Kiriman dibuat oleh Fara Nadina Putri

NAMA : Fara Nadina Putri
NPM : 2416041055
KELAS : REG B

Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis dalam kehidupan nasional yang meliputi keuletan, ketangguhan, dan kekuatan bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang datang dari dalam maupun luar negeri.
pada sebuah bangsa memiliki ancaman baik pada unsur alamiah (trigatra)maupun (pancagatra)

oleh karena itu, sebagai bangsa Indonesia, kita harus siap untuk menghadapi ancaman tersebut. kita dapat menghadap ancaman tersebut dengan menggunakan strategi konsep unsur yaitu :

Perwujudan Aspek Alamiah (Trigatra)
- Ancaman lokasi dan geografis dihadapi dengan peningkatan potensi laut dan darat, dan peningkatan kemampuan dengan negara yang berusaha mengeksploitasi kekayaan di Indonesia.
- Ancaman keadaan dan kekayaan alam dapat diatasi dengan membentuk kesadaran nasional pemanfaatan kekayaan alam.
- Ancaman yang mengancam kemampuan dapat dihadapi dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, sehingga SDM Indonesia bisa bersaing dengan negara luar. Seperti pada sektor pertanian, jika masyarakat tidak mengerti cara melakukan pertanian, maka bisa saja pertanian itu diambil alih oleh perusahaan-perusahaan.

Ancaman Unsur Pancagatra
- Ideologi : peristiwa G30S/PKI yang berupaya menggantikan Pancasila dengan ideologi komunisme.
- Politik : pembatasan kebebasan dalam menyuarakan pendapat.
- Ekonomi : sulitnya masyarakat lokal dalam membuka usaha, sementara warga asing mendapat kemudahan.
- Sosial : masuknya budaya asing yang bertentangan dengan budaya asli Indonesia.
- Pertahanan dan Keamanan : munculnya keraguan masyarakat terhadap ideologi negara, seperti Pancasila.
NAMA : Fara Nadina Putri
NPM : 2416041055
KELAS : Reg B
PRODI : Administrasi Negara

Jurnal tersebut membahas pentingnya semangat bela negara di tengah pandemi COVID-19. di dalam jurnal juga menekankan bahwa bela negara bukan hanya kewajiban militer, tetapi juga tanggung jawab setiap warga negara dalam menghadapi tantangan, termasuk krisis kesehatan global.selain itu jurnal tersebut menekankan pentingnya solidaritas dengan memberikan contoh tindakan baik, seperti:
1. Membantu mereka yang terpapar COVID-19 dengan menyediakan kebutuhan sehari-hari.
2. Mendukung program-program pemerintah dalam penanganan pandemi.
Jurnal ini mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam upaya bela negara, terutama dalam konteks sosial dan kesehatan. Dengan begitu hal ini menegaskan bahwa bela negara tidak hanya terbatas pada tindakan militer, tetapi juga mencakup tindakan sosial dan kesehatan. Dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatkan kesadaran bela negara, masyarakat dapat berkontribusi pada stabilitas dan keberlangsungan negara di tengah krisis.