, terutama jika rakyat dipaksa untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi tujuan yang tidak transparan.Hubungannya dengan konsep HAM pada era demokrasi dewasa yaitu, dalam era demokrasi dewasa, penting untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan. Konsep HAM harus menjadi landasan dalam setiap keputusan politik, memastikan bahwa hak individu dihormati dan dilindungi dari manipulasi kekuasaan.